Tulang Jari yang Ditemukan di Arab Saudi Ungkap Rahasia Migrasi Manusia Purba
2018 / April / 11   15:49

Tulang Jari yang Ditemukan di Arab Saudi Ungkap Rahasia Migrasi Manusia Purba

Peneliti menghabiskan waktu dua tahun untuk melakukan tes ketat agar bisa menentukan umur tulang tersebut dan memastikan apakah itu benar-benar milik manusia.

Tulang Jari yang Ditemukan di Arab Saudi Ungkap Rahasia Migrasi Manusia PurbaSitus Al Wusta yang menjadi lokasi penemuan fosil jari manusia purba. (Klint Janulis)

Tulang jari yang ditemukan di gurun Arab Saudi memberikan wawasan baru mengenai migrasi manusia purba di luar Afrika.

Berusia 90 ribu tahun, tulang ini dikonfirmasi sebagai fosil homo sapiens tertua yang ditemukan di luar Afrika dan Levant (wilayah Mediterania Timur). Ini bertentangan dengan sejarah manusia yang diketahui selama ini. Hasil penemuan ini menunjukkan bahwa orang-orang purba menyebar 30 ribu tahun lebih awal dari yang diperkirakan sebelumnya.

Profesor Michael Petraglia, pemimpin penelitian sekaligus arkeolog dari Max Planck Institute for the Science of Human History, mengatakan, penemuan ini seperti “mimpi yang jadi kenyataan”.

(Baca juga: Jejak Kaki Dinosaurus Ditemukan di Pulau Skotlandia)

Ditemukan di situs terkenal Al Wusta, di tengah-tengah gurun Nefud yang sangat kering, tulang ini merupakan puncak dari kerja keras Petraglia dan timnya selama satu dekade.

Dalam periode tersebut, mereka menjelajahi wilayah Arab untuk mencari tanda-tanda manusia purba.  

“Kami menemukan banyak situs arkeologi dan fosil hewan. Namun, satu hal yang selalu hilang adalah fosil manusia purba,” kata dr. Huw Groucutt, arkeolog di University of Oxford.

Kemudian, itu semua berubah ketika menemukan tulang jari di Al Wusta. Peneliti menghabiskan waktu dua tahun untuk melakukan tes ketat agar bisa menentukan umur tulang tersebut dan memastikan apakah itu benar-benar tulang manusia. Hasilnya, tulang jari yang ditemukan memang milik homo sapiens.

Gender dan usia pemilik tulang jari itu belum diketahui. Namun, berdasarkan analisis, arkeolog menduga, ia berasal dari sebuah komunitas yang hidup di padang rumput yang subur.

Ratusan fosil hewan juga ditemukan di situs tersebut, termasuk milik kuda nil. Selain itu, ada beberapa alat batu yang pernah dibuat manusia purba.

Menurut studi yang dipublikasikan pada jurnal Nature Ecology and Evolution, meskipun ukurannya tidak lebih dari tiga sentimeter, namun tulang jari ini memiliki implikasi pada pemahaman kita mengenai sejarah awal manusia.

“Biasanya, pergerakan manusia modern di luar Afrika dipahami sebagai yang tercepat pada 60 ribu tahun lalu,” kata Petraglia, menekankan bahwa pandangan ini tidak didukung oleh bukti genetik.

“Menurut beberapa teori, kelompok ini bergerak di garis pantai ke luar dari Afrika. Mereka bertahan hidup dari sumber daya laut dan mungkin sudah menggunakan teknologi maju,” tambahnya.

(Baca juga: Di Death Zone, Tubuh Pendaki yang Telah Tiada Dijadikan Patokan Jalur Perjalanan)

Sebelum penemuan Al Wusta ini, dispersi awal manusia purba ke Levant dianggap tidak berhasil dan terbatas pada daerah Mediterania yang berhutan. Saat ini, para arkeolog memiliki bukti bahwa mereka ternyata berhasil.

“Penemuan ini untuk pertama kalinya menunjukkan bahwa manusia purba pernah mendiami wilayah Asia Barat yang luas, tidak hanya terbatas di Levant,” kata Groucutt.

Para peneliti memprediksi, fosil jari ini akan menjadi yang pertama yang berhasil melacak jejak migrasi manusia purba di seluruh Asia.

“Yang menjadi perdebatan kami di sini adalah banyak penyebaran dari Afrika sehingga proses pergerakan dan kolonisasi di Eurasia jauh lebih rumit dari apa yang buku pelajaran katakan,” pungkas Petraglia.

(Sumber: The Independent)

KOMENTAR