Footquakes, Saat Gol Lionel Messi Benar-benar Membuat Bumi Bergetar

Footquakes, Saat Gol Lionel Messi Benar-benar Membuat Bumi Bergetar

Menurut peneliti, saat Lionel Messi mencetak gol di stadion Nou Camp, Barcelona, Bumi benar-benar bergetar.

Footquakes, Saat Gol Lionel Messi Benar-benar Membuat Bumi BergetarLionel Messi (L.F.Salas/Wikimedia Commons)

Tahukah Anda? Pemain bola Lionel Messi benar-benar bisa membuat Bumi bergetar.

Ini merupakan fakta ilmiah: ketika legenda sepak bola seperti Neymar atau Lionel Messi menciptakan gol, Bumi bergerak dan tanah bergoyang.

Tidak percaya?

Anda bisa bertanya kepada Jordi Diaz, peneliti dari Institute of Earth Sciences Jaume Almera di Barcelona, Spanyol. Ia memiliki bukti kuat.

“Kami meletakkan seismometer di dalam sebuah bangunan di Barcelona. Ini memungkinkan kami mengidentifikasi getaran yang dihasilkan berbagai aktivitas. Termasuk kegiatan lalu lintas, kereta bawah tanah, dan pertandingan sepak bola,” papar Diaz di konferensi geosains di Wina, Austria.

(Baca juga: Retakan Raksasa di Kenya Ini Bisa Membelah Benua Afrika Menjadi Dua)

Alat tersebut – yang mengukur getaran ringan hingga gempa besar – terletak sekitar setengah kilometer dari stadion Nou Camp, rumah dari tim sepak bola Barcelona. Ia menyorot betapa kuatnya efek selebrasi sepak bola.

“Kami mendapat informasi bahwa setiap kali Barcelona mencetak gol, orang-orang melompat dan stadion bergoyang,” tambah Diaz.

Diketahui bahwa kemenangan bersejarah tim Barcelona dengan skor 6-1 saat melawan Paris Saint Germain, pada babak perempat final Liga Champions, tahun lalu, menghasilkan getaran terbesar.

Berbeda dengan konser

Berbicara dalam ranah seismik, getaran yang disebabkan oleh penonton sepak bola tadi berbeda dengan konser.

“Terkadang kami mendengar getaran yang indah dari konser musik rock. Terutama saat Bruce Springsteen atau U2 tampil. Namun, itu seperti ‘struktur harmonis’, energi penonton terlokalisasi pada amplitudo yang tepat, menjadi sebuah ritme,” jelas Diaz.

Menurutnya, ini terjadi karena para penonton konser cenderung ‘menari’, bukan melompat seperti saat menonton sepak bola.

(Baca juga: Perubahan Iklim Justru Membuat Tanaman di Puncak Gunung Bermekaran, Apa Alasannya?)

Diaz mengingat kembali konser Springsteen tahun lalu di mana “setiap lagu memiliki pola khasnya”. Ia mengatakan, setiap aktivitas memang memiliki tanda seismiknya sendiri.

Awalnya, saat memulai penelitian ini, Diaz dan timnya hanya ingin menunjukkan cara kerja seismometer. Namun, ternyata mereka banyak menemukan hal menarik yang bisa diteliti lebih lanjut.

“Mungkin ini dimulai dengan menyenangkan, tapi saat ini kami ingin mengeksplor aspek ilmiahnya,” pungkasnya.

(Gita Laras Widyaningrum. Sumber: AFP)

KOMENTAR