Apa Bedanya Meninggal dengan Mata Tertutup dan Terbuka?
2018 / Februari / 1   22:04

Apa Bedanya Meninggal dengan Mata Tertutup dan Terbuka?

Meninggal dengan mata terbuka sering dikaitkan dengan rasa tidak tenang atau ketakutan yang disebabkan oleh tindakan di masa lampau. Bagaimana pandangan medis?

Apa Bedanya Meninggal dengan Mata Tertutup dan Terbuka?Fenomena menutup mata ini disebut ptosis. Definisi ptosis secara umum merupakan kondisi jatuhnya atau menutupnya kelopak mata bagian atas. (Ilustrasi/Thinkstock)

Tak semua orang meninggal dengan mata tertutup. Terkadang pada saat orang meninggal, baik di film maupun di dunia nyata, mata orang yang meninggal tersebut dapat terus terbuka walaupun ia sudah meninggal. Hal ini menyebabkan matanya harus ditutup paksa oleh orang lain agar menutup.

Terkadang bahkan ada orang yang menggunakan koin untuk menutup mata orang yang sudah meninggal agar tetap tertutup. Hal ini dikarenakan meninggal dengan mata terbuka sering dikaitkan dengan rasa tidak tenang atau ketakutan yang disebabkan oleh tindakan di masa lampau, sehingga kita sering cemas bila ada kerabat yang meninggal dengan mata terbuka.

Namun, tidak jarang pula orang yang meninggal dengan mata tertutup sempurna sesaat sebelum meninggal. Orang yang meninggal dengan mata tertutup sering dianggap meninggal dengan tenang dan tanpa penyesalan.

Baca juga: Menakjubkan, Ternyata Manusia Masih Miliki Kesadaran Saat Dinyatakan Meninggal

Kondisi mata yang menutup ini kita kenal dengan istilah ptosis. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan ptosis?

Ptosis, kelainan pada kelopak mata yang menyebabkan mata tertutup saat ajal menjemput

Fenomena menutup mata ini disebut ptosis. Definisi ptosis secara umum merupakan kondisi jatuhnya atau menutupnya kelopak mata bagian atas.

Kondisi ini dapat terjadi pada orang yang masih hidup dikarenakan stroke, atau penyakit tertentu yang melibatkan persarafan di sekitar mata. Namun kondisi ptosis ini juga dapat terjadi pada orang yang meninggal secara spontan.

Menutupnya kelopak mata atau ptosis ini dapat terjadi secara minimal (1-2 mm), secara sedang (3-4 mm), maupun secara berat (>4mm), atau bahkan dapat menutup sepenuhnya. Ptosis dapat terjadi dari lahir ataupun terjadi sepanjang hidup, hingga meninggal. Ptosis juga dapat terjadi pada satu sisi mata saja ataupun keduanya.

Baca juga: Para Tokoh Terkenal yang Jasadnya Digali Kembali Setelah Meninggal

Kenapa dapat terjadi ptosis pada orang yang meninggal?

Berdasarkan penelitian di rumah sakit, ditemukan 63% orang meninggal dengan mata tertutup. Hal ini dihubungkan dengan keterlibatan sistem saraf pusat.

Menutupnya mata disebabkan oleh kontraksi dari otot mata dan kelopak mata, yang dilengkapi oleh berbagai macam serabut saraf. Rangsangan pada serabut saraf ini dapat menyebabkan gangguan pada proses membuka atau menutup mata.

Berbagai penyakit yang melibatkan persarafan pusat manusia dapat menyebabkan peristiwa ini, seperti contohnya penjalaran tumor ke otak, atau ensefalopati hepatic, yaitu suatu kondisi di mana menumpuknya kadar amonia darah sehingga mempengaruhi persarafan.

Baca juga: Otak Pasien Ini Tetap Aktif 10 Menit Setelah Meninggal

Jadi umumnya, peristiwa menutupnya mata seseorang pada saat kematian disebabkan oleh hubungan dengan sistem persarafan, dan merupakan gambaran neurologis dari penyakit. Baik jika seseorang meninggal dengan mata tertutup atau malah dengan mata terbuka, ini tak ada hubungannya dengan dosa, peristiwa masa lampau, maupun apakah orang tersebut meninggal dengan “tenang” atau tidak.

Artikel ini telah tayang di Hellosehat.com. Baca artikel sumber.

(dr. Kent Pradana/hellosehat.com)

KOMENTAR