Penumpang Sepeda Motor Berisiko Mengalami Cedera Kepala Lebih Tinggi Dibanding Pengemudinya
2017 / Desember / 15   15:03

Penumpang Sepeda Motor Berisiko Mengalami Cedera Kepala Lebih Tinggi Dibanding Pengemudinya

Cedera otak sering terjadi pada korban kecelakaan motor. Namun, risiko pada penumpang sepeda motor lebih tinggi dibanding si pengemudi.

Penumpang Sepeda Motor Berisiko Mengalami Cedera Kepala Lebih Tinggi Dibanding PengemudinyaPengendara sepeda motor moda angkutan yang melesat penjualannya terjebak kemacetan di kawasan Kuningan. Dianggap paling efektif di Jakarta, sepeda motor membuat pengendaranya lebih terancam risiko kecelakaan. Berbelitnya masalah kemacetan Jakarta tertuang dalam NGI Juni 2013. (Edy Purnomo)

Penumpang sepeda motor lebih jarang menggunakan helm dibanding pengemudinya. Menurut sebuah studi dari Amerika Serikat, ini membuat mereka berisiko mengalami cedera kepala yang lebih parah saat kecelakaan.

Para peneliti mempelajari data 80 ribu pengemudi dan 6 ribu penumpang sepeda motor yang terlibat kecelakaan di tahun 2007 hingga 2010. Dua pertiga pengemudi mengenakan helm, sementara pada penumpang, hanya ada 57,5% yang memakainya.

Dari hasil penelitian ini, diketahui bahwa cedera otak traumatis adalah jenis luka yang sering didapat pengemudi dan penumpang sepeda motor saat kecelakaan.

Namun, para penumpang mengalaminya lebih sering (40% kasus) dibanding pengemudi (36%).

(Baca juga: Airbag untuk Kepala, Pelindungan Ekstra bagi Pengendara Sepeda)

Bahkan, saat sudah mengenakan helm pun, para penumpang memiliki risiko yang lebih tinggi dibanding supir.

Berdasarkan laporan yang dipublikasikan pada JAMA Surgery, tingkat cedera otak pada penumpang yang mengenakan helm mencapai 36%, sementara pada pengemudi hanya 31%.

“Kami yakin, pada kecelakaan tertentu, penumpang lebih sering terjungkal dari motor. Ini membuat risiko cedera otak mereka lebih tinggi bahkan ketika sudah mengenakan helm,” kata dr. Tyler Evans dari Indiana University School of Medicine in Indianapolis.

Risiko yang menyetir lebih rendah karena mereka duduk di depan dan berpegangan kuat pada kemudi. Sementara, penumpang duduk di jok belakang pengemudi yang lebih tinggi, dan tidak ada pegangan.

(Baca juga: Ketika Trotoar Jakarta Tak Lagi Berfungsi Sebagaimana Mestinya...)

“Pengemudi juga mempunyai keuntungan karena bisa melihat apa yang ada di depan mereka. Dengan begitu, mereka memiliki kesempatan untuk mempersiapkan diri dan mencengkeram setir lebih kuat agar tidak terjungkal. Penumpang tidak memiliki respons yang sama karena mereka tidak mengendalikan sepeda motor,” papar Evans.

Studi ini bukan eksperimen terkontrol yang dirancang untuk membuktikan bagaimana penggunaan helm atau lokasi duduk di sepeda motor mempengaruhi peluang cedera mereka.

Meskipun begitu, hasil penelitiannya sendiri menunjukkan bahwa helm bisa melindungi para pengemudi dan penumpang saat mengalami kecelakaan sepeda motor. Terbukti dari penurunan risiko cedera otak traumatis pada mereka yang mengenakan helm. 

(Gita Laras Widyaningrum/Reuters)

KOMENTAR