7 Fenomena Langit yang Tidak Boleh Dilewatkan Pada 2018
2017 / Desember / 30   09:00

7 Fenomena Langit yang Tidak Boleh Dilewatkan Pada 2018

Catat tanggal-tanggalnya agar kita tidak melewatkan fenomena langit yang akan terjadi selama 2018 ini.

7 Fenomena Langit yang Tidak Boleh Dilewatkan Pada 2018Bulan hampir menutupi matahari selama gerhana matahari total yang terlihat dari Salem, Oregon. (Don Ryan, AP via National Geographic)

Hidup akan berjalan seperti biasa di Bumi -- dengan berbagai macam masalah dan pekerjaan yang menumpuk. Namun, di langit sana, hal-hal indah dapat dilihat dan ditemukan lagi pada 2018. Berikut tujuh fenomena angkasa yang akan terjadi di tahun depan:

Gerhana

Kita tidak akan melihat gerhana matahari total lagi di 2018. Meskipun begitu, ada tiga gerhana matahari sebagian dan dua gerhana bulan total yang bisa dilihat dari berbagai tempat di dunia.

  • 31 Januari: Gerhana bulan total terlihat jelas dari Australia, Amerika Utara, timur Asia dan Samudra Pasifik.
  • 15 Februari: Gerhana matahari sebagian bisa dilihat dari Antartika, Cile dan Argentina.
  • 13 Juli: Gerhana matahari sebagian terlihat dari Antartika dan ujung selatan Australia.
  • 27 Juli: Gerhana bulan total, sebagian besar terlihat dari negara-negara di Eropa, Afrika, Asia Tengah, dan Australia Barat.
  • 11 Agustus: Gerhana matahari sebagian tampak di timur laut Kanada, Greenland, Eropa Utara, dan timur laut Asia.

Hujan Meteor

Setiap tahun, terjadi beberapa hujan meteor. Jika menangkap momen tersebut dengan kamera, Anda akan mendapatkan hasil foto yang spektakuler.

(Baca juga: Mengapa Meteor Dapat Meledak Saat Melewati Atmosfer?)

Dua hujan meteor terbaik yang wajib Anda lihat adalah Perseid dan Geminid. Perseid akan muncul di langit malam pada 12-13 Agustus dengan 60 meteor per jam. Sementara Geminid akan menyapa pada 13-14 Desember dengan 120 meteor per jam.

Jika Anda ingin menyaksikan hujan meteor sebanyak mungkin, lihat tanggal-tanggalnya di sini.

Lubang hitam

April tahun ini, proyek multi teleskop bernama Event Horizon Telescope berusaha untuk memotret cakrawala peristiwa lubang hitam. Pada pertengahan 2018, diperkirakan kita bisa melihat gambar pertama lubang hitam Sagitarius A tersebut.

Eksplorasi Bulan

Ini memang belum pasti, namun sepertinya penduduk Bumi akan berkunjung lagi ke Bulan. Orang terakhir yang menginjakkan kaki di Bulan adalah Eugene Cernan, astronaut NASA, pada 1972.

Di 2018 mendatang, India untuk pertama kalinya dalam sejarah, akan menempatkan rover di Bulan. Tiongkok dengan Chang’e 4 dan Chang’e 5-nya juga akan melakukan misi eksplorasi.

Sementara itu, SpaceX bahkan mengatakan bahwa mereka memiliki rencana untuk meluncurkan paket wisata ke Bulan bagi warga biasa (bukan astronaut). Menggunakan wahana antariksa yang beroperasi tanpa pilot, SpaceX memungkinkan Anda mengelilingi Bulan selama seminggu.

(Baca juga: Ilmuwan, Visioner, Pendukung, Pemimpi: Raihlah Bulan, Sekali Lagi)

Bertemu asteroid

Pada 2018, dua penjelajah asteroid akan bertemu dengan ‘target’nya. Di Juni, Hayabusa 2 milik JAXA, yang diluncurkan pada 2014 akan bertemu dengan asteroid Ryugu.

Sementara pada Agustus, OSIRIS-REX dari NASA akan bertemu dengan asteroid dekat Bumi, Bennu.

Ledakan kembang api pulsar

Di tahun depan, pulsar, bintang neutron yang berotasi dengan cepat, akan terbang melintasi salah satu bintang paling terang di galaksi. Ketika itu terjadi, akan ada ledakan kembang api astrofisika yang membantu para peneliti mengukur massa, gravitasi, medan magnet, dan angin bintang.

Satelit planet Merkurius

Pada 2018, ESA dan JAXA meluncurkan misi bersama mereka – BepiColombo, yang akan menjadi satelit Merkurius, planet paling dekat dengan Matahari. Meskipun satelit ini tidak akan sampai Merkurius sebelum 2025, namun ini tetap menjadi fenomena penting yang harus kita tunggu. 

(Gita Laras Widyaningrum/Science Alert)

KOMENTAR