Banyak Orang Baru Tahu Punya Masalah Jantung Setelah Terkena Serangan
2016 / Maret / 21   02:01

Banyak Orang Baru Tahu Punya Masalah Jantung Setelah Terkena Serangan

Penyakit jantung merupakan salah satu penyebab kematian utama di seluruh dunia. Sayangnya, banyak orang tak sadar memiliki masalah jantung.

Banyak Orang Baru Tahu Punya Masalah Jantung Setelah Terkena SeranganIlustrasi (Thinkstock)

Penyakit jantung merupakan salah satu penyebab kematian utama di seluruh dunia. Sayangnya, banyak orang tak sadar memiliki masalah jantung hingga muncul serangan. (Baca : Yoga, Alternatif untuk Para Penderita Masalah Jantung)

Ahli jantung dari Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura, Dinesh Nair mengatakan, ada banyak masalah jantung. Gejalanya sering kali tidak muncul sehingga banyak orang tak sadar ada masalah pada jantungnya.

"Ada orang suka marathon, ternyata selama ini sudah ada sumbatan pembuluh darah di jantung sebanyak 90 persen. Dia enggak sadar. Makanya harus rutin cek jantung," ujar Dinesh dalam diskusi "Sayangi Jantungmu" di Jakarta, Sabtu (19/3/2016).

Dinesh menyarankan cek kesehatan jantung rutin dilakukan mulai usia 35 tahun pada pria dan 40 tahun pada wanita. Akan tetapi, usia muda juga perlu memeriksa kesehatan jantung karena khawatir ada masalah genetik.

Dinesh mengungkapkan, masalah jantung bisa disebabkan oleh kelainan bawaan, genetik, dan gaya hidup yang tidak sehat.

Risiko yang dapat meningkatkan penyakit jantung antara lain merokok, minum alkohol, berat badan berlebih atau obesitas, tekanan darah tinggi, Kolesterol, stres, penyumbatan aliran pernapasan, hingga kurang aktif bergerak. Apabila memiliki faktor risiko tersebut, segeralah periksa kesehatan jantung.

Meski demikian, mereka yang merasa telah menjalankan gaya hidup sehat, seperti rutin berolahraga, tidak banyak konsumsi makanan berlemak, atau tidak merokok, bukan berarti tidak perlu mengecek kesehatan jantungnya.

(Baca juga : Konsumsi Lemak Dapat Menyelamatkan Jutaan Jiwa dari Penyakit Jantung)

Hal ini karena masalah jantung yang sebenarnya sudah ada sejak kecil, terkadang baru muncul saat usia dewasa.

(Dian Maharani / kompas.com)

KOMENTAR