Lukisan Terbalik ala Belitung
2015 / November / 24   16:12

Lukisan Terbalik ala Belitung

Karena dilukis di sisi belakang media lukis, sisi depannya ramah disentuh dan tak akan merusak lukisan.

Lukisan Terbalik ala BelitungSukino berfoto dengan salah satu karyanya yang dilukis dari dua sisi cermin, Sabtu (21/11/2015), di Galeri Lukis Laskar Pelangi, Desa Lenggang, Kecamatan Gantung, Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung. (Jonathan Adrian/Kompas.com)

Jika berkunjung ke SD Muhammadiyah Gantung di Desa Lenggang, Kecamatan Gantung, Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, mampirlah ke Galeri Lukis Laskar Pelangi.

Di sana berkarya seorang pelukis yang menyebut diri 'pelukis dari belakang', Sukino. Media yang digunakan Sukino untuk menorehkan kuas bisa beragam, ada kaca, plastik, hingga arcrylic (semacam plastik tebal yang bening), yang penting syaratnya satu, transparan.

Mengapa harus transparan? "Saya melukis dari belakang (kaca), nanti gambarnya dilihat dari sisi depan," jelasnya.

Dengan cara ini, Sukino harus membalik metode lukisnya. Jika pelukis kanvas biasanya melukis latar belakang dulu baru objek utama, Sukino harus melukis objek utama dulu baru latar belakangnya. Keunikan karya Sukino adalah gambar terlihat seperti kartu tiga dimensi.

Selain itu karena dilukis di sisi belakang media lukis, sisi depannya ramah disentuh dan tak akan merusak lukisan. Beberapa lukisannya bahkan ia kreasikan dengan lukisan dari dua sisi, depan dan belakang.

Pertama ia lukis latar belakang dari sisi belakang, lalu ia tambahkan lagi objek utama di sisi depan lukisan. Dengan cara ini gambar tampak lebih berdimensi.

Sukino mengaku sebagai orang pertama dan satu-satunya yang melukis dengan cara seperti ini di Belitung. Ia menemukan ide ini tahun 80-an, secara tak sengaja. "Waktu itu aku coba lukis kaca, eh ternyata bisa, ya sudah latih-latih," kisahnya.

Pria lulusan SD ini harus melakukan percobaan ratusan kali hingga berhasil mendapat 'rasa' melukis dari belakang. Biasanya ia berlatih menggunakan plastik, karena lebih murah. "Paling lama aku (berlatih) bikin bayangan di air, sudah (lukisan) keseratus baru jelas dia," kisah Sukino.

KOMENTAR