Jutaan Laba-Laba Membuat Selimut Jaring Raksasa
2015 / November / 29   17:00

Jutaan Laba-Laba Membuat Selimut Jaring Raksasa

Menurut laporan berita lokal, di satu daerah, laba-laba membentuk terus menerus lembar jaring sutra yang membentang di pekarangan

Jutaan Laba-Laba Membuat Selimut Jaring RaksasaJaring laba-laba menyelimuti pekarangan warga Memphis, Tennessee. (WMC ACTION NEWS 5)

Langit berawan dan laba-laba?

Rupanya itu adalah paduan yang terjadi di Memphis, Tennessee, di mana jutaan laba-laba telah mengudara dan melapisi sebidang halaman dengan jaring mereka.

Menurut laporan berita lokal, di satu daerah, laba-laba membentuk terus menerus lembar jaring sutra yang membentang selama hampir setengah mil. Beberapa pemilik rumah lokal menyesalkan invasi arakhnida ini.

"Mereka ada di udara, terbang di mana-mana," warga setempat Debra Lewis mengatakan pada WMC Action News. "Ini seperti film horor." Tambahnya.

Todd Blackledge, ahli biologi dan ahli dalam jaring laba-laba dari University of Akron di Ohio mengungkapkan, jika kemunculan tiba-tiba laba-laba bersama jaring-jaringnya ini 'bukan sesuatu yang perlu ditakutkan.

"Jika Anda meluangkan waktu untuk turun tangan dan lutut Anda (melihat keadaan langsung), Anda akan melihat semua laba-laba ini sedang bertahan hidup demi kehidupan mereka," katanya.

Blackledge tidak bisa mengidentifikasi spesies laba-laba dari foto yang tersedia, tapi dia mengatakan mereka bisa jadi jenis laba-laba bola tenun dan lynphiiad (lembar-tenun).

Pada musim semi dan musim gugur, jutaan laba-laba remaja merangkak ke titik tertinggi habitat mereka. Setinggi tiang pagar, atau tanaman, kemudian mengirimkan untaian jaring-jaring yang memungkinkan mengangkat mereka pada arus udara.

“Untaian berfungsi seperti balon udara," kata Blackledge.

Ini berarti laba-laba akan pergi ke mana pun angin membawa mereka, yang memungkinkan populasi mereka menyebar.

Sebagian besar arakhnida yang terbang tinggi akan mati selama perjalanan, dimakan oleh predator atau terbunuh oleh kondisi cuaca yang keras. Hanya sebagian kecil yang bertahan mendirikan kembali rumah baru mereka.

(K.N Rosandrani/Michael Greshko/Nationalgeographic.com)

KOMENTAR