Bertemu Macaca Maura, Satwa Endemik di Taman Nasional Bantimurung Bulusarauang
2015 / November / 25   16:50

Bertemu Macaca Maura, Satwa Endemik di Taman Nasional Bantimurung Bulusarauang

Selain dikenal sebagai The Kingdom of Butterfly, Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung juga memiliki hewan endemik, yaitu kera hitam.

Bertemu Macaca Maura, Satwa Endemik di Taman Nasional Bantimurung BulusarauangMacaca maura (Tri Winarni)

Selain dikenal sebagai kerajaan kupu-kupu (The Kingdom of Butterfly), Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung juga memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi. Berdasarkan data Balai taman nasional, sampai dengan tahun 2008 telah teridentifikasi sebanyak 356 spesies satwa liar yang hidup di taman nasional.

Saya sangat beruntung karena mendapat kesempatan untuk melihat dari dekat “kera hitam” atau dalam bahasa latin Macaca Maura yang hidup di dalam kawasan taman nasional ini.

Didampingi teman seperjalanan, Saiful Bahri, Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) pada taman nasional, kami menuju ke Karaenta, sekitar  25 km dari kantor balai. Perjalanan kami memakan waktu sekitar 35 menit, menelusuri jalan lintas propinsi yang membelah kawasan taman nasional dan menghubungkan Kota Makasar ke Kota Palu, Sulawesi Tengah.

 Jalan yang berkelok-kelok, menanjak, dan melintasi kawasan bukit bebatuan atau yang lazim disebut karst dengan tebing jurang yang dalam, menuntut kehati-hatian dan kewaspadaan yang tinggi dari para pengendara. Sampai di Karaenta, kami singgah di rumah Pak Haro, pegawai taman nasional, yang memiliki keahlian memanggil kawanan kera hitam.

Namun sayangnya Pak Haro sudah berangkat untuk melakukan patroli hutan. Beruntung, Hendra, putra Pak Haro, yang mewarisi keahlian sang ayah berada di rumah. Maka siang itu pun, kami ditemani Hendra masuk ke dalam taman nasional. Menaiki perbukitan karst, tak jauh dari kami memarkir mobil, sekitar 100 meter dari tepi jalan, sampailah kami di suatu tempat. Disinilah  Hendra memanggil kera-kera yang ada di dalam hutan agar mendekat kepada kami.

KOMENTAR