2014 / September / 24   14:25

Bali Kembali Raih Pulau Terbaik di Asia

Pada tingkat dunia, Bali pun termasuk jajaran atas, bersaing dengan Pulau Santorini di Yunani.

Bali Kembali Raih Pulau Terbaik di AsiaMahandis Yoanata/NGI

Bali kembali meraih penghargaan sebagai Pulau Terbaik di Asia 2014 versi majalah pariwisata internasional, "Travel+Leisure".

Wakil Gubernur Bali, I Ketut Sudikerta, mengatakan bahwa penghargaan tersebut sebagai bentuk kepercayaan dunia internasional atas komitmen Pemerintah Provinsi Bali bersama dengan pelaku pariwisata dan masyarakat di dalam memajukan pariwisata di Pulau Dewata.

"Kita harus bangun destinasi yang bagus, benahi destinasi yang sudah ada, ciptakan keindahan Bali dan melestarikan budaya serta peran keamanan," kata Sudikerta ditemui usai menerima komponen pelaku pariwisata yang tergabung dalam Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali di Denpasar, Selasa (23/9).

Informasi dari laman "Travel+Leisure", Pulau Dewata menempati posisi pertama pulau terbaik di Asia dan menjadi satu-satunya pulau di Asia yang masuk ke jajaran 10 besar pulau terbaik dunia.

Di jajaran 10 besar tingkat dunia, Bali menempati posisi kelima dengan perolehan nilai sebesar 86,82 setelah Pulau Santorini di Yunani, Maui dan Kauai di Hawaii, dan the Big Island juga di Hawaii, Amerika Serikat.

Pada laman tersebut juga disebutkan bahwa perolehan nilai didapatkan dari para pembaca majalah pariwisata itu melalui quisioner yang telah disebarkan mulai 2 Desember 2013 hingga 31 Maret 2014.

Penilaian tersebut berdasarkan pada sejumlah kategori di antaranya pemandangan alam dan pantai, aktivitas wisata, makanan dan restoran, hingga masyarakat. 

Pulau Dewata menempati posisi pertama secara berturut-turut sejak tahun 2009, 2010, dan 2011. Urutan kedua pada tahun 2012 dan ketiga tahun 2013. Situs "Travel+Leisure" juga menempatkan Bali sebagai "Hall of Fame" karena masuk di 10 besar selama enam tahun berturut-turut.

Sementara itu Ketua GIPI Bali, Ngurah Wijaya mengatakan bahwa penghargaan tersebut selain menjadi kebanggaan tetapi juga kewajiban pemerintah, masyarakat dan pelaku pariwisata untuk mempertahankan budaya.

"Untuk mempertahankan pariwisata, budaya juga harus dipertahankan," kata Ngurah Wijaya.

(I Made Asdhiana/Kompas.com, Sumber: Antara)

KOMENTAR