Paleontolog menemukan hewan mirip dinosaurus yang telah hidup 10 juta tahun lebih awal daripada dinosaurus tertua yang pernah diketahui. Temuan ini menunjukkan bawah dinosaurus dan kerabatnya hidup lebih awal dibandingkan apa yang diyakini para ilmuwan sebelumnya. Riset ini juga menyimpulkan, sedikitnya telah terjadi tiga kali evolusi pada keluarga dinosaurus, dari makhluk pemakan daging menjadi hewan pemakan segala, termasuk tetumbuhan.
Deskripsi spesies yang baru ditemukan tersebut, bernama Asilisaurus kongwe muncul dalam sebuah makalah yang terbit pada 4 Maret lalu di jurnal ilmiah populer Nature, ditulis oleh Sterling Nesbitt, peneliti pascadoktoral di University of Texas.
Asilisaurus adalah bagian dari kelompok dinosaurus yang dikenal dengan silesaurus. Silesaurus dianggap mirip-dinosaurus karena memiliki banyak karakteristik dinosaurus namun tidak punya karakter kunci sebagaimana layaknya jenis dinosaurus. Analogi relasi antara silesaurus dan dinosaurus seperti hubungan kekerabatan antara manusia dan simpanse. Keberadaan kerabat dinosaurus ini 10 juta tahun lebih awal daripada dinosaurus tertua menunjukkan bahwa dinosaurus dan silesaurus telah berpencar dari moyang mereka 240 tahun lalu.
Fosil silesaurus ini merupakan fosil hewan mirip-dinosaurus zaman Triassic pertama yang ditemukan di Afrika, berupa 14 tulang fosil yang mendekati komplet kecuali pada bagian tengkorak kepala dan tangan. Berdasarkan rekonstruksi ilmuwan, tinggi hewan ini sekitar 0,5 hingga 1 meter, dengan panjang 1-3 meter, dan bobot sekitar 10-30 kilogram.
Spesies baru ini ditemukan bersamaan dengan sejumlah fosil kerabat buaya primitif di Tanzania selatan. Keberadaan hewan-hewan ini pada saat dan tempat yang bersamaan menjadi petunjuk lain bahwa keberagaman keluarga buaya pun telah terjadi lebih awal daripada yang diduga selama ini.
"Setiap orang suka dinosaurus," kata Nesbitt. "Tapi bukti baru ini menunjukkan bahwa mereka (dinosaurus) hanya merupakan satu dari banyak kelompok hewan yang mengarungi zaman Triassic, termasuk silesaurus, pterosaurus dan kerabat kelompok buaya purba."
Nama Asilisaurus kongwe berasal dari kata asili (bahasa Swahili yang berarti moyang atau dasar), sauros (Yunani, kadal), dan kongwe (Swahili, purba). Riset yang dilakukan Nesbitt didanai oleh The National Geographic Society, The Evolving Earth Foundation, The Grainger Foundation, dan The National Science Foundation.