| lihat halaman ini online |
|
 |
 |
Newsletter NGI Online |
25.06.10 |
|
| |
|
|
|
 |
| |
  |
 |
 |
|
 |
|
 |
| Perjalanan Evolusi |
|
Ancaman di Jantung Pakistan |
|
Listrik Abad 21 |
Pada 1996, tim menemukan tulang-belulang antelop, kuda, dan mamalia lain yang menunjukkan tanda penyembelihan dengan perkakas batu—pada 2,5 juta tahun, salah satu tanda tertua tentang penggunaan perkakas. Kawasan Awash Tengah di Etiopia adalah tempat di Bumi yang paling lama dihuni manusia. Anggota garis keturunan kita tinggal, meninggal, dan dimakamkan di tempat itu selama hampir enam juta tahun. Sekarang tulang-belulang mereka menyeruak keluar dari tanah. Selangkah demi selangkah tulang-belulang itu merekam bagaimana sosok primata primitif berotak kecil berevolusi untuk menaklukkan planet ini. Mana ada tempat yang lebih baik untuk mempelajari perjalanan kita menjadi manusia? Lebih lanjut lagi... |
|
Campuran gaya dan pengaruh—kombinasi suku dan agama—merupakan ciri khas Lahore, kota kedua terbesar di Pakistan dan ibu kota Provinsi Punjab. Punjab, yang merupakan provinsi terkaya dan terpadat dari keempat provinsi di negara itu, merupakan tempat pertemuan Timur dan Barat. Bahkan, pembagian India jajahan Inggris yang brutal dan berdarah pada pertengahan abad ke-20 tidak dapat menghancurkan vitalitas kosmopolitan Punjab. Namun, Taliban dan sekutunya berupaya sekuat tenaga untuk menghancurkannya. Dalam beberapa tahun terakhir, mereka melakukan serangkaian teror di Punjab, tempat asal banyak tokoh politik dan militer Pakistan, bahkan mengincar tim kriket nasional Sri Lanka yang sedang berkunjung. Lebih lanjut lagi... |
|
Pada hari ini terdapat berbagai jaringan di enam benua dan suatu hari nanti jaringan di Eropa mungkin akan menyeberangi Lautan Tengah memasuki Afrika untuk membawa tenaga sang surya dari Sahara ke Skandinavia. Di Kanada dan Amerika Serikat, jaringan membawa listrik jutaan megawatt melalui kabel listrik sepanjang puluhan juta kilometer. Ia disebut sebagai mesin terbesar di seluruh dunia. The National Academy of Engineering menyebutnya sebagai keberhasilan rekayasa terbesar pada satu abad terakhir ini. Thomas Edison, yang telah terkenal setelah menemukan lampu bohlam, mengatur kelahiran jaringan pada 1881, dengan menggali Manhattan Bawah untuk meletakkan kabel tembaga di dalam terowongan batu bata. Lebih lanjut lagi... |
| |
 |
|
 |
|
 |
| Burung Namdur |
|
Lautan Bukit Pasir |
|
Kilas Balik |
Secara mengejutkan burung ini sangat mirip dengan manusia. Bahkan, pakar biologi evolusi Jared Diamond menyebut hewan ini "burung yang paling mirip manusia." Burung ini dapat membangun pondok yang mirip rumah boneka; dapat mengatur bunga, daun, dan jamur sedemikian artistik, sehingga sebanding dengan karya Matisse. Beberapa bisa menyanyikan duet baik bagian jantan maupun bagian betina dari spesies burung lain secara bersamaan, sementara yang lainnya dengan mudah meniru kakak parau burung kukabura atau raungan gergaji mesin. Plus, semuanya bisa menari. Dan mengenai tumpukan kumbang milik Donald: Ia membunuh hewan itu semata-mata untuk hiasan. Selain namdur, hanya manusialah spesies yang diketahui memperlakukan binatang dengan cara ini. Lebih lanjut lagi... |
|
Layaknya laut di dekat Bahama yang tiba-tiba muncul seperti fatamorgana di tengah Sahara. Namun, di gurun ini, fatamorgana tersebut nyata. Menurut Antonio Cordeiro Feitosa, ahli geografi di Federal University of Maranhão, secara teknis, sebenarnya Lençóis tidak termasuk gurun. Curah hujan di wilayah tersebut mencapai seratus dua puluh sentimeter atau lebih setahun. Sementara berdasarkan definisinya, rata-rata curah hujan gurun kurang dari 25 sentimeter setahun. Akan tetapi, justru keberadaan air itulah yang memungkinkan terciptanya bentangan pasir ini. Dua sungai di dekatnya, Parnaíba dan Preguiças, membawa pasir dari pedalaman benua itu ke Samudra Atlantik. Sebagian besar sedimen mengendap di garis pantai taman sepanjang 70 kilometer. Lebih lanjut lagi... |
|
Berbahaya, Jangan Ditiru Kilatan listrik berpijar dari ujung jari-jari berbidal "pendeta-ilmuwan" keliling George Speake untuk menarik lebih banyak pengikut melalui pertunjukan "keajaiban" ilmu pengetahuan. Dari tahun 1940-an hingga 1960-an, ia adalah satu dari pria-pria yang tergabung dalam Moody Bible Institute di Chicago yang mendemonstrasikan kepercayaan agama melalui pertunjukkan azas dan prinsip ilmu pengetahuan. Untuk menciptakan efek kilat ini, Speake berdiri di puncak sebuah gulungan trafo listrik. Cahaya ruang pun meredup. Kemudian, atas perintahnya, arus listrik singkat berfrekuensi tinggi mengalir melalui kulit, naik dari kaki dan keluar di ujung jemarinya. Lebih lanjut lagi... |
|
| |
 |
 |
|
NG TRAVELER Sebagai warga Jakarta, mungkin telah ribuan kali kita melintas di Jalan Kramat Raya, melewati gedung tua di jalan itu. Namun, berapa kali kita pernah berniat singgah ke gedung tempat para pemuda mengangkat sumpah di tahun 1928 itu? Mungkin bisa dihitung dengan jari sebelah tangan. Kini Agustus menjelang, mari sisihkan waktu untuk singgah ke gedung itu dan rumah-rumah sejarah di sekitar kita untuk merayakan keberadaan kita sebagai bangsa. |
| |
| NG KIDS Di musim liburan ini, paling seru mengajak anak-anak main layangan.Tahukah anak Anda main layangan paling baik itu dari jam 12.00-17.00? Apakah dia juga tahu kalau ada layangan laki-laki dan perempuan? Nah, temukan cerita lengkapnya di edisi Juli 2010. |
|
 |
|
 |
|
|
 |
| |
Anda menerima e-mail ini karena terdaftar sebagai pelanggan newsletter National Geographic Indonesia Online. Untuk berhenti berlangganan klik di sini. Kirimkan pendapat, usulan, dan saran Anda terhadap artikel-artikel dalam National Geographic Indonesia. Komentar terbaik akan kami muat dalam kolom surat pembaca (forum) di majalah NG Indonesia. Komentar dapat dikirimkan melalui http://nationalgeographic.co.id/editorial Anda menerima e-mail ini karena terdaftar sebagai pelanggan newsletter National Geographic Indonesia Online. © 2009 National Geographic Indonesia Gd. Kompas Gramedia Lt. 6. Jl. Panjang No. 8A, Kebon Jeruk. Jakarta Barat 11530. Email: info@nationalgeographic.co.id
|
| |
|