Forum National Geographic Indonesia » SULAWESI » PERAHU PHINISI

PERAHU PHINISI

Moderators: iLagaligo, kuma, purwoshop.

Post Reply

Page: 1

Author Post
Member
Registered: Jan 2010
Posts: 963
Location: toraja - bandung

Pinisi adalah kapal layar tradisional khas asal Indonesia, yang berasal dari Suku Bugis dan Suku Makassar di Sulawesi Selatan. Kapal ini umumnya memiliki dua tiang layar utama dan tujuh buah layar, yaitu tiga di ujung depan, dua di depan, dan dua di belakang; umumnya digunakan untuk pengangkutan barang antarpulau. Pinisi adalah sebuah kapal layar yang menggunakan jenis layar sekunar dengan dua tiang dengan tujuh helai layar yang mempunyai makna bahwa nenek moyang bangsa Indonesia mampu mengharungi tujuh samudera besar di dunia.

User posted image

Sejarah Kapal kayu Pinisi telah digunakan di Indonesia sejak beberapa abad yang lalu, diperkirakan kapal pinisi sudah ada sebelum tahun 1500an. Menurut naskah Lontarak I Babad La Lagaligo pada abad ke 14, Pinisi pertama sekali dibuat oleh Sawerigading, Putera Mahkota Kerajaan Luwu untuk berlayar menuju negeri Tiongkok hendak meminang Putri Tiongkok yang bernama We Cudai.

User posted image

Sawerigading berhasil ke negeri Tiongkok dan memperisteri Puteri We Cudai. Setelah beberapa lama tinggal di negeri Tiongkok, Sawerigading kembali kekampung halamannya dengan menggunakan Pinisinya ke Luwu. Menjelang masuk perairan Luwu kapal diterjang gelombang besar dan Pinisi terbelah tiga yang terdampar di desa Ara, Tanah Beru dan Lemo-lemo. Masyarakat ketiga desa tersebut kemudian merakit pecahan kapal tersebut menjadi perahu yang kemudian dinamakan Pinisi.

Ritual pembangunan Pinisi

User posted image

Para pengrajin harus menghitung hari baik untuk memulai pencarian kayu sebagai bahan baku. Biasanya jatuh pada hari ke lima dan ketujuh pada bulan yang berjalan. Angka 5 (naparilimai dalle'na) yang artinya rezeki sudah di tangan. Sedangkan angka 7 (natujuangngi dalle'na) berarti selalu dapat rezeki. Setelah dapat hari baik, lalu kepala tukang yang disebut "punggawa" memimpin pencarian. Pada saat peletakan lunas, juga harus disertai prosesi khusus. Saat dilakukan pemotongan, lunas diletakkan menghadap Timur Laut. Balok lunas bagian depan merupakan simbol lelaki. Sedang balok lunas bagian belakang diartikan sebagai simbol wanita. Usai dimantrai, bagian yang akan dipotong ditandai dengan pahat. Pemotongan yang dilakukan dengan gergaji harus dilakukan sekaligus tanpa boleh berhenti. Itu sebabnya untuk melakukan pemotongan harus dikerjakan oleh orang yang bertenaga kuat. Demikian selanjutnya setiap tahapan selalu melalui ritual tertentu.

User posted image



Jenis kapal pinisi Ada dua jenis kapal pinisi Lamba atau lambo. Pinisi modern yang masih bertahan sampai saat ini dan sekarang dilengkapi dengan motor diesel (PLM). Palari. adalah bentuk awal pinisi dengan lunas yang melengkung dan ukurannya lebih kecil dari jenis Lamda.

http://www.ikadanewsonline.com/2011/04/kapal-phinisi-national-treasure.html

mungkin ada rekan2 yang bisa menambahkannya lagi,

tabe' diii' :)
Member
Registered: Jan 2010
Posts: 963
Location: toraja - bandung

tambahan dari http://dreamindonesia.wordpress.com/2009/12/26/phinisi-legenda-penjelajah-laut-indonesia-riwayatmu-kini/

Quote
Phinisi, Legenda Penjelajah Laut Indonesia Riwayatmu Kini


Mungkin banyak diantara kita yang masih ingat tentang sebuah kapal layar yang terbuat dari kayu dan diberi nama Phinisi Nusantara.

User posted image

Kapal ini memiliki nama yang melegenda dan hampir semua pelaut di tanah air tahu nama ini. Phinisi Nusantara memang telah mencatat pelayarannya yang bersejarah saat berhasil menyeberangi samudera Pasifik untuk menuju Vancouver, Kanada. Samudera yang terkenal ganas ini berhasil ditaklukan oleh sebuah kapal yang terbuat dari kayu, Phinisi Nusantara. Meskipun pada awalnya misi pelayaran spektakuler ini banyak diragukan orang, tapi Capt. Gita Ardjakusuma beserta 11 orang awak kapalnya berhasil menyelesaikan tugas ini dengan baik. Rintangan pada jalur pelayaran yang terkenal berbahaya di Samudera Pasifik dapat diatasi dengan baik hingga Phinisi Nusantara merapat dengan selamat di Vancouver.

Itu adalah kisah 23 tahun yang lalu. Misi pelayaran Phinisi Nusantara dirancang guna berpartisipasi pada Expo ’86 yang diselenggarakan di Vancouver, Kanada. Keseluruhan proyek pelayaran ini diprakarsai dan dikelola oleh Yayasan Phinisi Indonesia Raya (YPIR) yang ketuai Laksamana TNI (Purn) Soedomo. Kapal yang memiliki panjang 37 meter dan berbobot 120 ton ini memulai pelayaran bersejarahnya pada tanggal 9 Juli 1986. Bertolak dari dermaga perikanan Muara baru, Jakarta Utara dengan tujuan Vancouver. Rute pelayaran yang dilalui sungguh berat dengan ombak yang dikabarkan hingga setinggi 7 meter. Jauh lebih tinggi dibanding tiang listrik. Apalagi menurut Capt. Gita, mereka harus berlayar melawan angin. Setelah menempuh pelayaran sejauh 10.600 mil yang memakan waktu selama 68 hari akhirnya mereka dengan sukses mencapai tujuan, Vancouver. Di pelabuhan Marine Plaza, kapal beserta awaknya banyak mendapat sambutan dari masyarakat Vancouver.

Kabarnya setiap harinya kapal ini dikunjungi tidak kurang dari 3.000 orang pengunjung. Terlebih pada tanggal 21 September 1986, Phinisi Nusantara didatangi 25.000 pengunjung. Kota Vancouver memang memiliki sejarah bahari yang cukup panjang. Bagi mereka, kedatangan Phinisi Nusantara, sebuah kapal kayu dengan reputasi internasional yang berhasil menyeberangi Samudera Pasifik ini benar-benar mendapat perhatian yang penuh antusias. Dikabarkan, kedatangan Phinisi Nusantara di arena Expo ’86 itu dengan serta-merta langsung membuat stand Indonesia yang semula jarang didatangi orang mendadak dipenuhi pengunjung. Bahkan stand Indonesia mendapat sebuah penghargaan berupa paku rel kereta api yang merupakan simbol peringatan 100 tahun Trans Canada yang menjadi lambang transportasi masa lalu. Penghargaan ini hanya diberikan kepada 3 negara peserta Expo ’86 yang dinilai paling spektakuler.

Phinisi Nusantara waktu itu benar-benar melambungkan nama Indonesia di mata Internasional. Di dunia internasional, perahu Phinisi baru dikenal sejak 1906 silam. Perahu itu adalah bentuk termodern dari kapal tradisional orang Bugis-Makassar yang telah mengalami proses evolusi panjang. Kapal itu dibuat sebagai perahu layar dengan dua tiang dan tujuh hingga delapan helai layar. Pada umumnya perahu ini berukuran kecil dengan daya muat antara 20 hingga 30 ton dan panjang antara 10 hingga 15 meter. Hampir keseluruhan pembuatan perahu dilakukan dengan teknik-teknik sederhana dan mengunakan tenaga mesin yang sangat minim.

Sekarang mari kita flashback ke awal sejarah adanya perahu phinisi di ujung selatan pulau Sulawesi, di mana masyarakat setempat membangun sebuah tradisi bahari selama ratusan tahun. Cerita-cerita tentang keperkasaan para pelaut Bugis, Makassar, Mandar, dan Konjo telah menjadi buah bibir hingga ke pelosok negeri nun jauh di seberang lautan. Keindahan dan kekokohan perahunya dalam menghadapi keganasan ombak lautan, telah melahirkan cerita-cerita kepahlawanan yang mengagumkan.

Kisah tentang perahu Phinisi dari Tanah Beru dan para pelaut dari Bira, Kabupaten Bulukumba, yang mengemudikannya, kini sudah bukan cerita asing lagi. Namun tak banyak yang mengetahui kehebatan para pelaut dari ujung selatan Sulawesi ini dibangun dari tradisi panjang. Budaya itu didasarkan pada mitos tentang penciptaan perahu pertama oleh nenek moyang mereka.

Alkisah dalam mitologi masyarakat Tanah Beru, nenek moyang mereka menciptakan sebuah perahu yang lebih besar untuk mengarungi lautan, membawa barang-barang dagangan dan menangkap ikan. Saat perahu pertama dibuat, dilayarkanlah perahu di tengah laut. Tapi sebuah musibah terjadi di tengah jalan. Ombak dan badai menghantam perahu dan menghancurkannya. Bagian badan perahu terdampar di Dusun Ara, layarnya mendarat di Tanjung Bira dan isinya mendarat di Tanah Lemo.

Peristiwa itu seolah menjadi pesan simbolis bagi masyarakat Desa Ara. Mereka harus mengalahkan lautan dengan kerjasama. Sejak kejadian itu, orang Ara hanya mengkhususkan diri sebagai pembuat perahu. Orang bira yang memperoleh sisa layar perahu mengkhususkan diri belajar perbintangan dan tanda-tanda alam. Sedangkan orang Lemo-lemo adalah pengusaha yang memodali dan menggunakan perahu tersebut. Tradisi pembagian tugas yang telah berlangsung selama bertahun-tahun itu akhirnya berujung pada pembuatan sebuah perahu kayu tradisional yang disebut Phinisi.

Kini keyakinan mistis terhadap mitologi kuno itu masih kental dalam setiap proses pembuatan Phinisi. Diawali dengan sebuah ritual kecil, perahu Phinisi dibuat setelah melalui upacara pemotongan lunas. Upacara itu dipimpin seorang pawang perahu yang disebut Panrita Lopi. Berbagai sesaji menjadi syarat yang tak boleh ditinggalkan dalam upacara ini seperti semua jajanan harus berasa manis dan seekor ayam jago putih yang masih sehat. Jajanan menimbulkan keinginan dari pemilik agar perahunya kelak mendatangkan keuntungan yang tinggi. Sedikit darah dari ayam jago putih ditempelkan ke lunas perahu. Ritual itu sebagai simbol harapan agar tak ada darah tertumpah di atas perahu yang akan dibuat. Kemudian, kepala tukang memotong kedua ujung lunas dan menyerahkan kepada pemimpin pembuatan perahu. Potongan ujung lunas depan di buang ke laut sebagai tanda agar perahu bisa menyatu dengan ombak di lautan. Sedang potongan lunas belakang di buang ke darat untuk mengingatkan agar sejauh perahu melaut maka dia harus kembali lagi dengan selamat ke daratan. Pada bagian akhir, Panrita Lopi mengumandangkan doa-doa ke hadapan Sang Pencipta.

User posted image

Bagian-bagian dari kapal phinisi :

1. Anjong, segitiga di depan sebagai penyeimbang.

2. Sombala alias layar utama, berukuran besar mencapai 200 m.

3. Tanpasere layar kecil berbentuk segitiga ada di setiap tiang utama.

4. Cocoro pantara atau layar pembantu ada di depan.

5. Cocoro tangnga alias layar pembantu ada di tengah.

6. Tarengke layar pembantu di belakang.

Berkaitan dengan cerita kapal phinisi ini, pernah ada kekhawatiran dari orang-orang di Bulukumba, Sulawesi Selatan, bahwa rancang bangun kapal phinisi akan didaftarkan hak patennya oleh negara asing. Mengingat sentra-sentra pembuatan perahu atau kapal phinisi yang terbesar di dunia justru terletak diluar Indonesia. Contohnya sentra-sentra itu malah berada di beberapa negara seperti Jepang, Australia, Malaysia dan Brunei. Sebelumnya, Bulukumba sudah terlebih dahulu terkenal sebagai penghasil kapal phinisi dengan kualitas terbaik.

Indonesia dewasa ini memang sedang penuh dengan hiruk pikuk kepentingan dari banyak pihak. Hal-hal yang seharusnya diperhatikan malah jadi diabaikan. Hal-hal yang pernah membuat negeri ini bangga, sekarang sudah dilupakan. Padahal sebagian besar wilayah kita adalah lautan. Tapi justru di lautan kita makin tertinggal. Seperti nasib Phinisi Nusantara yang kini terlunta-lunta meskipun pernah mencetak prestasi yang luar biasa.

Dan mungkin sudah banyak orang Indonesia yang tidak ingat lagi lagu “Nenek moyangku orang pelaut”.
Member
Registered: Nov 2011
Posts: 15
Location: Yogyakarta

sepp mantap om...dilestarikan sejarah dan kegunaaan phiniisi ini karena sudah banyak masyarakat luar negeri yang menggunakannya... hati hati klaim hehehe
Member
Registered: Jun 2011
Posts: 62
Location: Jakarta

nenek moyangku memang orang pelaut
_______________
Hi...Sobat Mari kita Mari Hijaukan Bumi ini :D Makeityourring Diamond Engagement Rings :D
Member
Registered: Jan 2010
Posts: 963
Location: toraja - bandung

akhan wrote
sepp mantap om...dilestarikan sejarah dan kegunaaan phiniisi ini karena sudah banyak masyarakat luar negeri yang menggunakannya... hati hati klaim hehehe


saya aja blm pernah liat secara langsung
Member
Registered: Nov 2011
Posts: 15
Location: Yogyakarta

janganki kira om.. orang orang kita dipake jadi capten dan abk..
Member
Registered: Sep 2011
Posts: 42

Suatu kebanggaan kita orang Indonesia punya warisan leluhur kapal phinisi
_______________
Moderator
Registered: Mar 2011
Posts: 803
Location: Bandung, Jakarta

ada nggak ya museum yang nyimpen perahu pinisi asli yang berasal dari zamannya?
Member
Registered: Apr 2011
Posts: 931
Location: Bandung

fahriprayasi wrote
ada nggak ya museum yang nyimpen perahu pinisi asli yang berasal dari zamannya?

err..museum yang menyimpan perahu pinisi sebesar itu? wew :shock:
Moderator
Registered: Mar 2011
Posts: 803
Location: Bandung, Jakarta

shofi wrote
fahriprayasi wrote
ada nggak ya museum yang nyimpen perahu pinisi asli yang berasal dari zamannya?

err..museum yang menyimpan perahu pinisi sebesar itu? wew :shock:


ada emang yg masih utuh? Yaa minimal tiang2 nya aja atau sobekan layarnya jg gapapa lah hahaha
_______________
Forum NGI Mobile
Member
Registered: Apr 2011
Posts: 931
Location: Bandung

fahriprayasi wrote
shofi wrote
fahriprayasi wrote
ada nggak ya museum yang nyimpen perahu pinisi asli yang berasal dari zamannya?

err..museum yang menyimpan perahu pinisi sebesar itu? wew :shock:


ada emang yg masih utuh? Yaa minimal tiang2 nya aja atau sobekan layarnya jg gapapa lah hahaha
_______________
Forum NGI Mobile

ooh..kirain semua bagian kapal utuh hehe
iya ya..ada ga ya?
Member
Registered: Jan 2010
Posts: 963
Location: toraja - bandung

fahriprayasi wrote
ada nggak ya museum yang nyimpen perahu pinisi asli yang berasal dari zamannya?


kl museum blm pernah denger om, hihihi, tapi mungkin saja ada, nanti aku tanya2 dl deh, hahaha
Member
Registered: May 2012
Posts: 58

jadi banyak tau nih tentang perahu pinisi.. thanks
Member
Registered: Feb 2011
Posts: 230
Location: Maros

info tambahankalao ada yg berminat melihat langsung proses pembuatan phinisi silahkan ke tanah beru kabupaten bulukumba
_______________
I'm just an ordinary person who tried to reach a dream by saying to may self 'see, hear, feel, think, prove it with hard work
Member
Registered: Jun 2012
Posts: 27

saya belum pernah lihat perahu phinisi omm..... :D
Member
Registered: Sep 2011
Posts: 106

wawanblog wrote
saya belum pernah lihat perahu phinisi omm..... :D

heh serius?
Itu di Pautere ada banyak :D
Moderator
Registered: Aug 2010
Posts: 334
Location: Ciputat, Tanerang Selatan - Jakarta PP

tahukah teman teman akhir tragis dr kapal ini?????


13 September 2002 kapal ini karam dan tenggelam di kepulauan seribu...

http://www.indonesiawaters.com/2011/07/seperempat-abad-pelayaran-ekspedisi.html


dan bisa nangis baca ini:
http://groups.yahoo.com/group/unhas-ml/message/18421


lalu awal tahun ini disusul tenggelamnya kapal Maruta jaya di dok tanjung priok... :(


DILAUT KITA JAYA????? :(

User posted image

User posted image



Gimana kalau NGI ngadain acara menyusuri jejak Phinisi Nusantara?
_______________
........ hidup ini indah......
Member
Registered: Jan 2010
Posts: 963
Location: toraja - bandung

cupicuk wrote
tahukah teman teman akhir tragis dr kapal ini?????


13 September 2002 kapal ini karam dan tenggelam di kepulauan seribu...

http://www.indonesiawaters.com/2011/07/seperempat-abad-pelayaran-ekspedisi.html


dan bisa nangis baca ini:
http://groups.yahoo.com/group/unhas-ml/message/18421


lalu awal tahun ini disusul tenggelamnya kapal Maruta jaya di dok tanjung priok... :(


DILAUT KITA JAYA????? :(

User posted image

User posted image



Gimana kalau NGI ngadain acara menyusuri jejak Phinisi Nusantara?



di laut kita jaya, mungkin ini kata2 jaman dahulu lagi,
Member
Registered: Aug 2012
Posts: 1

Mohon ijin mencopy artikel ini di facebook saya

Terima kasih
Member
Registered: Aug 2012
Posts: 285
Location: Bogor

huwa makasih infonyaaaaa gan.
oh ya, mau tanya nih kan suka ada souvenir kapal phinisi didalam botol tuh ya. Cara masukkin kapal kedalam botolnya gimana tah ?
ada yang tau
_______________
Astari Ratnadya
@astarianadya
Member
Registered: Oct 2012
Posts: 2

soulsick wrote
akhan wrote
sepp mantap om...dilestarikan sejarah dan kegunaaan phiniisi ini karena sudah banyak masyarakat luar negeri yang menggunakannya... hati hati klaim hehehe


saya aja blm pernah liat secara langsung



Kalau mau lihat langsung Kapal Pinisi salah satu kebanggan bangsa Indonesia di Bali info saya ya :) ...

Kapal traditional phinisi buatan Indonesia telah terkenal ke manca negara dan di rubah menjadi kapal pesiar mewah Zen Phinisi Schooner ... Indonesia Luxury Yacht Charter
« Last edit by Rita Napitupulu on Mon Oct 08, 2012 2:25 pm. »
Member
Registered: Aug 2012
Posts: 24

seiring perkembangan teknologi yang semakin maju, keberadaan kapal phinisi seolah tenggelam dengan munculnya kapal-kapal modern yang lebih canggih.
Member
Registered: Sep 2012
Posts: 23
Location: Lintas Sulawesi Selatan. Makassar

soulsick wrote
akhan wrote
sepp mantap om...dilestarikan sejarah dan kegunaaan phiniisi ini karena sudah banyak masyarakat luar negeri yang menggunakannya... hati hati klaim hehehe


saya aja blm pernah liat secara langsung


kebetulan kampungku bulukumba :D. pembuatan di kec. tanah beru bro.
_______________
kenali lingkunganmu sebelum mencari tahu lingkungan lain., semoga kau tahu, dimana, kenapa dan siapa diriku. "a human's freedom"
Member
Registered: Oct 2012
Posts: 2

Rita Napitupulu wrote
soulsick wrote
akhan wrote
sepp mantap om...dilestarikan sejarah dan kegunaaan phiniisi ini karena sudah banyak masyarakat luar negeri yang menggunakannya... hati hati klaim hehehe


saya aja blm pernah liat secara langsung




Kapal traditional phinisi buatan Indonesia telah terkenal ke manca negara dan di rubah menjadi kapal pesiar mewah ... kalau mau lihat kapal Phinisi mewah di Bali banyak, pelabuhan Serangan.
_______________
Indonesian Yacht Charter

Post Reply

Page: 1