Forum National Geographic Indonesia » Sosial-Budaya » Holocaust: Politik Identitas Yahudi?

Holocaust: Politik Identitas Yahudi?

Moderators: kuma, siary, widhibek.

Post Reply

Page: 1

Author Post
Member
Registered: Jan 2011
Posts: 12

Moderator
Registered: Aug 2010
Posts: 334
Location: Ciputat, Tanerang Selatan - Jakarta PP

kalo 'java massacre' 1965-1965 seperti apa, pak?

kenapa nasib korban justru berkebalikan dengan korban holocaust....

di sini ekploitasi justru datang dari sang "pemenang"... dan korban beserta keturunannya malah harus menanggung "kutukan" sebagai identitasnya..
Moderator
Registered: Apr 2011
Posts: 820
Location: Ambon

membaca ini saya pun jadi teringat "Laha Massacre" pada saat pendudukan Jepang di Ambon, catatan sejarahnya sungguh hilang sama sekali.. sampe sekarang saya masih penasaran dengan kejadian Laha Massacre ini
Member
Registered: Mar 2011
Posts: 535
Location: Bandung

Nice sharing. Saya tunggu progress-nya aja, takut jadi korban propaganda.
Member
Registered: Jul 2010
Posts: 70

terima kasih atas sharingnya om. saya sempat mengamati masalah ini & malah pusing sendiri. :D
Member
Registered: Jan 2011
Posts: 1245
Location: Jakarta

jenggot wrote
terima kasih atas sharingnya om. saya sempat mengamati masalah ini & malah pusing sendiri. :D


xixixixi
Member
Registered: Jan 2011
Posts: 12

lalu kenapa keturunan korban java massacre tahun 1965-1966 - yang tidak mendapatkan ganti rugi apa pun- justru menderita sepanjang zaman dan mewarisi kebencian komunal orang indonesia?

pertama, aliran komunis dipandang sebagai defiance tidak hanya di indonesia tapi juga di dunia. nilai-nilai dalam komunis dianggap sebagai ancaman bagi peradaban manusia yang telah mapan. hambatan terbesar komunis adalah dari 2 paham besar dunia. pertama paham demokrasi liberal. kedua paham agama, apa pun kepercayaannya. komunis adalah gerakan "kiri" yang dianggap menyimpang dari gagasan kebebasan berpendapat, berusaha dan prinsip2 demokrasi yang (sampai skrg) dianggap terbaik. karenanya manusia-manusia komunis dianggap tidak memiliki jiwa kemanusiaan. hal ini ditambah sentimen buruk dari kalangan agama. komunis diidentikkan dengan ajaran-ajaran sekuler (bahkan ateis) yg menyangkal kepercayaan agama-agama di dunia (baik itu kristen islam yahudi atau lainnya). karena itu, kebencian terhadap orang-orang komunis jg berlatarbelakang isu agama. perbedaan telak komunis dengan dua kepercayaan besar dunia (demokrasi-liberalisme dan ketuhanan) menjadikan posisi mereka tidak terlalu menguntungkan. lebih dikenal sebagai ancaman drpd gagasan ideologis alternatif.

di indonesia tidak berbeda sama sekali. karena itu, ketika terjadi pembantaian, bukan hanya militer yang turun tangan, tetapi juga ormas-ormas islam dan warga yang merasa terancam dengan gagasan-gagasan komunis. di kalangan muslim, orang-orang komunis dicap sebagai manusia yang "darahnya halal" dan dimasukkan dalam bentuk jihad. karena itu, kehilangan ribuan manusia beraliran komunis bukanlah peristiwa yang memalukan dan menimbulkan kesedihan bagi indonesia. justru kebalikannya, musnahnya komunis dianggap sebagai langkah penyelamatan. dalam kasus ini, nilai-nilai hak asasi manusia diredam oleh dua paham yang lebih gigantis.

keturunan komunis selanjutnya jangan kan mendapatkan simpati, justru hidup selamanya dalam teror. di sini letak kebodohan manusia indonesia. pikiran awam memberikan penilaian bahwa komunisme juga bersifat warisan, sehingga otomatis keturunannya dicap memiliki nilai-nilai komunis. padahal ideologi tidak mengalir lewat darah. kekeliruan dan sesat berpikir ini tidak memberikan ruang bagi keturuan komunis untuk menuntut atas kejadian yang menimpa orang tua mereka dan atas apa yang ditimpakan pemerintah beserta rakyat indonesia kepada mereka.

tapi catatan yang penting adalah:
1. kondisi labeling dan stereotyping terhadap komunis dan keturunannya juga dipengaruhi oleh wacana yang dibangun pemerintah saat itu. tentunya semua ingat bagaimana pemerintah menghujani komunis dengan discourse2 mengenai kekejaman PKI lewat film, buku dan pelajatan di sekolah2 dasar. (sampai sekarang ketika membuat SKCK masih ada pertanyaan: di mana kah (apa yang) anda (lakukan) ketika peristiwa madiun?)
2. tidak ada yang bisa dituntut karena mereka dicap "bersalah" sejak awal..
3. identitas ada 2 macam: ascribe dan achieved. ascribe adalah identitas yang diwariskan sejak lahir, memiliki hubungan darah, sementara achieved adalah identitas yang didapatkan dalam proses hidup individu. komunis ada di golongan yang kedua.

kira-kira begitu deh, mudah2an lebih clear ttg perbedaan dgn Holocaust.. sementara untuk Laha Massacre nanti dulu ya.. hehe..

terima kasih sudah mau baca, hehe
Member
Registered: Oct 2010
Posts: 59
Location: Balikpapan - Malang

seperti kata nya Pramodya Ananta Toer yang mengatakan bahwa holocoust adalah pembantaian terbesar dari sejarah umat manusia dan yang kedua adalah pembantaian yang di lakukan Soeharto pada PKI
Moderator
Registered: Aug 2010
Posts: 334
Location: Ciputat, Tanerang Selatan - Jakarta PP

memang aneh juga di negeri kita ini, sampai sekarang pun kebencian pada komunis dan pengikutnya serta keturunannya pun masih mendarah daging tanpa perlu alasan, tanpa perlu pemahaman. kebencian pada komunis seperti ketakutan pada hantu, tak perlu alasan tak perlu pengalaman.

orde baru sangat berhasil membuat memory dan kebencian komunal ya....
bahkan di tahun 2000an pun seorang Taufik ismail masih dengan gagahnya mengatakan Komunis
Telah Membantai 120 Juta Orang di 70 Negara, 165: BISAKAH PKI MEMBANTAI 20 JUTA?

dan di tahun 2009, seorang Guru Besar Ilmu Sejarah pun membakar buku "revolusi agustus", sebuah narasi baru dari sudut pandang pelaku sejarah peristiwa madiun...

sepertinya kebodohan di negeri kita ini bukan hanya pada pikiran orang awam.... :-P



btw, mungkin keluar dari topiknya,
kalau boleh saya bertanya, kenapa di indonesia komunis (PKI) bisa tumbuh dengan berasimilasi dalam syarekat Islam?
Member
Registered: Jan 2011
Posts: 12

respons utk out of topicnya mas cupicuk nih:
syarekat islam adalah organisasi politik pertama di indonesia, dan karena pengaruhnya cukup kuat pada jaman it, muncul ketertarikan dari pihak luar. jaman itu SI punya kebijakan bahwa kadernya boleh jg menjadi atau mengembangkan organisasi lain. tahun 1914 ISDV (Indische Sociaal-Democratische Vereeniging) lahir lalu coba masuk ke syarekat islam utk kasih pengaruh. percobaan pertama gagal krn selain gagasan mereka khas impor, jg kurang sejalan dgn SI. lalu pendekatan berikutnya dgn cara infiltrasi, penyusupan. mereka ga terang-terangan lagi soal ideologi dan bisa klop sama SI lewat ide "memperjuangkan rakyat kecil". ISDV ini adalah cikal bakal PKI.

SI lalu melakukan reformasi kebijakan. kader2 tidak boleh lagi berdiri multi-organisasi. mereka menuntut kadernya utk memilih SI atau organisasi di luar. di saat ini lah SI terpecah dua, menjadi SI putih dan SI merah. SI merah ini berisikan Semaoen, Tan Malaka dan kader2 berideologi komunis. sejak itu SI putih berdiri sendiri dan kelak menjadi PSI. sementara kader2 SI merah membangun PKI.

sekian mas, mudah2an membantu. hehe
Member
Registered: Jan 2012
Posts: 549
Location: Perumnas Antang, Makassar

Yahudi, Holocaust, apa ada hbungan dengan 'konspirasi tatanan dunia baru'..??
maap klo prtanyaan ku sdikit ngawur..

Post Reply

Page: 1