Forum National Geographic Indonesia » Sejarah » Adityawarman dan Majapahit

Adityawarman dan Majapahit

Bagikan:

Moderators: kuma, siary, widhibek.

Post Reply

Page: 1

Author Post
Member
Registered: May 2009
Posts: 8
Location: Lirik, Indragiri Hulu, Riau

Hi Guys,

Waktu masih SD, gw pernah dengar cerita soal kepahlawanan Adityawarman selama mengabdi bersama Gajah Mada dan Pu Nala di Majapahit. Beliau konon punya cambuk/cemeti (bukan Amarasuri nya Sembara yak) yang luar biasa kenceng banget bunyinya. Nah, apa bener beliau punya senjata tersebut? Sekalian kita ramaikan dengan dunia sejarah Indonesia. bagaimana Pak Momod?
_______________
BR,


Aldi Paris
Member
Registered: Jul 2009
Posts: 2

Kayaknya cerita itu banyak mitosnya.
Member
Registered: Jul 2009
Posts: 14

guslitera wrote
Kayaknya cerita itu banyak mitosnya.


Memang hampir semua kisah sejarah di Indonesia banyak tercampur aduk dengan legenda dan mitos.
Sampai kadang-kadang sulit untuk memisahkan mana bagian yang nyata mana yang dikarang-karang.
Member
Registered: Jul 2009
Posts: 2

halo semuanya...saya masih bari nih di forum ini, salam kenal ya...sejauh pengetahuan saya tentang adityawarman, ia termasuk sepupu Sri Jayanegara, karena ibunda Adityawarman adalah saudara kandung Dara Petak yang merupakan ibunda Jayanegara, namun, Adityawarman lahir dan besar di Swarnadwipa (sumatra)...Begitu mungkin sedikit hubungan antara Adityawarman dengan Majapahit
Member
Registered: Aug 2009
Posts: 2

"Kayaknya cerita itu banyak mitosnya."

"Memang hampir semua kisah sejarah di Indonesia banyak tercampur aduk dengan legenda dan mitos. Sampai kadang-kadang sulit untuk memisahkan mana bagian yang nyata mana yang dikarang-karang."

penulisan kisah sejarah yang tercampur dengan mitos maupun legenda, awalnya memang bukan ditujukan sebagai sumber sejarah, melainkan hanya bertujuan untuk membentuk pencitraan seseorang yang berkuasa sebagai legitimasi kekuasaannya.
Member
Registered: Oct 2010
Posts: 5
Location: Gresik

inilah hebatnya orang Indonesia, orang jaman dahulu begitu mengagungkan suatu tokoh yang disukainya hingga mampu membuat cerita "besar" tentang tokoh tersebut walaupun mungkin kadang ada benarnya, tapi sebagian besar sepertinya itu hanya sekedar "tambahan" cerita
Member
Registered: Nov 2010
Posts: 47

maddkemal wrote
inilah hebatnya orang Indonesia, orang jaman dahulu begitu mengagungkan suatu tokoh yang disukainya hingga mampu membuat cerita "besar" tentang tokoh tersebut walaupun mungkin kadang ada benarnya, tapi sebagian besar sepertinya itu hanya sekedar "tambahan" cerita


Setuju omm :mrgreen:
Member
Registered: Oct 2010
Posts: 46
Location: Bogor, Indonesia

Walaupun mitos, tetep aja keren! :D
salah satu budaya orang indonesia, menciptakan fairy tale gitu. Ada bejibun kali cerita-cerita yang mengandung unsur mitos2 kaya gitu.
So far, menjadi trademark tersendiri menurut saya :)
salam hangat,
Member
Registered: Nov 2010
Posts: 233
Location: Malang, tapi tepatnya Kota Batu ^_^

bagaimana dengan zaman sekarang? mampukah kita?
Member
Registered: Mar 2011
Posts: 2

Adakah yang tau... Majapahit punya artileri tidak ya?
Setahu saya Majapahit cukup perkasa Angkatan Lautnya. Pada jaman itu (1500M) kapal-kapal perang sudah punya artileri yang dipasang di lambung kapal kan? Apakah angkatan darat mereka punya artileri? Saya penasaran karena di beberapa daerah di indonesia ada tradisi meriam bambu.
Moderator
Registered: Mar 2009
Posts: 668
Location: Jakarta

Bubuk mesiu pertama kali ditemukan dan digunakan di China pada tahun 1000, awalnya digunakan untuk kembang api. Kemudian berlanjut sesuai perkembangan teknologi peperangan menjadi mesiu untuk meriam dan senjata api. Tapi yang mengembangkan mesiu untuk sejnata ini lebih banyak bangsa-bangsa Eropa dan Amerika ketimbang bangsa China sendiri. Seperti buah kiwi dari China yang kemudian dikembangkan oleh Austalia dan Selandia Baru.
Selanjutnya bubuk mesiu ini masuk Indonesia dibawa oleh orang China pedagang untuk melengkapi upacara-upacara keagamaan dan adat mereka. Misalnya sewaktu Imlek dan lain-lain layaknya gong dan bedug yang kemudian diadopsi oleh kita. Tetapi pada saat pemerintahan Tribhuwanatunggadewi Jayawisynuwardhani yang kemudian digantikan oleh anaknya-Hayam Wuruk dan Majapahit mengalami zaman keemasan, mesiu belum digunakan sebagai senjata.
Waktu itu Gajah Mada sebagai panglima perang membawahi pasukannya yang kemudian dikenal dengan Bhayangkara, bukanlah sebagai sebuah pasukan altileri, tetapi lebih mirip pasukan infantri pada zaman sekarang.
Walaupun sebenarnya di Indonesia sendiri, terutama Pulau Jawa mempunyai sumber bahan peledak alami yang bisa digunakan, misalnya belerang yang banyak bertebaran di beberapa gunung di Jawa, tetapi perkembangannya untuk senjata peledak baru dimulai setelah era keemasan Majapahit.

Salam Wildlife
_______________
The Wildlife Photographers Community
www.wildlifeindonesia.com ; www.pendakigunung.org

Post Reply

Page: 1