Forum National Geographic Indonesia » Panjat & daki » Pengalaman "aneh" saat naik gunung

Pengalaman "aneh" saat naik gunung

Bagikan:

Moderators: kuma, Ruli Amrullah, siary, widhibek.

Post Reply

Page: « < 1 2 3 4 >

Author Post
Member
Registered: Aug 2012
Posts: 2
Location: sarijadi, Bandung

ane juga mau berbagi cerita nih gan..

pas sekitar taun 2010 lah..ane ama tmen2 kuliah naek ke gunung gede lewat gunung putri,ane kira2 naek sekitar jam 12 malem gan,waktu itu kita rombongan..sekitar 20 orang...

nah singkat cerita, pas kita nyampe di pos berapa ya lupa lagi..pokonya ada bangunan yang katanya itu tuh tempat nyimpen jenazah yang mati pas naek ke puncak gede. kita memutuskan untuk istirahat dulu sekalian solat shubuh klo ga salah...nah ane jadi imam tuh pas sholat,dan pas rakaat ke dua pas ane mau baca surat al ikhlas,tiba2 ada sesuatu lewat di depan ane gan..entah apa itu,pokoknya dia terbang bolak-balik di depan ane,terus ngilang..pas dia ngilang,terus bahu ane ada yang nepuk dari belakang gan..kontan lah ane dieeeemm aja..mau baca al ikhlas aja jadi lupa...ane coba tarik napas dan baca ishtigfar,dan ane lanjutin tuh sholat sampe beres..ane sengaja g cerita ke anak2 sampe turun..

dan kejadian mistis selanjutnya pas ane turun gan..ane ama tmen2 turun lewat cibodas,nah pas sampe ke danau itu kira2 jam 9 malem gan, persis di sebrang danau ane ngelihat bangunan putih gan..kaya bangunan baru gtu..trus ane bilang ke tmen2,eh malah ketawa2..mereka pada g ngeliat gan.. :o :o :o

terus pas udah lewat pertigaan yang mau ke curug tuh,g jauh dari situ,ane ngeliat yg putih2 gan..ane kirain lampu dari pos pendaftran gan..pas ane sorot pake headlamp tuh benda langsung terbang gtu gan...

pas ane ceritain ke anak2 pengalaman mistis gw,anak2 pada kaget gitu gan.. :o :o :o


itu sedikit cerita dari ane gan, mungkin agan2 ada yang pernah ngalamin kejadian sama kaya ane??
_______________
>>>KOPASKONG<<<
Member
Registered: Aug 2010
Posts: 86
Location: di bawah telapak kaki IBU

ikut nongkrong ahhh...
sebenarnya yg gho'ib2 gitu gak perlu jauh2 ke gunung gan, di rumah masing2 juga ada :mrgreen:

nahh untuk di gunung, ya namanya di alam liar mah dijamin pasti ada penunggunya gan.. yg penting niat kita naik gunung bener, gak ngerusak, gak ngeganggu dll.. yg penting niat kita peace love en gahul :D

klo yg di kasih liat sama yg nungguin.. ya anggap aja ngajak kenalan gan, sebagai salam kenall :P

dan harapan ane sih, semoga cerita2 mistis kyk yg temen2 alamin gini ini gak jadi hambatan bagi rekan2 pecinta alam yg lain buat nanjak, kan sayang aja klo ada yg mau nanjak menikmati keindahan karya Tuhan tiba2 gak jadi cuma gara2 ketakutan denger2 cerita mistis. :'(
anggap aja sebagai tambahan wawasan perhantuan.. huhuhahahahahaaa :evil:

yg sejatinya kita hidup di dunia yg berbeda... bagimu duniamu, bagiku duniaku... :)

-salam nanjak- 8)
_______________
Member
Registered: Jun 2009
Posts: 190
Location: Jakarta, Indonesia

Perasaan aneh yang selalu saya alami adalah ketika naik gunung, prosesnya selalu membuat saya menyesal punya hobi nyusain badan kaya gini dan mikir knp saya harus di hutan klo sebenarnya saat itu bisa saja di bioskop dan bersantai ria...tapi begitu turun dan jalanin rutinitas...rasa kangen naik gunung selalu muncul dengan hebatnya....aneh ;) ;) ;)
Member
Registered: Aug 2012
Posts: 38
Location: Makassar - Yogyakarta

Inuyasha wrote
gak tauk
karena lom penah...naik.. :'(



Nyoba aja gan naik gunung nyaa.. tpi jgn lupa utk persiapan yg mantep dan logistik yg lengkap "safety"

Antara ada 2 hal klo pertama kali naik gunung:
Taubat naik gunung karena capek dll atau ketagihan naik gunung karena keindahan alam nya yg gak pernah di temui di wisata mana pun dan wisata semahal apapun. :D

Oh,, ya klo naik gunung tolong perhatiin sampah nya,
_______________
Aku harus belajar menerima segala hal, seperti bumi menerima hujan bagaimanapun derasnya dan Aku ttp belajar menghargai manusia selayak nya manusia. :D
Member
Registered: Jul 2011
Posts: 10
Location: Jakarta Barat

andriyanti_nina wrote
pertama kali naek gunung bulan juli kemaren bersama rombongan dr berbagai daerah yang akhirnya kita sepakat untuk tetap menjadi 1 sahabat untuk selamanya "team 16"
gag maen2, pertama kali naek gunung, langsung ke gunung semeru, dimana gunung tersebut merupakan gunung tertinggi di jawa.
alhamdulillah tdk mengalami hal aneh2 saat mendaki. pengalaman yang tak terlupakan adalah sebuah kebersamaan, semangat saling memotivator, egoisme pribadi di tinggalkan, kepedulian bersama. disaat ada yang merasa gag kuat untuk meneruskan langkah, motivator sahabat bisa jadi sebuah senjata ampuh untuk tetap bisa melangkahkan kaki ke depan. sayang kita hanya sampai ke kumbolo, karena dr ber 16 itu yang expert naek gunung hanya 2 orang, yang laennya hanyalah didorong oleh keinginan untuk mengagumi keindahan ciptaan Yang Maha Besar dan didorong sepenuhnya motivator dr sebuah buku '5 cm'
dari pengalaman itu, ternyata membuatku untuk terus kepingin naek gunung.
dan kita berjanji, suatu saat lagi jika ada kesempatan kita akan sampai pada puncak mahameru...

'keindahan yang tak pernah bisa habis, mengagumi maha karya abadi_Nya'


agustus ini senang sekali bisa sama-sama mbak nina, ngetrip ke semeru. walau mbak nina nya gagal muncak karena sakit.. tapi kesan ngetrip barengnya tak terlupakan mbak.. tahun depan ngetrip bareng lagi ya hehhe.. :lol:

User posted image

di foto ini mbak Nina yang makai kaos coklat sebelah saya berkaos hitam di tengah persis yang ada cariel merah.
« Last edit by rafiq on Mon Sep 03, 2012 1:07 pm. »
Member
Registered: Jul 2011
Posts: 10
Location: Jakarta Barat

pandawa lima wrote
yah om namanya juga cerita rakyat, mungkin dibuat cerita seperti itu agar anak2 mereka tidak sembarangan main ke gunung, kan Indonesia masih sangat kental dengan budaya "pamali"nya om :mrgreen:


ya tapi kalau sampai gak ada yang bisa pulang atau kebanyakan hilang disana itu juga gak masuk akal dan sulit untuk di cerna oleh akal sehat. semistik apapun...tempatnya.. walaupun itu semua kata orang tapi minimal kan bisa kita saring dulu di fikiran kita.. masa iya sih..
Moderator
Registered: Mar 2009
Posts: 1942

..kenapa ya naik gunung tasnya gede2 dan berat? Baju ganti kan gak banyak, sleeping bag kan enteng2... :mrgreen:
_______________
Being an architect isn't only about construction, it's about creating wide spaces with small spaces.

http://about.me/siary
Member
Registered: Jul 2011
Posts: 10
Location: Jakarta Barat

siary wrote
..kenapa ya naik gunung tasnya gede2 dan berat? Baju ganti kan gak banyak, sleeping bag kan enteng2... :mrgreen:


kalau saya tenda, kompor, nesting masuk ke cariel mas. gak mungkin cuma daypackan aja hehe.. :lol:
Member
Registered: Aug 2012
Posts: 30
Location: Bandung, Indonesia

*ikut share
Sekitar pertengahan tahun 2011, nubie dan 4 orang kawan2 L50Traveler Bandung berniat mengunjungi RancaUpas di sekitaran Ciwidey Selatan Bandung.
mungkin lebih tepatnya jalan2 sekaligus hiking. Dengan tanpa peralatan (bahkan senter pun hanya sebuah headlamp hadiah dari produk batre yang dijual di swalayan, kami mulai menuju puncak via Leuweung tengah jam dua siang dengan harapan jam 6sore sudah kembali ke lokasi perkemahan. singkat cerita, jam 5 sore kami sudah ditengah jalan menuju mobil yang diparkir di bumi perkemahan. entah karena kawan2 yang sedang euforia berfoto, kami memutuskan untuk "belok kiri" melalui jalur Lapangan tembak. :twisted: jam 6sore gelap pun datang dan tak tahu arah jelasnya kami pun tersesat alias "nyasab" setelah menelepon kantor pusat kawah putih (kami sempat mendapat sinyal HP) akhirnya jam 11 malam tim dan beberapa warga sekitar menjemput kami yang sedang dalam kondisi kelelahan dan kelaparan , dan dijalan mereka menjelaskan kalo lokasi kami di temukan itu jauhnya sekitar 7km dari Leuweung Tengah.. :o
Jadi sejak jam 6 sore itu kami berjalan satu jam sampai sejauh itu, entah kekuatan apa yang membawa kami kesana..
kawan2 pun berjanji pada diri masing2 tidak akan pernah lagi menganggap enteng alam, sekalipun area tersebut sudah sering dikunjungi.. :'(
Betapa kita makhluk Nya tak seberapa dibanding semesta ciptaan Nya
Wallahu'alam
_______________
From Bandung With Love
Moderator
Registered: Mar 2009
Posts: 668
Location: Jakarta

Di Gunung Gede yang dimaksud angker mungkin di Kandang Batu, ada bangunan dari batu sebelum Kandang Badak yang sudah mulai tidak beraturan bentuknya. Katanya sih banyak setannya disitu, katanya. Kata pendaki yang masih sering ketakutan. :P
Tapi kalau buka camp disitu pernah nemuin ada pendaki gunung yang mondar-mandir dan numpang istirahat kemudian naik ke atas dan datang lagi dari arah bawah, numpang istirahat lagi, berkali-kali. Sendirian, dengan rambut panjang, dan kaos putih, bau minyak melati dan rokok klembak menyan. dan ketika ditanya selalu menjawab sambil menunduk dengan jawaban "nyari teman saya bang".
Maka itu saya, :lol:
kadang kalau di gunung memang suka iseng saya. Serius ini. Maaf ya yang pernah saya takut-takutin.
Para pendaki selalu menganggap kandang batu menyeramkan, makanya saya sering nongkrong disitu sendirian buat tes mental para pendaki. :evil:
Kadang saya duduk diam saja tanpa jacket. Ketika ada pendaki lewat malam-malam dan tanya, permisi bang, atau nanya mau kemana bang. Maka saya jawab, "nggak kemana-mana ini kan rumah saya"
Ada juga yang tanya, rumahnya mana bang? saya jawab sambil menunduk "ini rumah saya".
Dengan bau minyak melati dan rokok kemenyan, Rombongan pendaki tadi kemudian lari tunggang langgang. :mrgreen: :twisted:

maaf ya, lahir batin

Salam Wildlife
_______________
The Wildlife Photographers Community
www.wildlifeindonesia.com ; www.pendakigunung.org
Member
Registered: Aug 2012
Posts: 30
Location: Bandung, Indonesia

Bernard T. Wahyu Wiryanta wrote
Kadang saya duduk diam saja tanpa jacket. Ketika ada pendaki lewat malam-malam dan tanya, permisi bang, atau nanya mau kemana bang. Maka saya jawab, "nggak kemana-mana ini kan rumah saya"

Salam Wildlife


Busyet om.... *waspada* :shock:
_______________
From Bandung With Love
Member
Registered: Sep 2012
Posts: 1

Bayangin.. naik gunung tenda dome kebakar..
Member
Registered: Sep 2012
Posts: 9
Location: malang

waah kebetulan ane juga punya cerita ni gan, pengalaman sendiri.
tapi bukan gunung sih, tepatnya masuk hutan suaka alam di jawa timur, mungkin para agan udah ada yang pernah ke sana ya. oke hutan itu sering kita sebut sempu, tepatnya kita menuju pantai sendang biru terlebih dahulu, setelah sampai kita nyeberang pake kapal kir2 sepuluh menit kita nyampe teluk semut dan jalan lagi sekitar beberapa kilo, lupa ane beberapa kilo nyampe segoro anakan. jadi gini, ini pertama kami ke sana kecuali cewek ane, dia udah 1x pernah kesana, jadi dia rada rada masih ingat jalan menuju ke sananya, oke akhirnya pada hari jum'at kami putuskan untuk berangkat, kami nyampe ke pantai sendnag birunya kira2 jam 3 sore, sampai sana minta izin , dan setelah itu cari kapal. nah disini udah mulai kejanggalan yang dirasa. dari sekian banyak kapal yang ada di sana, entah kenapa kami malah disuruh naik kapal nomor 13, secara nomor 13 kan angka angka mistis gitu. oke kami ga permasalahin itu. kami nyeberang dengan aman, naah sampai seberang, pas beberapa ratus meter kami jalan, terdengan suara adzan asar, posisi kami itu baru jalan beberapa ratus meter, kami berhenti sejenak ngabisin azan dan kemudian lanjut lagi, naah sialnya lagi waktu itu kondisi setempat jalan menanjak, becek karena habis ujan tadi malam, dan sepiii, cuma kami yang masuk, padahal biasanya jum'at bnyak orang lain yang ke sana, tapi entah kenapa waktu itu cuma kami doang. tapi ga jadi masalah buat kami, kami jalan terus. sampai akhirnya waktu kira2 sudah pukul setengah lima sore, ane merasa udah hampir sampai dan cewek ane yang tau jalannya juga sudah yakin kalau jalannya bener, dan ga tau kenapa tiba tiba pas ane sama temen ane menerus kan perjalanan, tiba tiba jalan setapak itu tertutup alias kayak ga ada bekas jejak orang lagi, kayaknya masih pure hutan yang ga pernah di jamah orang gitu. akhirnya kami putuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan itu karena takutnya kalau di terusin bakal kesasar, setelah setengah perjalanan pulang ane mikir ga mungkin banget udah di terusin karena waktu udah hampir magrib, akhirnya kami inisiatif nelpon orang seberanga ( pantai sendang biru ) untuk jemput kami, karena kami takut pulang nya juga malah di sasarin. untungnya ane make telkomsel jadi ane bisa nelpon orang seberang, cukup lama kami menunggu karena ternyata orang seberang salah mendeskirpsikan tempat yang kami arah kan pada mereka. hinngga pukul setengah 8 akhirnya kami ketemu sama time rescue tersebut. dan kami di saran kan sama tim rescue itu untuk melanjutkan perjalanan kami karena kami sudah berjalan lebih dari setengah jalan, sehingga kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan dengan gelap2an dengan penerangan cuma hanya senter. dan sampailah kami kesegoro anakan itu dan apesnya lagi sampai di sana kami di sambut oleh badai yang kencang :'( dan akhirnya kami tidur basah basahan malam itu :D dan konon katanya memang kalau kita masuk hutan atau pun naik gunung tepa pada saat saat setelah ashar dan sebelum magrib itu, pintu gerbang dunia lain terbuka, sehingga kami meyimpulkan bahwa kami hampir saja masuk ke dalam alam lain :'( padahal setelah balik dari sana jalan yang kami tempuh emang benar benar itu jalannya tapi entah kenapa kemarin tiba2 jalan itu tertutup seperti tak terjamah oleh manusia gitu :| . sekian dulu share dari ane gan mudah mudahan dapat menjadi pelajaran bagi yang lainnya
Moderator
Registered: Mar 2009
Posts: 668
Location: Jakarta

sandymega wrote
waah kebetulan ane juga punya cerita ni gan, pengalaman sendiri.
tapi bukan gunung sih, tepatnya masuk hutan suaka alam di jawa timur, mungkin para agan udah ada yang pernah ke sana ya. oke hutan itu sering kita sebut sempu, tepatnya kita menuju pantai sendang biru terlebih dahulu, setelah sampai kita nyeberang pake kapal kir2 sepuluh menit kita nyampe teluk semut dan jalan lagi sekitar beberapa kilo, lupa ane beberapa kilo nyampe segoro anakan. jadi gini, ini pertama kami ke sana kecuali cewek ane, dia udah 1x pernah kesana, jadi dia rada rada masih ingat jalan menuju ke sananya, oke akhirnya pada hari jum'at kami putuskan untuk berangkat, kami nyampe ke pantai sendnag birunya kira2 jam 3 sore, sampai sana minta izin , dan setelah itu cari kapal. nah disini udah mulai kejanggalan yang dirasa. dari sekian banyak kapal yang ada di sana, entah kenapa kami malah disuruh naik kapal nomor 13, secara nomor 13 kan angka angka mistis gitu. oke kami ga permasalahin itu. kami nyeberang dengan aman, naah sampai seberang, pas beberapa ratus meter kami jalan, terdengan suara adzan asar, posisi kami itu baru jalan beberapa ratus meter, kami berhenti sejenak ngabisin azan dan kemudian lanjut lagi, naah sialnya lagi waktu itu kondisi setempat jalan menanjak, becek karena habis ujan tadi malam, dan sepiii, cuma kami yang masuk, padahal biasanya jum'at bnyak orang lain yang ke sana, tapi entah kenapa waktu itu cuma kami doang. tapi ga jadi masalah buat kami, kami jalan terus. sampai akhirnya waktu kira2 sudah pukul setengah lima sore, ane merasa udah hampir sampai dan cewek ane yang tau jalannya juga sudah yakin kalau jalannya bener, dan ga tau kenapa tiba tiba pas ane sama temen ane menerus kan perjalanan, tiba tiba jalan setapak itu tertutup alias kayak ga ada bekas jejak orang lagi, kayaknya masih pure hutan yang ga pernah di jamah orang gitu. akhirnya kami putuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan itu karena takutnya kalau di terusin bakal kesasar, setelah setengah perjalanan pulang ane mikir ga mungkin banget udah di terusin karena waktu udah hampir magrib, akhirnya kami inisiatif nelpon orang seberanga ( pantai sendang biru ) untuk jemput kami, karena kami takut pulang nya juga malah di sasarin. untungnya ane make telkomsel jadi ane bisa nelpon orang seberang, cukup lama kami menunggu karena ternyata orang seberang salah mendeskirpsikan tempat yang kami arah kan pada mereka. hinngga pukul setengah 8 akhirnya kami ketemu sama time rescue tersebut. dan kami di saran kan sama tim rescue itu untuk melanjutkan perjalanan kami karena kami sudah berjalan lebih dari setengah jalan, sehingga kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan dengan gelap2an dengan penerangan cuma hanya senter. dan sampailah kami kesegoro anakan itu dan apesnya lagi sampai di sana kami di sambut oleh badai yang kencang :'( dan akhirnya kami tidur basah basahan malam itu :D dan konon katanya memang kalau kita masuk hutan atau pun naik gunung tepa pada saat saat setelah ashar dan sebelum magrib itu, pintu gerbang dunia lain terbuka, sehingga kami meyimpulkan bahwa kami hampir saja masuk ke dalam alam lain :'( padahal setelah balik dari sana jalan yang kami tempuh emang benar benar itu jalannya tapi entah kenapa kemarin tiba2 jalan itu tertutup seperti tak terjamah oleh manusia gitu :| . sekian dulu share dari ane gan mudah mudahan dapat menjadi pelajaran bagi yang lainnya


Kok saya sering mencoba masuk hutan belantara pada jam-jam segitu, aman-aman saja ya.
Apa memang dimensi saya berbeda hingga tidak pernah bertemu mahkluk gaib, dan tidak pernah masuk pintu alam lain.
Padahal tiap ada larangan-larangan di suatu tempat sering sengaja saya langgar, pengen membuktikan saja. Pengen bertemu para mahluk gaib Tapi ya tidak pernah ketemu juga.
Pernah juga disebuah pohon besar yang dikeramatkan, katanya tidak boleh ini-itu dan sebagainya. Semua saya langgar pantangannya, saya tongkrongin sampai pagi, juga ndak ada apa-apa. Cuma diserbu batalyon nyamuk doang.

Salam Wildlife
_______________
The Wildlife Photographers Community
www.wildlifeindonesia.com ; www.pendakigunung.org
Member
Registered: Sep 2012
Posts: 9
Location: malang

Bernard T. Wahyu Wiryanta wrote
sandymega wrote
waah kebetulan ane juga punya cerita ni gan, pengalaman sendiri.
tapi bukan gunung sih, tepatnya masuk hutan suaka alam di jawa timur, mungkin para agan udah ada yang pernah ke sana ya. oke hutan itu sering kita sebut sempu, tepatnya kita menuju pantai sendang biru terlebih dahulu, setelah sampai kita nyeberang pake kapal kir2 sepuluh menit kita nyampe teluk semut dan jalan lagi sekitar beberapa kilo, lupa ane beberapa kilo nyampe segoro anakan. jadi gini, ini pertama kami ke sana kecuali cewek ane, dia udah 1x pernah kesana, jadi dia rada rada masih ingat jalan menuju ke sananya, oke akhirnya pada hari jum'at kami putuskan untuk berangkat, kami nyampe ke pantai sendnag birunya kira2 jam 3 sore, sampai sana minta izin , dan setelah itu cari kapal. nah disini udah mulai kejanggalan yang dirasa. dari sekian banyak kapal yang ada di sana, entah kenapa kami malah disuruh naik kapal nomor 13, secara nomor 13 kan angka angka mistis gitu. oke kami ga permasalahin itu. kami nyeberang dengan aman, naah sampai seberang, pas beberapa ratus meter kami jalan, terdengan suara adzan asar, posisi kami itu baru jalan beberapa ratus meter, kami berhenti sejenak ngabisin azan dan kemudian lanjut lagi, naah sialnya lagi waktu itu kondisi setempat jalan menanjak, becek karena habis ujan tadi malam, dan sepiii, cuma kami yang masuk, padahal biasanya jum'at bnyak orang lain yang ke sana, tapi entah kenapa waktu itu cuma kami doang. tapi ga jadi masalah buat kami, kami jalan terus. sampai akhirnya waktu kira2 sudah pukul setengah lima sore, ane merasa udah hampir sampai dan cewek ane yang tau jalannya juga sudah yakin kalau jalannya bener, dan ga tau kenapa tiba tiba pas ane sama temen ane menerus kan perjalanan, tiba tiba jalan setapak itu tertutup alias kayak ga ada bekas jejak orang lagi, kayaknya masih pure hutan yang ga pernah di jamah orang gitu. akhirnya kami putuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan itu karena takutnya kalau di terusin bakal kesasar, setelah setengah perjalanan pulang ane mikir ga mungkin banget udah di terusin karena waktu udah hampir magrib, akhirnya kami inisiatif nelpon orang seberanga ( pantai sendang biru ) untuk jemput kami, karena kami takut pulang nya juga malah di sasarin. untungnya ane make telkomsel jadi ane bisa nelpon orang seberang, cukup lama kami menunggu karena ternyata orang seberang salah mendeskirpsikan tempat yang kami arah kan pada mereka. hinngga pukul setengah 8 akhirnya kami ketemu sama time rescue tersebut. dan kami di saran kan sama tim rescue itu untuk melanjutkan perjalanan kami karena kami sudah berjalan lebih dari setengah jalan, sehingga kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan dengan gelap2an dengan penerangan cuma hanya senter. dan sampailah kami kesegoro anakan itu dan apesnya lagi sampai di sana kami di sambut oleh badai yang kencang :'( dan akhirnya kami tidur basah basahan malam itu :D dan konon katanya memang kalau kita masuk hutan atau pun naik gunung tepa pada saat saat setelah ashar dan sebelum magrib itu, pintu gerbang dunia lain terbuka, sehingga kami meyimpulkan bahwa kami hampir saja masuk ke dalam alam lain :'( padahal setelah balik dari sana jalan yang kami tempuh emang benar benar itu jalannya tapi entah kenapa kemarin tiba2 jalan itu tertutup seperti tak terjamah oleh manusia gitu :| . sekian dulu share dari ane gan mudah mudahan dapat menjadi pelajaran bagi yang lainnya


Kok saya sering mencoba masuk hutan belantara pada jam-jam segitu, aman-aman saja ya.
Apa memang dimensi saya berbeda hingga tidak pernah bertemu mahkluk gaib, dan tidak pernah masuk pintu alam lain.
Padahal tiap ada larangan-larangan di suatu tempat sering sengaja saya langgar, pengen membuktikan saja. Pengen bertemu para mahluk gaib Tapi ya tidak pernah ketemu juga.
Pernah juga disebuah pohon besar yang dikeramatkan, katanya tidak boleh ini-itu dan sebagainya. Semua saya langgar pantangannya, saya tongkrongin sampai pagi, juga ndak ada apa-apa. Cuma diserbu batalyon nyamuk doang.

Salam Wildlife


wah bang bernard ini emng wild banget sampe sampe hal hal gaib aja di cari cari. :o ya kata orang orang dulu sih gitu bang. kalo masuk hutan atau gunung di antara jam segitu, biasanya pintu alam gaib itu terbuka. tapi yaa percaya ga percaya aja itu bang. ane juga pengen percaya susah tapi ga percaya udah pernah ngalamin. kan kalo dimensi lain itu pasti ada, apa lagi yang namanya hutan. mungkin emang frekuensi bang bernard emang beda bang. kn frekuensi orang itu beda beda bang. ada yang sukur2 ga bisa lihat, ada juga yang kasihan banget liat terus. nah bersukur klo gitu bang bernard ga bisa liat, ribet mas kalau kita bisa liat hal2 gitu. apalagi sampe yang berbeda dimensi itu minta tolong kita. :'(
Member
Registered: Oct 2012
Posts: 6

wah udah pada sering ya naik gunung. saya baru mau ikut-ikutan naik gunung salak dari kampus.. pengen beli tas gunungnya. tp ngga ngerti mana yang bagus ya?perlengkapan apa aja yg mesti dibawa? pengen beli peralatannya, lagi milih2.. tapi kok mahal ya gan alat-alat naik gunung. butuh share mas apa aja yg paling penting dan ga terlalu penting. buat newbi kayak saya ini. hehe. makasi ya...
« Last edit by widhibek on Mon Oct 01, 2012 6:03 pm. »
Administrator
Registered: Jan 2009
Posts: 1274
Location: Jakarta

Quote
Tapi kalau buka camp disitu pernah nemuin ada pendaki gunung yang mondar-mandir dan numpang istirahat kemudian naik ke atas dan datang lagi dari arah bawah, numpang istirahat lagi, berkali-kali. Sendirian, dengan rambut panjang, dan kaos putih, bau minyak melati dan rokok klembak menyan. dan ketika ditanya selalu menjawab sambil menunduk dengan jawaban "nyari teman saya bang".
Maka itu saya, :lol:


Wahahaha...layak masuk acaranya Komeng nih, yang suka jahilin orang.
_______________
Administrator Forum NGI Online
Moderator
Registered: Mar 2009
Posts: 668
Location: Jakarta

Administrator wrote
Quote
Tapi kalau buka camp disitu pernah nemuin ada pendaki gunung yang mondar-mandir dan numpang istirahat kemudian naik ke atas dan datang lagi dari arah bawah, numpang istirahat lagi, berkali-kali. Sendirian, dengan rambut panjang, dan kaos putih, bau minyak melati dan rokok klembak menyan. dan ketika ditanya selalu menjawab sambil menunduk dengan jawaban "nyari teman saya bang".
Maka itu saya, :lol:


Wahahaha...layak masuk acaranya Komeng nih, yang suka jahilin orang.


ha, ha, ha, ha, ha :lol:
kadang di beberapa pohon besar saya ciptakan mitos, saya taburi bunga dan saya bakar kemenyan dan sesajen. Orang pada takut berbuat kriminal terhadap pohon tadi akhirnya, dan selamatlah si pohon dari penebang liar.

Di Gunung Gede, kadang ketika evakuasi anak-anak yang sakit, atau tersesat dan kebetulan kedapatan membawa bunga edelweis saya tambahi cerita mitos. Karena kuwalat, mengambil bunga kesayangannya eyang Suryakencana, makanya dibikin celaka sama eyang.
Yaaa, sebenarnya sih nggak bener, tapi efeknya untuk lingkungan, paling tidak cerita beredar dan Anaphalis javanica disana sedikit aman dari tangan jahil :D

Salam Wildlife
_______________
The Wildlife Photographers Community
www.wildlifeindonesia.com ; www.pendakigunung.org
Member
Registered: Oct 2012
Posts: 2

pengalaman saya kalau naik gunung jarang ketemu yang aneh-aneh mungkin penyebab kawan-kawan ketemu yang begituan karna faktor fisik yang lelah karna melewati jalur pendakian sehingga jadi timbul lah fatamorgana yang aneh-aneh berpikir positif dan tetap semangat.
Member
Registered: Oct 2012
Posts: 2

ikut kongko2 ni guys....
klo boleh ni gw mau minta tolong, ada gak yang punya catatan perjalanan dari jakarta sampai ke pos pendakian Gn. Tambora, termasuk ongkos2nya guys n kondisi lapangan terkini, hehehehehe.....
Ada rencana ni untuk plesiran kesana, mohon informasinya ya..

Terima Kasih..

Salam
Member
Registered: Oct 2012
Posts: 1

:mrgreen:
4i5 wrote
ikut kongko2 ni guys....
klo boleh ni gw mau minta tolong, ada gak yang punya catatan perjalanan dari jakarta sampai ke pos pendakian Gn. Tambora, termasuk ongkos2nya guys n kondisi lapangan terkini, hehehehehe.....
Ada rencana ni untuk plesiran kesana, mohon informasinya ya.. :mrgreen:

Terima Kasih..

Salam
Member
Registered: Oct 2012
Posts: 10
Location: Sidoarjo

Gunung salak, mengerikan ternyata ya -_-
Moderator
Registered: Mar 2009
Posts: 668
Location: Jakarta

rifqyfaizarahman wrote
Gunung salak, mengerikan ternyata ya -_-


Ah tidak juga, kalau dari sisi mistisnya
Kalau mengerikan dari medannya iya. Hutannya masih lebat, medannya susah, banyak babi hutan dan macan kumbang.
Belum lagi gas beracun di kawah ratu, dan cuacanya yang unpredictable.
Itu yang mengerikan.
Jadi dibutuhkan skill dan kedisiplinan untuk kesana.

Atau ada pengalaman aneh mungkin yang bisa di share ke teman-teman disini.
Waktu dan tempat saya persilahkan :mrgreen:


Salam Wildlife
_______________
The Wildlife Photographers Community
www.wildlifeindonesia.com ; www.pendakigunung.org
Member
Registered: Jul 2012
Posts: 16

ikutan cerita :mrgreen:

sebetulnya bukan pengalaman aneh justru kelakuan bodoh yang sangat mendalam :oops:
singkat cerita november 2011 saya naik ke gede untuk menggalau akibat baru diputusin * :? dengan teman2 saya mahasiswa UI..

tidak ada yang aneh dari perjalanan kami, hanya beberapa selentingan kisah yang katanya menyeramkan di Kandang Batu n Kandang Badak yang udah ga karuan bentuknya *mengutip perkataaan om bernald :lol: :lol: ...

sampe di Kandang badak kita disambut oleh udara khas gunung gede yang dingin buanget, kita pun memutuskan untuk bermalam dan melakukan attack summit pukul 03.00 pagi dengan harap bisa mengabadikan sunrise di puncak gede. parahnya sampe jam 08.00 pagi masih pada ngeringkep di tenda (karena orangnya gede2 saya akhirnya tidur diluar tenda beralaskan tanah dan sliping bag) sok kuat hihihi :twisted:

akhirnya tepat 09.00 kami melakukan attack summit :x :x (mau ngapain hihihi), sampe di tanjakan setan kami tertatih2 memanjatnya (huuuu lebay).. momen itu kami gunakan untuk mengabadikan dengan Pentax kd 100 kesayangan saya :mrgreen: :mrgreen:

kami pun sampai di batas vegetasi *mengutip kata2 om widi heheh.. mlihat suasana yang cerah tanpa awan saya pun kembali mengeluarkan si Pentax 100 kd dan memotret ke segala penjuru tanpa ambun bak penembak jitu :)

tidak lupa, kami berpose bagaikan pendaki yang menaklukan mount everest (padahalbaru gede),,, tak hentinya hati ini memanjatkan syukur atas karunia Allah SWT atas ALAM INDONESIA YANG BEGITU INDAH DAN BERMAKNA :roll: ... saya kembali memotret setiap jengkal gunung gede, puas memotret di puncak, saya turun ke alun2 suryakencana untuk memotret keabadian setangkai edelwish

*di puncak saya sempat memetik edelwish dan menempelkan sebuah surat yang saya bentuk pesawat terbang lalu menerbangkannya menuju kawah (puncak kegalauan (biarkan semuanya tersimpan bersama keabadian setangkai edelwish di ketinggaian kawah gunung gede)) cckckcck :lol: :lol: :mrgreen: #galau tingkat dewa

Oke lupakan, lanjutkan narasi, di alun2 surken, saya kembali memotret maha karya sang khalik berupa padang edelwish dan bunga2 khas gunung gede lainnya, puas memotret kami turun melalui gunung putri (pake nyasar lagi, untung ada anak2 yang jualan teh anget jadinya ikut jalur mereka :twisted: :twisted: ) kami pun sampai di pos gunung putri tepat saat adzan magrib...


cerita tidak sampai disitu, karena lelah saya memutuskan untuk menginap di kosan teman saya yang terletak di Depok. Keesokannya saya hendak melihat hasil gambar selama di gunung gede, ketika Laptop sudah siap digunakan, saya pun membuka tempat penyimpanan kartu memori

SAYA TERGELAK KAGET BUKAN MAIN karena, ternyata selama di gunung Gede SAYA LUPA MELETAKKAN MEMORY CARD DI CAMERA SLR SAYA :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen: :evil: :evil: :evil: :lol: :mrgreen: :mrgreen: :lol:

HASIL SAYA SELAMA DI GUNUNG GEDE HANYA BISA SAYA REKAM DALAM SANUBARI seraya mengutuk kebodohan saya yang teramat mendalam

sekian :) :lol: :lol:
Moderator
Registered: Mar 2009
Posts: 668
Location: Jakarta

Satria Loka Widjaya wrote
ikutan cerita :mrgreen:

sebetulnya bukan pengalaman aneh justru kelakuan bodoh yang sangat mendalam :oops:
singkat cerita november 2011 saya naik ke gede untuk menggalau akibat baru diputusin * :? dengan teman2 saya mahasiswa UI..

tidak ada yang aneh dari perjalanan kami, hanya beberapa selentingan kisah yang katanya menyeramkan di Kandang Batu n Kandang Badak yang udah ga karuan bentuknya *mengutip perkataaan om bernald :lol: :lol: ...

sampe di Kandang badak kita disambut oleh udara khas gunung gede yang dingin buanget, kita pun memutuskan untuk bermalam dan melakukan attack summit pukul 03.00 pagi dengan harap bisa mengabadikan sunrise di puncak gede. parahnya sampe jam 08.00 pagi masih pada ngeringkep di tenda (karena orangnya gede2 saya akhirnya tidur diluar tenda beralaskan tanah dan sliping bag) sok kuat hihihi :twisted:

akhirnya tepat 09.00 kami melakukan attack summit :x :x (mau ngapain hihihi), sampe di tanjakan setan kami tertatih2 memanjatnya (huuuu lebay).. momen itu kami gunakan untuk mengabadikan dengan Pentax kd 100 kesayangan saya :mrgreen: :mrgreen:

kami pun sampai di batas vegetasi *mengutip kata2 om widi heheh.. mlihat suasana yang cerah tanpa awan saya pun kembali mengeluarkan si Pentax 100 kd dan memotret ke segala penjuru tanpa ambun bak penembak jitu :)

tidak lupa, kami berpose bagaikan pendaki yang menaklukan mount everest (padahalbaru gede),,, tak hentinya hati ini memanjatkan syukur atas karunia Allah SWT atas ALAM INDONESIA YANG BEGITU INDAH DAN BERMAKNA :roll: ... saya kembali memotret setiap jengkal gunung gede, puas memotret di puncak, saya turun ke alun2 suryakencana untuk memotret keabadian setangkai edelwish

*di puncak saya sempat memetik edelwish dan menempelkan sebuah surat yang saya bentuk pesawat terbang lalu menerbangkannya menuju kawah (puncak kegalauan (biarkan semuanya tersimpan bersama keabadian setangkai edelwish di ketinggaian kawah gunung gede)) cckckcck :lol: :lol: :mrgreen: #galau tingkat dewa

Oke lupakan, lanjutkan narasi, di alun2 surken, saya kembali memotret maha karya sang khalik berupa padang edelwish dan bunga2 khas gunung gede lainnya, puas memotret kami turun melalui gunung putri (pake nyasar lagi, untung ada anak2 yang jualan teh anget jadinya ikut jalur mereka :twisted: :twisted: ) kami pun sampai di pos gunung putri tepat saat adzan magrib...


cerita tidak sampai disitu, karena lelah saya memutuskan untuk menginap di kosan teman saya yang terletak di Depok. Keesokannya saya hendak melihat hasil gambar selama di gunung gede, ketika Laptop sudah siap digunakan, saya pun membuka tempat penyimpanan kartu memori

SAYA TERGELAK KAGET BUKAN MAIN karena, ternyata selama di gunung Gede SAYA LUPA MELETAKKAN MEMORY CARD DI CAMERA SLR SAYA :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen: :evil: :evil: :evil: :lol: :mrgreen: :mrgreen: :lol:

HASIL SAYA SELAMA DI GUNUNG GEDE HANYA BISA SAYA REKAM DALAM SANUBARI seraya mengutuk kebodohan saya yang teramat mendalam

sekian :) :lol: :lol:



Lho, kok aneh?
Lupa meletakkan memory card di kamera SLR, dan lupa memasang film di kamera DSLR? :mrgreen: :lol:

Salam Wildlife
_______________
The Wildlife Photographers Community
www.wildlifeindonesia.com ; www.pendakigunung.org

Post Reply

Page: « < 1 2 3 4 >