Forum National Geographic Indonesia » Arkeologi » Misteri Candi Ratu Boko

Misteri Candi Ratu Boko

Bagikan:

Moderators: kuma, siary, widhibek.

Post Reply

Page: 1 2 3 > »

Author Post
Member
Registered: May 2011
Posts: 470
Location: Yogyakarta - Jakarta - Kalimantan

Cobalah anda datang pada saat matahari terbit, atau menjelang matahari terbenam, sangat fantastis!! Dari komplek Candi Ratu Boko, anda akan bisa melihat dengan jelas, betapa indahnya bola bulat berwarna keemasan mengambang persis di gapura candi ini, dan perlahan-lahan tenggelam. Begitu juga di pagi hari, ketika matahari akan terbit.

User posted image

Tata Ruang dan Arsitektur Ratu Boko

Ratu Boko kemungkinan dibangun sekitar abad 9 M oleh Dinasti Syailendra, yang kelak mengambil alih Mataram Hindu. Sebagai sebuah monumen peninggalan zaman dahulu, Ratu Boko masih menyimpan misteri. Atribut-atribut yang terdapat di sini memang mengacu pada sebuah wilayah perkampungan. Tapi tetap saja para ahli masih sulit mengindentifikasikan, apakah ia merupakan taman kerajaan, istana, benteng, atau candi.

Ratu Boko memiliki 3 buah teras/ tingkat, yang masing-masing dipisahkan dengan dinding batu dan benteng. Untuk mencapai teras pertama, kita harus melewati sebuah gerbang besar yang dibangun dalam 2 tahap. Di sebelah barat teras ini terdapat sebuah benteng atau Candi Batu Kapur (Temple of Limestone). Dinamakan Candi Batu Kapur karena ia memang terbuat dari batu kapur. Jaraknya kira-kira 45 m dari gerbang pertama.

Teras kedua dan pertama dipisahkan oleh tembok andelit. Teras kedua ini dapat kita capai setelah melewati gerbang di paduraksa yang terdiri dari 3 pintu. Pintu yang lebih besar (Gerbang Utama) ada di tengah-tengah, diapit oleh dua buah gerbang yang lebih kecil.

Teras kedua dan ketiga di pisahkan oleh benteng batu kapur dan tembok andelit. Untuk masuk ke dalam teras ketiga, kita harus melewati 5 gerbang, dimana gerbang yang paling tengah lebih besar ukurannya bila dibandingkan dengan 4 gerbang lain yang mengapitnya.

Di teras ketiga (teras paling besar) lah terpusat sisa-sisa peninggalan. Di sini kita bisa menemukan antara lain Pendopo (Ruang Pertemuan). Pondasi pendopo ini berukuran panjang 20 m, lebar 20 m, dan tinggi 1,25 m, terletak di sebelah utara dari teras ini.

Sedangkan di sebelah selatan, kita akan menemukan pondasi Pringgitan, berukuran panjang 20 m, lebar 6 m, dan tinggi 1,25 m. Keduanya, pendopo dan pringgitan, dikelingi oleh sebuah pagar dengan panjang 40 m, lebar 36 m, dan tinggi 3 m. Pagar ini dilengkapi dengan 3 gerbang beratap di sebelah utara, selatan, dan di sebelah barat. Tiga buah tangga dibuat untuk mendaki sampai ke pondasi tersebut.

Di sebelah timur pendopo, terdapat Komplek Kolam Pemandian yang dikelilingi oleh pagar empat persegi panjang. Komplek ini terdiri dari 3 kelompok. Kelompok pertama, terdiri dari 3 buah kolam berbentuk persegi empat. Dua di antaranya memanjang dari utara sampai selatan, dan keduanya dipisahkan oleh sebuah gerbang. Sedangkan kelompok kedua terdiri dari 8 kolam bundar yang dibagi dalam 3 baris.

Di teras ini, kita juga bisa melihat sisa-sisa bangunan yang disebut Paseban (Ruang Resepsi) yang membujur dari utara ke selatan. Reruntuhan gerbang, pagar dan landaian juga terdapat di sini.

Selain itu, juga terdapat Keputren (Istana atau Tempat Tinggal Putri), dimana di dalamnya terdapat sebuah kolam persegi panjang berukuran 31 x 8 m2 yang dikelilingi oleh pagar. Pagar ini mempunyai 2 gerbang, masng-masing terletak di sebelah baratdaya dan timurlaut. Sekitar 60 m dari gerbang ini, kita bisa melihat reruntuhan batu-batuan, tapi kondisi lantainya masih baik. Dasarnya berbentuk bujur sangkar berukuran 20 x 20 m.

Selain tempat-tempat tersebut, masih banyak reruntuhan yang bisa kita temukan di Ratu Boko, misalnya saja reruntuhan Gua Laki-Laki (Male Cave) berukuran panjang 3,5 m, lebar 3 m, dan tinggi 1,5 m, serta sebuah gua yang berukuran lebih kecil lagi, Gua Perempuan (Female Cave).

Ratu Boko telah menghasilkan banyak sekali artefak, termasuk arca-arca, baik arca Hindu (Durga, Ganesha, Garuda, lingga, dan yoni), serta arca Buddha (tiga Dhyani Buddha yang belum selesai). Selain itu, juga ditemukan keramik dan beberapa prasasti.

Salah satu prasasti yang ditemukan adalah prasasti Siwagraha. Prasasti ini menyebutkan peperangan antara Raja Balaputra dan Rakai Pikatan. Karena kalah perang, Balaputra melarikan diri dan membangun tempat pertahanan di atas kaki bukit Ratu Boko.

Di sana juga pernah ditemukan lima fragmen prasasti berhuruf Prenagari dan berbahasa Sansekerta, Walaupun tidak utuh, prasasti ini masih bisa dibaca. Isinya berkaitan dengan pendirian bangunan suci Awalokiteswara, salah satu Buddhisatwa dalam agama Buddha, khususnya aliran Mahayana. Dilihat dari bentuk hurufnya, prasasti-prasasti tersebut berasal dari abad ke-8 M.

Selain itu, juga ditemukan tiga prasasti berhuruf Jawa Kuno dalam bentuk Syair Sansekerta. Dua di antaranya memuat tahun 778 Saka atau 856 M, yang berisi pendirian lingga Kerttiwasa dan lingga Triyambaka atas perintah Raja Kumbhaya. Sedangkan prasasti satunya lagi berisi pendirian lingga atas perintah Raja Kalasodbhawa.

Prasasti lain yang ditemukan di Ratu Boko adalah sebuah prasasti berbahasa Sansekerta-Jawa, dan sebuah inskripsi (tulisan singkat) pada lempengan emas.

Misteri Ratu Boko yang Belum Terungkap

Walaupun begitu banyak dan beragamnya sisa-sisa bangunan ditemukan di sana, sampai sekarang fungsi Ratu Boko masih belum diketahui. Ada yang percaya bahwa bahwa Ratu Boko merupakan biara, atau sebuah tempat beristirahat dan rekreasi.

Prasasti-prasasti yang ditemukan pun agaknya sulit untuk dijadikan sebagai sumber untuk mengetahui fungsi candi yang satu ini. Tulisan-tulisan yang ditemukan di sana hanya menunjukkan bahwa Ratu Boko ada di masa antara abad ke-8-9. Prasasti yang berasal dari abad ke-8 umumnya berisi pendirian bangunan suci Buddha, sedangkan abad ke-9 berisi tentang pendirian bangunan suci Hindu sekali. Tapi karena tidak ada prasasti yang secara eksplisit menyebutkan fungsi dari setiap bangunan yang ada, maka Ratu Boko masih menjadi misteri sampai sekarang.

Akankah misteri ini terungkap?
Member
Registered: Mar 2011
Posts: 236
Location: DKI Jakarta

baru denger saya candi ratu boko, ini lokasi persisnya dimana ya?
Member
Registered: May 2011
Posts: 470
Location: Yogyakarta - Jakarta - Kalimantan

Tambahan foto candi ratu boko...

User posted image

User posted image
Member
Registered: May 2011
Posts: 470
Location: Yogyakarta - Jakarta - Kalimantan

andri'z wrote
baru denger saya candi ratu boko, ini lokasi persisnya dimana ya?


sekitar 3 km dari Candi Prambanan om, trs kalo dari kota Jogja sekitar 19 km.
berminat..?? :D
Member
Registered: Mar 2011
Posts: 236
Location: DKI Jakarta

Dewangga wrote
andri'z wrote
baru denger saya candi ratu boko, ini lokasi persisnya dimana ya?


sekitar 3 km dari Candi Prambanan om, trs kalo dari kota Jogja sekitar 19 km.
berminat..?? :D


wah minat mas..nanti deh klo main ke magelang disempetin ksana.. :mrgreen:
Member
Registered: May 2011
Posts: 470
Location: Yogyakarta - Jakarta - Kalimantan

satu lagi mas... banyak orang menduga-duga hubungan antara Kraton Ratu Boko dengan Candi Prambanan. Salah satunya adalah legenda dara ayu Loro Jonggrang yang menjalin hubungan kasih dengan Bandung Bondowoso. Raden Bandung, berasal dari Kraton Ratu Boko. Sebagai putra mahkota, ia mengharapkan akan mempunyai permaisuri yang cantik. Pilihannya jatuh kepada kembang desa Prambanan bernama Loro Jonggrang. Namun, ternyata Loro Jonggrang menolak kesempatan ini. Alasannya, raja yang berkuasa di Kraton Ratu Boko, yaitu ayah Bandung Bondowoso, terkenal sangat jahat. Kabar-kabarnya senang membunuh manusia.
di tunggu kunjungannya... :D :D :D
Member
Registered: Mar 2011
Posts: 236
Location: DKI Jakarta

nice mas infonya..baru baca2 bahwa di sekitar candi ratu boko disinyalir masih memerlukan penggalian yang lebih luas karena masih banyak situs tersembunyi di sana..
wallohu alam..
Member
Registered: May 2011
Posts: 470
Location: Yogyakarta - Jakarta - Kalimantan

andri'z wrote
nice mas infonya..baru baca2 bahwa di sekitar candi ratu boko disinyalir masih memerlukan penggalian yang lebih luas karena masih banyak situs tersembunyi di sana..
wallohu alam..


denger2 juga mas.. ktanya ada 7 prasasti dari Ratu Boko.
Member
Registered: Mar 2011
Posts: 236
Location: DKI Jakarta

Dewangga wrote
andri'z wrote
nice mas infonya..baru baca2 bahwa di sekitar candi ratu boko disinyalir masih memerlukan penggalian yang lebih luas karena masih banyak situs tersembunyi di sana..
wallohu alam..


denger2 juga mas.. ktanya ada 7 prasasti dari Ratu Boko.


oh ya? udah diketemukan blm?
Member
Registered: May 2011
Posts: 470
Location: Yogyakarta - Jakarta - Kalimantan

naah.. sepengetahuan saya... dan kalau mas ingat cerita ttg Rakai Kayuwangi yg diserang oleh Rakai Walaing Pu Kumbhayoni...
Rakai Walaing ini kita kenal dari 7 prasasti yg ditemukan di bukit Ratu Boko, yaitu satu dari desa Pereng, satu dari desa Dawangsari, tiga dari pendopo teras Kraton Ratu Boko kalau ga salah, dan dua buah ga diketahui asalnya. Semuanya berbahasa Sansekerta, dgn huruf Jawa kuno... tahunnya aq lupa mas.. :D
Member
Registered: Mar 2011
Posts: 236
Location: DKI Jakarta

Dewangga wrote
naah.. sepengetahuan saya... dan kalau mas ingat cerita ttg Rakai Kayuwangi yg diserang oleh Rakai Walaing Pu Kumbhayoni...
Rakai Walaing ini kita kenal dari 7 prasasti yg ditemukan di bukit Ratu Boko, yaitu satu dari desa Pereng, satu dari desa Dawangsari, tiga dari pendopo teras Kraton Ratu Boko kalau ga salah, dan dua buah ga diketahui asalnya. Semuanya berbahasa Sansekerta, dgn huruf Jawa kuno... tahunnya aq lupa mas.. :D


oh gtu..wah jadi inget jaman2 smp/sma belajar sejarah niy,hehe.. :D
Member
Registered: May 2011
Posts: 470
Location: Yogyakarta - Jakarta - Kalimantan

hahahaaa.....
trgantung mas... sejrah yg gimana dlu..
soalnya jaman sekrang sjarah tuh udah jadi bahan mainan buat manipulas.. :D
Member
Registered: Apr 2011
Posts: 173
Location: Bandung

Dewangga wrote
User posted image


unik ya candinya,,,baru tau sy ;)
next destination nih :D
Member
Registered: Mar 2011
Posts: 236
Location: DKI Jakarta

Dewangga wrote
hahahaaa.....
trgantung mas... sejrah yg gimana dlu..
soalnya jaman sekrang sjarah tuh udah jadi bahan mainan buat manipulas.. :D


hahaha..betul mas..
kita lihat saja nanti apakah kisruh PSSI muncul di buku sejarah.. :mrgreen:
Member
Registered: Apr 2011
Posts: 173
Location: Bandung

andri'z wrote
Dewangga wrote
hahahaaa.....
trgantung mas... sejrah yg gimana dlu..
soalnya jaman sekrang sjarah tuh udah jadi bahan mainan buat manipulas.. :D


hahaha..betul mas..
kita lihat saja nanti apakah kisruh PSSI muncul di buku sejarah.. :mrgreen:


hahaha,,sejarah kan diciptakan oleh pihak yang menang.
Member
Registered: Apr 2011
Posts: 310
Location: Bandung

Saya pernah ke sana! Pas sunset juga baguus! Sebenernya paling juara pas sunrise! Reruntuhan gitu, cuma emang juara banget!!! Udaranya juga ga terlalu panas kaya di Candi Borobudur, dari sana sejajar bisa ngeliat Candi Prambanan *iya kan kalo ga salah?
Kalo ga salah sih pernah jadi satu site film horor Indonesia, judulnya Keramat..
Member
Registered: Apr 2009
Posts: 991
Location: Jakarta, ID

Dewangga wrote
hahahaaa.....
trgantung mas... sejrah yg gimana dlu..
soalnya jaman sekrang sjarah tuh udah jadi bahan mainan buat manipulas.. :D


jangan2 nantinya negeri ini tinggal sejarah? ;(
Member
Registered: May 2011
Posts: 470
Location: Yogyakarta - Jakarta - Kalimantan

Kanne wrote
Saya pernah ke sana! Pas sunset juga baguus! Sebenernya paling juara pas sunrise! Reruntuhan gitu, cuma emang juara banget!!! Udaranya juga ga terlalu panas kaya di Candi Borobudur, dari sana sejajar bisa ngeliat Candi Prambanan *iya kan kalo ga salah?
Kalo ga salah sih pernah jadi satu site film horor Indonesia, judulnya Keramat..


bener bgt mba.... solanya dstu msih ada keterkaitan sama Candi Prambanan... :D
aq malah blm pernah wktu sunrise,. kalau udara ga terlalu panas, emng bner sih...
film apa tu mba..??
kurang tau aku....

aliepodja wrote
jangan2 nantinya negeri ini tinggal sejarah? ;(


hahahahaa......
tergantung generasinya om.. mau ga.. :D
Member
Registered: May 2011
Posts: 470
Location: Yogyakarta - Jakarta - Kalimantan

fraja wrote
andri'z wrote
Dewangga wrote
hahahaaa.....
trgantung mas... sejrah yg gimana dlu..
soalnya jaman sekrang sjarah tuh udah jadi bahan mainan buat manipulas.. :D


hahaha..betul mas..
kita lihat saja nanti apakah kisruh PSSI muncul di buku sejarah.. :mrgreen:


hahaha,,sejarah kan diciptakan oleh pihak yang menang.


yaaa....semua jadi terasa legal om. . :D
Moderator
Registered: May 2011
Posts: 414
Location: Wonosobo, Jawa Tengah | Sleman, DI Yogyakarta

Saya Mah dulu ke Komplek Candi Boko pas acara Ultahnya IMI Jogja,
kebetulan temen saya punya band yang diundang kesana wat ngehibur jadi saya ikut terlibat,

Soal misterinya waduh belum baca-baca literaturnya je,
tapi menurut mata awam saya komplek Candi Boko memang unik terletak didataran yang lebih tinggi dari puncak Candi Prambanan,
kemudian komplek candinya luas juga, denger-denger itu merupakan tempat persembahan wat seorang wanita yang dipuja apa gemana gitu,..
Member
Registered: May 2011
Posts: 470
Location: Yogyakarta - Jakarta - Kalimantan

ngalimanbt wrote
Saya Mah dulu ke Komplek Candi Boko pas acara Ultahnya IMI Jogja,
kebetulan temen saya punya band yang diundang kesana wat ngehibur jadi saya ikut terlibat,

Soal misterinya waduh belum baca-baca literaturnya je,
tapi menurut mata awam saya komplek Candi Boko memang unik terletak didataran yang lebih tinggi dari puncak Candi Prambanan,
kemudian komplek candinya luas juga, denger-denger itu merupakan tempat persembahan wat seorang wanita yang dipuja apa gemana gitu,..


waah.. kalau pemujaan sperti itu saya kurang tau mas..
mungkin anda bisa menambahkan..? :D
Moderator
Registered: May 2011
Posts: 414
Location: Wonosobo, Jawa Tengah | Sleman, DI Yogyakarta

Dewangga wrote
ngalimanbt wrote
Saya Mah dulu ke Komplek Candi Boko pas acara Ultahnya IMI Jogja,
kebetulan temen saya punya band yang diundang kesana wat ngehibur jadi saya ikut terlibat,

Soal misterinya waduh belum baca-baca literaturnya je,
tapi menurut mata awam saya komplek Candi Boko memang unik terletak didataran yang lebih tinggi dari puncak Candi Prambanan,
kemudian komplek candinya luas juga, denger-denger itu merupakan tempat persembahan wat seorang wanita yang dipuja apa gemana gitu,..


waah.. kalau pemujaan sperti itu saya kurang tau mas..
mungkin anda bisa menambahkan..? :D


Yang terkait "denger-denger itu merupakan tempat persembahan wat seorang wanita yang dipuja apa gemana gitu," saya juga kurang yakin bung.

Kemudian sempat cari sumber bacaan, begini ini ceritanya :

Tentang penamaan Ratu" Kelemahan yg paling utama ada disini coba digambarkan bahwa adalah dalam kisah Ratu Balqis adalah seorang perempuan, sementara dlm legenda jawa Ratu Boko adalah lelaki.

Teori ini mungkin didasari dari istilah "Ratu", pengertian ratu = queen = bergender perempuan dan raja = king = bergender laki-laki padahal itu tidak berlaku di jawa.

Arti ratu di jawa : Ratu = King = Queen = Pemimpin kerajaan, penguasa, majikan.
tidak peduli apakah dia berjenis laki2 atau perempuan.

contoh :

- ratu amarta, ratu astina, ratu alengka dsb....semua lelaki.
- keraton berasal dari kata 'karaton' = ka + ratu + an.
- sabda pandhita ratu, jarang sekali disebut ada pandhita perempuan.
- ada istilah satria piningit (laki2) dan 'Ratu adil', adakah yg berfikir bahwa ratu adil itu perempuan ?

Nah Kemudian Nama "Ratu Boko" berasal dari legenda masyarakat setempat. Ratu Boko (Bahasa Jawa, arti harafiah: "raja bangau") adalah ayah dari Loro Jonggrang, yang juga menjadi menjadi nama candi utama pada komplek Candi Prambanan.

Kemudian lagi dari sumber Prasasti yang dikeluarkan oleh Rakai Panangkaran (746-784M) menyebut suatu kawasan wihara di atas bukit yang dinamakan Abhyagiri Wihara ("wihara di bukit yang damai"). Tampaknya, komplek itu kemudian diubah menjadi keraton bagi raja bawahan (vazal) yang bernama Rakai Walaing Pu Kumbayoni. gitu dah kayaknya.
Member
Registered: May 2011
Posts: 470
Location: Yogyakarta - Jakarta - Kalimantan

katanya mas, Walaing itu nama dataran Ratu Boko pada jaman dulu. bener ga..?
soalnya Rakai walaing sempat mendirikan berbagai bangunan untuk lingga bagi Siwa dlm berbagai aspek'y, sbagai upaya magis untk memperoleh kmenangan.
Ia juga membuat silsilah untuk menunjukkan bahwa ia berhak atas tahta kerajaan Mataram. Akhir'y, Rakai kayuwangi berhasil jg menggempur benteng pertahanan di bukit Ratu Boko ini. Prasasti yang memuat silsilah Rakai Walaing Pu Kumbhayoni itu sengaja dirusak untuk menghilangkan nama ayah, kakek, dan buyutnya. Setelah kalah Rakai Walaing kembali ke Sumatera, karena ibunya berasal dari sana, dan menjadi raja Sriwijaya.
Prasasti Pereng memperingati pendirian lingga, karena kemenangan Pu Kumbhayoni yang terjadi di daerah Walaing. Pendirian lingga itu biasanya dilakukan di tempat dimana kemenangan itu diraih. Rakai Walaing mendirikan lingga di dataran Ratu Boko.

kalau ga salah ini perang perebutan tahta antara Rakai Pikatan melawan Rakai Walaing ya...
Moderator
Registered: May 2011
Posts: 414
Location: Wonosobo, Jawa Tengah | Sleman, DI Yogyakarta

Konon, situs ini merupakan benteng pelarian Rakai Kayuwangi atau Balaputradewa, putera bungsu Rakai Pikatan.

Prasasti penting lainnya adalah Prasasti Siwagrha yang di buat pada Tahun 856 M, dimana dalam prasasti Siwagrha disebutkan tentang adanya seorang raja yang mengundurkan diri dan menyerahkan tahta kepada anaknya yaitu Rakai Kayuwangi Dyah Lokapala. Dan prasasti Mantyasih 907 M menyebutkan bahwa raja yang berkuasa sebelum Rakai Kayuwangi adalah Rakai Pikatan yang merupakan seorang penganut agama Hindhu yang berhasil mempersatukan 2 kerajaan yang pernah berkuasa di Jawa Tengah melalui sebuah “Perkawainan Politik”.

Rakai Pikatan dari Dynasty Sanjaya kawin dengan Pramudawardani anak Samaratungga, Raja terakhir dari Dynasty Syailendra yang beragama Buddha. Setelah menjadi satu – satunya Raja di Jawa Tengah, iapun lalu membangun Candi Prambanan yang diresmikan pada tahun 856 M. Peresmian ini diperingati dalam prassasti Siwagrha seperti tersebut di atas, dan oleh karena itu Situs Ratu Boko merupakan perpaduan antara adanya pengaruh agama Buddha dan Hindhu.

Tempat ini dirubah bernama Kraton Walaing seperti yang disebutkan dalam prasasti Mandyasih. Perubahan nama dilakukan oleh Rakai Walaing pu Kumbhayoni yang diketahui berkuasa pada tahun 856-863AD.

Penguasa dari dinasti Saliendra antara tahun 760-780, Rakai Panangkaran, membangun Ratu Boko setelah memakzulkan dirinya. Disebutkan bahwa beliau mengundurkan diri dan bermaksud menemukan kedamaian jiwa dan semata beribadah.Abhayagiri Wihara berarti Wihara Suci.

Memang tdk banyak manuskrip yang dpt dibaca sbg bukti sejarah, diantara yg sedikit adalah prasasti Manstyasih. Padahal di sebaliknya tertatah kebesaran sejarah Abhayagiri dgn rajanya yg terkenal, Rakai Panangkaran atau Tejahpurnapane Panamkorono yg merupakan arsitek dan pembangun candi Borobudur.

Abhayagiri Vihara adalah sebutan yg paling tepat bagi keratuan tsb, vihara yg dimaksud tidaklah spt yg kita bayangkan skrg semacam biara bg para bhiksu, namun lbh merupakan sebuah 'tempat belajar' (bkn sekolah) yg didatangi oleh banyak org dr seluruh penjuru dunia, untuk belajar bagaimana 'menjadi manusia' seutuhnya.

Ajaran asli Abhayagiri yg diujar dan diajar sendiri oleh Rakai Panangkaran, bagi para pendatang merupakan 'sebuah kitab yang hdp dlm perilaku masyarakatnya', itulah mengapa tempat tsb dinamakan Abhayagiri, bukit yang damai dan tak berbahaya, sbb rahayatnya memiliki perilaku pekerti yg sgt luhur, sehingga kondisi dlm keratuan tsb mmg benar2 jauh dr segala macam bahaya sbb manusianya tdk berbahaya.

Nama Ratu Boko mulai disebut ketika zaman Rakai Walaing Pu Kumbayoni jauh sesudah zaman Rakai Panangkaran, adalah sgt berbeda situasi dan kondisi antara Abhayagiri dg Ratu Boko.
Secara turun temurun kisah buruk ttg Rakai Walaing seolah menutupi cahaya Abhayagiri yg sesungguhnya yg mana akhirnya tmpt tsb lbh dikenal dg Ratu Boko.

Sejatinya Abhayagiri menyimpan kisah luhur yg seharusnya mulai diceritakan kembali kpd generasi muda, di dalamnya tersembunyi sebuah kisah mulia ttg Rakai Panangkaran yg mengajarkan Boddhicitta, ajaran yg dibawa Atisha smp ke Tibet dan smp hari ini msh diajarkan oleh Dalai Lama kpd para bhiksu.
Moderator
Registered: Aug 2010
Posts: 334
Location: Ciputat, Tanerang Selatan - Jakarta PP

hemmm menarik juga sejarah candi ratu boko....

ada buku yang nulis khusus ttg candi ini?

ada referensi yg menarik?

perpus kapus mana ya yg punya banyak referensi ttg candi sekitar jogja-solo? UGM, UNY atau UNS?

Post Reply

Page: 1 2 3 > »