PETUNJUK DI GIGI
Tikhonov tahu orang yang paling tertarik pada temuan ini pastilah Dan Fisher, kolega Amerikanya di University of Michigan. Fisher seorang paleontolog berusia 59 tahun yang pendiam. Pria berjenggot putih kaku dan bermata hijau cerdas ini sudah mengabdikan sebagian besar dari 30 tahun terakhirnya untuk memahami kehidupan mamut dan mastodon dari kala Pleistosen, dengan cara memadukan studi fosil dengan riset eksperimental langsung. Karena ingin tahu cara pemburu Paleolitikum menyimpan daging mamut agar tidak basi, Fisher menyembelih seekor kuda beban dengan peralatan batu yang ditatahnya sendiri, lalu dagingnya disimpan dalam kolam penyimpanan. Daging tersebut diawetkan secara alami oleh mikrob laktobasilus yang ada di dalam air, sehingga mengeluarkan bau sedikit asam seperti pekasam yang mengusir pemakan bangkai bahkan di saat daging terapung kembali ke permukaan. Untuk menguji apakah daging itu masih bisa dimakan, Fisher mengiris dan makan steik dari daging itu dua pekan sekali mulai dari Februari hingga pertengahan musim panas, memperlihatkan bahwa para pemburu mamut mungkin menyimpan hasil buruan mereka dengan cara yang serupa.
Tikhonov mengundang Fisher ke Salekhard pada Juli 2007, bersama Bernard Buigues, seorang pemburu mamut Prancis yang membantu mengatur studi ilmiah terahdap beberapa mamut yang ditemukan sebelumnya. Baik Fisher maupun Buigues telah memeriksa beberapa spesimen yang lain, termasuk bayi. Namun, semuanya dalam kondisi yang relatif buruk, dan tidak banyak pemeriksaan yang dapat dilakukan. Lyuba sangat berbeda ceritanya.
“Saat pertama melihatnya,” ujar Fisher, “yang pertama terpikir, Ya Tuhan, sempurna sekali—bahkan bulu matanya pun masih ada! Seakan-akan dia sedang tertidur. Tiba-tiba, makhluk yang selama ini susah payah kubayangkan tergeletak di hadapanku, dapat kusentuh.” Selain kehilangan rambut dan kuku, serta kerusakan yang terjadi pasca penemuan, satu kekurangan pada penampilannya yang sempurna itu hanyalah lekuk aneh di wajahnya, tepat di atas belalai. Akan tetapi, kondisi secara umum serta punuk lemak tebal di tengkuk menunjukkan bayi itu berada dalam kondisi prima saat menemui ajal. Pemeriksaan yang lebih mendalam terhadap gigi, organ dalam, isi perut, dan beberapa hal lainnya menjanjikan banyak informasi baru mengenai biologi dan cara hidup mamut normal.