Jadi, Lyuba mungkin tewas karena tergelincir di dekat sungai berlumpur dan diawetkan demi ilmu pengetahuan oleh kombinasi antara kebetulan biokimia dan oleh tekad bulat seorang gembala Nenets. Walau penelitian masih berlangsung, Lyuba sudah mulai mengungkap rahasia mengenai hidupnya yang singkat dan beberapa petunjuk tentang nasib spesiesnya. Keadaannya yang sehat dan cukup makan juga terlihat di perkembangan giginya menjadi suatu pengesahan yang memuaskan Fisher karena catatan gigi seperti itu adalah sampel yang akurat. Dengan demikian, evaluasi kesehatan dapat dilakukan berdasarkan gigi saja—dan itu menjadi kunci untuk meneliti penyebab kepunahan mamut. Analisis DNA-nya yang awet menunjukkan bahwa bayi ini jelas termasuk populasi Mammuthus primigenius tertentu yang, tak lama setelah kematiannya, digantikan oleh populasi lain yang bermigrasi ke Siberia dari Amerika Utara. Khusus untuk Lyuba, ditemukan ususnya mengandung tinja mamut dewasa, mungkin induknya: suatu bukti bahwa anak mamut, seperti saudara gajah modernnya, memakan kotoran induknya untuk mengisi usus dengan mikrob, sebagai persiapan untuk mencerna tumbuhan.
Akhirnya, gading dan geraham kecil Lyuba memperlihatkan bahwa dia lahir pada akhir musim semi dan baru berumur sebulan saat mati. Beberapa lapisan terluar gadingnya sesuai dengan pola yang dikaitkan Dan Fisher dengan kematian mendadak: rangkaian hari makmur yang berakhir dengan tak disangka-sangka.