Edisi: Juli 2009Menelusuri Angkor
gallery

Kota suci ini melesat meraih kemuliaan, lalu mungkin merekayasa keruntuhannya sendiri.

Oleh Richard Stone
Foto oleh Robert Clark

Dari udara, candi berumur ratusan tahun itu terlihat dan hilang silih berganti bagai halusinasi. Mulanya, candi itu tampak seperti sekadar noda cokelat-kemerahan di tajuk hutan Kamboja utara. Di bawah kami terbentang kota Angkor yang hilang, yang kini tinggal reruntuhan dan umumnya didiami oleh petani sawah. Kumpulan rumah Khmer yang berupa rumah panggung untuk mengatasi banjir selama musim hujan bertebaran di atas lanskap, mulai dari Danau Tone Sap, “danau besar” Asia Tenggara yang letaknya sekitar 30 kilometer di sebelah selatan, hingga Perbukitan Kulen yang mencuat dari bantaran banjir, juga sekitar 30 kilometer di sebelah utara. Lalu, tatkala Donald Cooney memandu pesawat ultraringan melintasi pucuk pepohonan, candi megah itu pun muncul.

SELENGKAPNYA »
email a friend icon printer friendly icon    |   
- ADVERTISEMENT -


blog
Sentra Blog
Baca laporan dan tips kami, lalu tuangkan pendapat Anda melalui forum komentar.
blog
Newsletter NGI
Dapatkan kabar terbaru dari kami, langsung ke email Anda.
blog
Widget
Personalisasikan situs Anda dan dapatkan akses lebih mudah ke jejaring website NGI.