Jakarta di Mata Sang Pujangga
Juni 2017

Jakarta di Mata Sang Pujangga

Dalam fragmen hidupnya di Ibu Kota, Chairil Anwar banyak menggoreskan kegetiran, juga sukacita, lewat bait sajak-sajaknya.

Jakarta di Mata Sang Pujangga

Oleh Hasan Aspahani

“ Lewat sajak Chairil Anwar, kita bisa belajar bagaimana menjadi warga kota yang baik dan menjadikan kota ini nyaman ditinggali. ” Marco Kusumawijaya, arsitek yang banyak menulis tentang isu arsitektur dan kota, menyimpulkan hal itu dalam pertemuan kami pada suatu Jumat, April lalu, di kantornya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Menurut Marco, Chairil yang tampak sangat individualis pada sajak-sajak awalnya, berubah menjadi orang yang sangat sadar bahwa dia adalah bagian dari ...

Silakan login untuk melihat feature ini selengkapnya.

KOMENTAR