Merenungkan Gender
Januari 2017

Merenungkan Gender

Terbebas dari konsep biner lelaki-perempuan, identitas gender menjadi medan yang senantiasa berubah. Dapatkah ilmu pengetahuan membantu kita mengarunginya?

Merenungkan Gender

Oleh Robin Marantz Henig

Sejak usia dini, E tak suka memakai rok, senang bermain basket, papan luncur, dan gim video. Saat kami bertemu pada Mei di Kota New York, di pertunjukan akhir tahun untuk tim pidato SMP-nya, E mengenakan jas dan dasi kupu-kupu. Malam itu E mencari label yang tepat untuk identitas gendernya. “ Transgender” tidak terlalu cocok, katanya kepada saya. Pertama-tama, dia masih menggunakan nama lahirnya dan masih lebih suka disebut dengan kata ganti perempuan, “ she. ” Sementara ...

Silakan login untuk melihat feature ini selengkapnya.

KOMENTAR