Pionir di Celah Dua Loka
Mei 2012

Pionir di Celah Dua Loka

"Pelukis Sang Raja" yang kehilangan jati diri dan kesepian di akhir hidupnya itu telah dilenakan oleh bianglala zaman. Bagaimana apresiasi negeri ini kepadanya?

Pionir di Celah Dua Loka

Oleh Budi N.D. Dharmawan

Dahi Werner Kraus berkeringat. Dia tengah mengamati beberapa lukisan usang itu satu demi satu. Sesekali dia mengangkat sebuah lukisan dan memperhatikan detail sapuan kuas, melihat saksama sisi belakang kanvas sambil merabanya, membaliknya, lalu meletakkannya kembali di meja. Kraus termenung, lalu jarinya menunjuk sudut kanan bawah kanvas yang terbubuh tapak nama senimannya: Raden Saleh. Di bekas Balai Kota Batavia yang kini menjadi Museum Sejarah Jakarta itu Kraus duduk serius di sebuah kursi ...

Silakan login untuk melihat feature ini selengkapnya.

KOMENTAR