Silakan konfirmasikan email Anda dengan mengisi kode aktivasi melalui halaman ini.

Maret 2012

Laut-Laut Arab

Pujangga menyanjungnya. Pengusaha mengurasnya. Aktivis melestarikannya.

Laut-Laut Arab

Oleh Kenndy Warne

Nelayan tua itu duduk di atas selembar karpet, dalam pondok beratap jerami di tepi laut. Mukanya bak kulit kenari, dan matanya menyipit akibat seumur hidup memandang sinar matahari Arab yang terik menyilaukan. Angin shamal berembus panas dari laut, membuat pepohonan kurma pun terkulai. “ Ini angin barat, ” kata lelaki itu dengan suara parau. “ Terasa hangatnya. ” Desa Film di belakangnya, yang dibangun pada lereng pegunungan Semenanjung Musandam di Oman, tampak bergetar ...

Silakan login untuk melihat feature ini selengkapnya.

KOMENTAR