Dunga Nakuwa menutupi wajah dengan kedua tangannya dan mengingat suara ibunya. Ibunya sudah hampir dua tahun meninggal, tetapi bagi suku Dunga, orang mati tidak pernah terpisah jauh. Di pedesaan, mereka dikubur tidak jauh di bawah pondok orang hidup, terpisah dari perapian dan selimut kulit hewan hanya oleh tanah kering nan gersang yang tebalnya tak sampai semeter. Mereka juga tetap dikenang. Inilah sebabnya Dunga masih mendengar suara ibunya: Kapan kau akan membalas dendam pada pembunuh kakakmu?
SELENGKAPNYA »