Di desa Spring Valley, para penduduk jarang berbicara tentang mereka yang telah mati, tidak pula mengenangnya. “Tempat ini sejak dulu selalu miskin,” kata seorang penduduk menjawab pertanyaan saya mengenai sejarah desa ini, dan kemudian mereka membisu. Penduduk di sini memiliki sedikit foto dari zaman dulu dan hanya segelintir catatan sejarah. Tembok Besar China berdiri tidak jauh dari desa ini, namun bahkan reruntuhannya yang megah pun tidak berhasil menarik perhatian mereka. Pada tahun 2001, saya mulai menyewa sebuah rumah di desa tersebut. Sebagian alasannya karena saya penasaran dengan sejarah daerah ini, namun tidak lama kemudian saya menyadari bahwa kilasan sejarah desa ini telah memudar dengan cepat. Seperti kebanyakan orang China dari generasi sekarang, penduduk desa lebih memusatkan perhatian mereka pada kesempatan yang ditemukan saat ini: harga panen lokal yang meningkat, meledaknya angka pembangunan yang membawa pekerjaan baru di Beijing yang jaraknya tak sampai dua jam.
SELENGKAPNYA »