Merayakan Suka Cita Yogyakarta

Januari 2017

Merayakan Suka Cita Yogyakarta

Ketika gairah musik dan warga tampak begitu intim, begitu hangat.

Merayakan Suka Cita Yogyakarta

Oleh Hamada Mahaswara

“ Geef mij maar nasi goreng met een gebakken e, Wat sambal en wat kroepoek en een goed glas bier erbij. ” Suara biduan perempuan itu sayup terdengar dalam iringan genjreng cuk dan cak yang menembus malam. Rasa penasaran terbit menuntun saya mendekati asal suara. Saya menyingkap kelamnya gang-gang sempit di tapak kota kuno abad ke-16. Berjingkat-jingkat berbagi jalan dengan pengunjung lain, yang sama-sama ingin menghindari genangan air hujan. Bukan apa-apa. Saat lirik itu sampai ke ...

Silakan login untuk melihat feature ekstra ini selengkapnya.

KOMENTAR