September 2016

Desa yang Hilang di Hulu Tamiang

Berperahu menyisipi kaki bukit di pedalaman Tanah Hikayat, hingga menjumpai peradaban terujungnya.

Desa yang Hilang di Hulu Tamiang

Oleh Mahandis Yoanata Thamrin

“ Maaf, prajurit itu seperti peluru kan, ” ujar seorang serdadu berlogat Batak. “ Macam mana kalau komandan bilang tidak, ya kami tidak berangkat kan. Jadi maaf, kami tidak bisa mengawal. Namun, besok kami menyusul. ” “ Apakah, sungai ini aman, Pak? ” tanya saya kepada serdadu di sebelahnya. “ Kalau tidak aman, kami batalkan misi ke hulu. ” Serdadu itu termangu. Lalu, dia meyakinkan saya di tengah gelombang keraguannya, “ Aman! Saya doakan ...

Silakan login untuk melihat feature ekstra ini selengkapnya.

KOMENTAR