Edisi: Maret 2010Candi Agung di Tubir Danau
Bagi para ilmuwan, hipotesis telaga Borobudur laksana ombak samudra perdebatan ilmiah, terkadang tenang dan terkadang bergelora.
Oleh Cahyo Junaedy
Foto oleh Budi Dharmawan, Dwi Oblo
Pada suatu hari di tahun 1931 WOJ Nieuwenkamp tercenung. Sebagai seorang pelukis, arsitek, pemahat sekaligus etnolog ia punya imajinasi yang tinggi saat menjejak dataran tinggi Kedu. Dia melihat candi megah bak sekuntum teratai raksasa mengapung di tengah danau. Daun-daunnya mengelilingi bakal buah, seperti padma mekar.
SELENGKAPNYA »