Perang Sang Pangeran
Agustus 2014

Perang Sang Pangeran

Ia tertegun di salah satu loteng Fort Rotterdam di Makassar, menanti penuh harap kehadiran sang ibu— yang sejatinya tak pernah datang. Itulah gambaran yang sangat jelas mengenai sosok Pangeran Dipanagara, saat Peter Carey berkisah kepada saya dalam pertemuan beberapa bulan lalu. Bergidik bulu roma, rasa nasionalisme saya bak membubung ke angkasa saat membayangkan sosok Dipa­ nagara berdiri dengan kepala tegak menghadapi para pembesar Belanda. Rekan saya, Mahandis Y. Thamrin, kembali ...

Silakan login untuk melihat dari editor ini selengkapnya.

KOMENTAR