Suara ‘Gemeletuk Kematian’, Tanda Seseorang Akan Meninggal Dunia
2018 / April / 16   17:16

Suara ‘Gemeletuk Kematian’, Tanda Seseorang Akan Meninggal Dunia

Peneliti mengatakan, suara ‘geletuk kematian’ merupakan tanda pasti seseorang akan meninggalkan dunia ini dalam waktu 23 jam ke depan.

Suara ‘Gemeletuk Kematian’, Tanda Seseorang Akan Meninggal DuniaIlustrasi (Katarzyna Bialasiewicz/Thinkstock)

Kematian tidak dapat dihindari. Namun, bagaimana cara kita mengetahui bahwa momen itu akan segera datang?

Salah satu ahli mengatakan, suara ‘geletuk kematian’ merupakan tanda pasti seseorang akan meninggalkan dunia ini dalam waktu 23 jam ke depan.

Fenomena ini terjadi ketika seseorang tidak lagi mampu untuk menelan, batuk, atau membersihkan ludah dan lendir dari tenggorokannya.

(Baca juga: Idap Penyakit Langka, Tulang Perempuan Ini Perlahan-lahan Lenyap)

Menurut dr. Daniel Murrell, dari University of Alabama, seseorang yang akan mendekati ajal, napasnya mulai berbeda. Dan suara berderik adalah salah satunya.

Suara geletuk kematian ini berbeda-beda. Bisa seperti suara berderak atau merintih. Meskipun sepertinya menyeramkan, namun seseorang yang mengeluarkan suara tersebut, tidak merasakan sakit sama sekali.

“Setelah suara geletuk terdengar, kemungkinan ia hanya bisa bertahan selama 23 jam ke depan,” ujar Murell.

Perawat biasanya akan mengarahkan pasien sekarat ke arah samping lalu membasahi dan menyeka mulut mereka. Selanjutnya, perawat mengangkat kepala pasien untuk melancarkan sekresi.

Tanda-tanda seseorang akan menemui ajalnya

Selain suara gemeletuk tadi, tanda seseorang mendekati kematian, meliputi hal berikut:

  • Kebingungan
  • Sering menguap – untuk mengambil oksigen
  • Mudah mengantuk
  • Beberapa kali tak sadarkan diri
  • Memiliki bau yang berbeda
  • Gelisah
  • Memar berwarna kegelapan

(Baca juga: Kasus Langka, Jantung Pria Ini Kembali Berdetak Setelah 18 Jam "Mati Suri")

Tahun lalu, dr. Cameron Shaw, ahli saraf ternama, menunjukkan apa yang dilihatnya 30 detik sebelum pasien meninggal.

Dr. Shaw mengatakan, kita akan kehilangan diri sendiri, humor, dan kemampuan berpikir jernih. Itu semua terjadi selama 10 hingga 20 detik. Dr. Shaw mendapat kesimpulan ini setelah membedah otak pasien wanita.

(Sumber: New York Post)

KOMENTAR