Perubahan Iklim Justru Membuat Tanaman di Puncak Gunung Bermekaran, Apa Alasannya?
2018 / April / 9   11:17

Perubahan Iklim Justru Membuat Tanaman di Puncak Gunung Bermekaran, Apa Alasannya?

Puncak pegunungan di Eropa semakin hijau -- beragam spesies tanaman baru muncul di sana. Peneliti mengatakan, ini terjadi akibat perubahan iklim.

Perubahan Iklim Justru Membuat Tanaman di Puncak Gunung Bermekaran, Apa Alasannya?Sejak Zaman Perunggu, para pelancong mencari perairan yang kaya akan zat besi dan udara menyegarkan pegunungan di the country’s natural thermal pools, seperti di sekitar Lucerne di Pegunungan Alpen atau di dekat Danau Jenewa di Valais. (Michael Neumann, Getty Images)

Puncak pegunungan di Eropa dipenuhi dengan spesies tanaman baru. Pemandangan hijau ini meningkat bersamaan dengan pemanasan global yang terjadi sejak pertengahan abad ke-20.

Meneliti lebih dari 300 puncak gunung yang terbentang di benua Eropa, para ilmuwan menemukan fakta bahwa banyak jenis tanaman bermigrasi ke tempat yang lebih tinggi dalam satu dekade terakhir. Jumlahnya mencapai lima kali lipat.

Ini disebabkan oleh suhu di gunung-gunung tinggi yang semakin menghangat. Bahkan, mengalami peningkatan sebanyak satu derajat celsius dari abad ke-19.

(Baca juga: Peneliti: Separuh Populasi Tumbuhan dan Satwa di Dunia Akan Punah Pada 2100 Akibat Perubahan Iklim)

“Di semua puncak, jumlah kekayaan spesies tanaman telah meningkat. Percepantan pertumbuhannya sangat terasa dalam 30 tahun terakhir,” tulis sebuah laporan dari tim peneliti yang dipublikasikan pada jurnal Nature. Tim ini terdiri dari 53 peneliti yang dipimpin oleh Sonja Wipf dari Institute for Snow and Avalanche Research di Davos, Swiss.

Meskipun begitu, peneliti memperingatkan bahwa pertumbuhan flora ini mungkin terjadi dalam waktu singkat.

“Meskipun keanekaragaman hayati meningkat, tapi itu bukan sesuatu yang akan terus berlanjut,” kata Jonathan Lenoir, asisten peneliti dan juga ahli biostatistik di National Centre for Scientific Research, Prancis.  

“Mungkin kita akan melihat ‘hutang kepunahan’ akibat cepatnya pertumbuhan spesies baru ini,” ujarnya.

Dalam ekologi, ‘hutang kepunahan’ merupakan istilah untuk menggambarkan dampak negatif yang tertunda pada spesies akibat perubahan lingkungan, seperti kehilangan habitat atau penurunan jumlah curah hujan.

‘Percepatan yang luar biasa’

Pertumbuhan tanaman baru di puncak gunung ini, konsisten dengan transisi planet Bumi yang semakin meluas dan lebar. Para ilmuwan menyebutnya dengan ‘great acceleration’.

Manusia mengalami percepatan yang luar biasa pada 1950-an. Ditandai dengan lonjakkan populasi, urbanisasi, pembangunan waduk yang besar, penggunaan pupuk dan air, konsumsi energi, hingga produksi plasti yang semakin tinggi.

Di sisi lain dan dalam waktu yang bersamaan, terjadi juga peningkatan dramatis pada tanda-tanda vital Bumi: konsentrasi atmosfer gas rumah kaca (CO2, metana, oksida nitrat), penipisan ozon, laut semakin asam, hutan tropis berkurang, keruntuhan stok ikan dan tentu saja peningkatan suhu.

Tanda lainnya adalah semakin menghijaunya puncak-puncak gunung.

“Percepatan pertumbuhan keanekaragaman hayati yang terjadi pada ekosistem gunung, menyoroti konsekuensi luas dan cepat akibat kegiatan manusia di biosfer,” kata para peneliti.

(Baca juga: Bantu Atasi Kerusakan Bumi dengan Biarkan Alam Turut Memperbaikinya)

Ratusan studi telah menunjukkan bagaimana perubahan iklim memengaruhi migrasi tumbuhan dan hewan serta perilaku dan juga persediaan makanan. Namun, jangka waktunya relatif singkat.

Sementara itu, Wipf dan timnya menggunakan kumpulan data survei tanaman yang dilakukan berulang-ulang dari 302 puncak gunung di Eropa – Alpen, Pyrenees, Carpathian, dan pegunungan lainnya – dari 145 tahun lalu.

Mereka menumukan bahwa 9 dari 10 puncak menunjukkan peningkatan spesies tanaman yang signifikan. Hingga saat ini, belum ada yang mengalami penurunan.

(Sumber: AFP)

KOMENTAR