Paus Bowhead, Si Penyanyi Jazz Dari Perairan Arktik
2018 / April / 6   09:02

Paus Bowhead, Si Penyanyi Jazz Dari Perairan Arktik

Paus yang bisa hidup lebih dari 200 tahun ini ternyata penyanyi jazz handal di perairan Arktik yang luas. Mereka memproduksi repertoar vokal yang beragam.

Paus Bowhead, Si Penyanyi Jazz Dari Perairan ArktikPaus bowhead. (The Verge)

Paus bowhead yang dikenal karena ukuran tubuhnya yang raksasa punya sisi lain yang baru saja terungkap.

Paus yang bisa hidup lebih dari 200 tahun ini ternyata adalah penyanyi jazz handal di perairan Arktik yang luas. Sisi lembut paus ini baru diketahui melalui sebuah penelitian yang dilakukan oleh Universitas Washington.

Mereka memublikasikan kumpulan rekaman mamalia laut ini dan menemukan kalau paus bowhead memproduksi repertoar vokal yang beragam dan terus berubah. Nyanyian beragam inilah yang mungkin membuat para ilmuwan menjulukinya dengan penyanyi jazz yang handal.

(Baca juga: Tumpahan Minyak Tewaskan Lebih dari 2400 Hewan dan Ancam Kehidupan Penduduk Lokal)

Studi yang diterbitkan, Rabu (4/4/2018) di Biology Letters menganalisis rekaman audio yang dikumpulkan sepanjang tahun 2010-2014 di timur Greenland.

Sebagai informasi, populasi Paus Bowhead ini hampir punah karena perburuan dan kini diperkirakan hanya tersisa sekitar 200 ekor saja. Meski begitu, rekaman audio tersebut menunjukkan populasi yang sehat sambil merekam nyanyian mereka.

"Jika paus bungkuk melagukan musik klasik, paus bowhead bernyanyi jazz," kata Kate Stafford, ahli kelautan di Applied Physics Laboratory Univesitas Washington.

Stafford telah merekam suara paus di seluruh samudra di dunia sebagai cara melacak dan mempelajari mamalia laut. Ia pertama kali mendeteksi Paus Bowhead bernyanyi di Greenland pada tahun 2007.

"Kami meletakkan hydrophone, mikrofon air, untuk mendengarkan beberapa suara. Kami terkejut begitu tahu jika paus bowhead bernyanyi lantang, 24 jam sehari selama November hingga April. Atau bisa dikatakan mereka bernyanyi secara teratur dari akhir musim gugur hingga awal musi semi," ungkap Stafford.

Namun, yang paling luar biasa adalah variasi nyanyian paus bowhead. Dalam rekaman audio, peneliti menemukan setidaknya ada 184 lagu yang berbeda.

"Suara itu lebih bebas, dan ketika kami melihat data akustik tidak ada nyanyian lagi yang diulang setiap tahun. Setiap musim, paus bowhead memiliki lagu baru," tambahnya.

Paus lain yang menyanyikan lagu-lagu rumit adalah paus bungkuk. Namun berdasarkan analisa mereka, lagu paus bungkus dengan paus bowhead benar-benar berbeda.

Nyanyian hewan tidak sama dengan panggilan hewan. Nyanyian lebih rumit, ada frasa musik yang berbeda. Banyak burung dan mamalia menggunakan nyanyian untuk mengidentifikasi diri mereka sebagai anggota kelompok.

"Bagi mamalia laut, informasi suara sangat penting karena berkaitan dengan bagaimana mereka menavigasi, menemukan makanan, dan berkomunikasi," jelas Stafford lagi.

(Baca juga: Spesies Katak Terbaru Ditemukan di Venezuela dan Kolombia)

Namun, Stafford mengaku bahwa masih sedikit hal yang ia ketahui soal nyanyian paus bowhead ini. Apakah hanya jantan yang menyuarakannya dan mengapa mereka menyanyikan lagu yang berubah setiap saat? Dalam ekologi perilaku ini adalah misteri besar.

"Saya tidak tahu mengapa mereka melakukan nyanyian ini, tapi pasti ada alasan di balik itu semua dan akan kita cari jawabannya," imbuhnya.

Berikut adalah rekaman nyanyian paus bowhead dari Washington Post:

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dengarkan Suara Paus Bowhead, Si Penyanyi Jazz dari Perairan Arktik".

(Monika Novena/Kompas.com)

KOMENTAR