Misteri Identitas Mumi Berusia 4000 Tahun Terpecahkan
2018 / April / 13   18:00

Misteri Identitas Mumi Berusia 4000 Tahun Terpecahkan

Sejak 1915, para ilmuwan dibingungkan dengan penemuan kepala terputus di makam Deit el-Bersha. Namun, saat ini, misteri tersebut berhasil dipecahkan FBI.

Misteri Identitas Mumi Berusia 4000 Tahun TerpecahkanKepala yang ditemukan di makam Deit el-Bersha. (Museum of Fine Arts Boston)

Misteri selama ratusan tahun mengenai identitas mumi berusia 4000 tahun akhirnya berhasil dipecahkan oleh FBI.

Sejak 1915, para ilmuwan dibingungkan dengan penemuan kepala terputus di sudut makam Deit el-Bersha, sebuah pekuburan zaman Mesir kuno. Tepatnya, di makam gubernur bernama Djehutynakht dan istrinya. Sayangnya, mereka tidak dapat membuktikan apakah itu milik perempuan atau laki-laki.  

Perlu waktu beberapa tahun dan para ilmuwan forensik dari FBI untuk mengetahui bahwa kepala tersebut ternyata milik sang gubernur sendiri.

DNA

Para ilmuwan menggunakan teknik pengurutan DNA untuk menelitinya. Odile Loreille, peneliti dari FBI, mengebor gigi dari tengkorak tersebut, lalu mengumpulkan dan melarutkannya dalam larutan kimia.

(Baca juga: Tulang Jari yang Ditemukan di Arab Saudi Ungkap Rahasia Migrasi Manusia Purba)

Ia kemudian meneliti larutan tersebut menggunakan mesin fotokopi DNA dan instrumen pengurutannya. Dengan mengetahui rasio kromosom jenis kelaminnya, Loreille mengetahui bahwa tengkorak tersebut ternyata milik laki-laki.

“Saya tidak menyangka ini akan berhasil. Saya pikir DNAnya sudah terdegradasi atau tidak cukup. Namun ternyata, kami beruntung. Saya sangat senang mengetahuinya,” papar Loreille.

Usia kepala dan lokasi penemuannya yang berada di gurun, menjadi tantangan untuk mengekstrak DNA. Apalagi, saat ditemukan, kondisi kepala tersebut sudah hampir rusak akibat ulah penjarah yang mengobrak-abrik makam kuno.

DNA, molekul yang mengandung kode genetik kita, akan terurai seiring berjalannya waktu. Juga saat berada di lokasi yang hangat.

Beberapa kali percobaan

Percobaan pertama untuk mengidentifikasi kepala tersebut dilakukan pada awal millenium. Saat itu, Boston Museum of Fine Arts yang menyimpan isi makam gubernur, menyerahkan tengkorak kepada Massachusetts General Hospital.

(Baca juga: Idap Penyakit Langka, Tulang Perempuan ini Perlahan-lahan Lenyap)

Di 2005, rumah sakit tersebut lalu melakukan pindai CT, dan mengetes DNA tengkorak yang diekstrak dari gigi. Namun, usahanya gagal.

Hingga akhirnya FBI ikut terlibat karena melihat peluang untuk mempraktekkan ekstraksi DNA lanjutan – sesuatu yang mereka lakukan untuk memecahkan kasus kejahatan modern.

“Bukan berarti FBI memiliki unit untuk menyelesaikan kasus sejarah, kami sebenarnya mencoba mengembangkan prosedur kriminal menggunakan benda-benda bersejarah,” kata Anthony Onorato, kepala unit identifikasi DNA FBI.

Penelitian ini dipublikasikan pada jurnal Genes.

(Gita Laras Widyaningrum. Sumber: The Independent)

KOMENTAR