Mencuci Piring Menjadi Salah Satu Sumber Konflik Hubungan di Rumah
2018 / April / 5   14:30

Mencuci Piring Menjadi Salah Satu Sumber Konflik Hubungan di Rumah

Wanita yang mencuci sebagian besar piring kotor melaporkan lebih banyak perselisihan dalam hubungan, kepuasan hubungan dan seksual yang lebih rendah.

Mencuci Piring Menjadi Salah Satu Sumber Konflik Hubungan di RumahIlustrasi (Thinkstock)

Pekerjaan rumah tangga memang sebaiknya tidak hanya dibebankan kepada salah satu orang saja. Perlu ada kerja sama dari pasangan untuk menyelesaikannya. Laman The Independent melaporkan bahwa ada pekerjaan rumah tangga yang berpotensi besar merusak hubungan antar pasangan.

Pekerjaan tersebut adalah mencuci piring. Hal tersebut didasarkan pada riset tentang dinamika hubungan dan bagaimana pasangan menyelesaikan pekerjaan rumah tangga bersama - termasuk belanja, cuci piring, mencuci dan setrika, serta membersihkan rumah - yang tercantum dalam laporan the Council of Contemporary Families.

Berdasarkan riset tersebut, wanita yang mencuci sebagian besar piring kotor melaporkan lebih banyak perselisihan dalam hubungan, kepuasan hubungan yang lebih rendah, dan kepuasan seksual lebih sedikit dibanding yang mencuci piring bersama pasangan mereka. Riset juga melaporkan bahwa berbagi tanggung jawab untuk mencuci piring adalah menjadi sumber kepuasan terbesar bagi wanita di antara semua tugas rumah tangga.

Artikel terkait: Mencuci Piring dapat Membersihkan Pikiran Kita?

Membersihkan piring kotor terkadang memang melelahkan, terutama ketika itu bukan piring bekas hidangan yang kita makan, atau piring-piring kotor tersebut sudah menumpuk dalam waktu lama. Namun, masalahnya bukan hanya itu.

Dan Carlson, asisten profesor sosiologi dari University of Utah dan pemimpin riset ini mengatakan bahwa mencuci piring dianggap pekerjaan yang tidak dihargai. "Tugas ini juga secara tradisional disediakan untuk wanita - yang melihat diri mereka seolah dijadikan pelayan, sehingga menyebabkan kebencian dan ketidakpuasan," paparnya.

Pada tahun 2006, sebesar 30 persen pasangan melaporkan bahwa mereka berbagi tugas belanja dan 29 persen mengatakan mereka berbagi tanggung jawab mencuci piring. Menurut penelitian, meskipun sekarang banyak pasangan yang telah berbagi tugas dan tanggung jawab dalam pekerjaan rumah tangga, tugas cuci piring tetap memiliki efek merusak pada hubungan ketika dipikul semata-mata oleh satu atau yang lain.

Baca juga: Inilah 6 Fakta Dibalik Kelezatan Durian

Hal ini, menurut periset, mungkin karena individu dan pasangan membanding-bandingkan pengaturan tanggung jawab pekerjaan rumah tangga dengan orang-orang di sekitar mereka, dan menghitung untung rugi tentang pengaturan dan hubungan mereka secara keseluruhan. Untuk menghindari hal ini, sebaiknya pekerjaan rumah tangga diselesaikan bersama-sama, terutama mencuci piring.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com. Baca artikel sumber.

(Ariska Puspita Anggraini/Kompas.com)

KOMENTAR