Pesut Mati Terdampar di Teluk Balikpapan
2018 / April / 3   14:00

Pesut Mati Terdampar di Teluk Balikpapan

Seekor pesut ditemukan mati di pinggir pantai Mas Permai, Balikpapan. Saat ditemukan, tubuhnya sudah membengkak. Ia diduga tewas karena tumpahan minyak.

Pesut Mati Terdampar di Teluk BalikpapanSeekor pesut diduga tewas akibat tumpahan minyak di Balikpapan. (Tribunkaltim.co)

Pesut atau mamalia laut jenis lumba-lumba irawady ditemukan mati tergeletak di pinggir Pantai Mas Permai, Klandasan Ulu, Kecamatan Balikpapan Kota, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Minggu (1/4/2018) malam.

Pengamatan Tribunkaltim.co, Senin (2/4/2018), kondisi mamalia laut tersebut sudah mati. Tubuhnya sudah membengkak.

Mamalia ini ditemukan persis di samping kantor Kecamatan Balikpapan Kota. Sejumlah kalangan aktivis pencinta satwa serta Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia wilayah Kaltim Kaltara sedang melakukan olah kejadian perkara.

(Baca juga: Rariphotic, Zona Laut Baru Berisi Puluhan Ikan Misterius)

Warga sekitar ada yang melihat peristiwa ini. Maulana, peneliti lumba dari Yayasan Konservasi Rare Aquatic Species of Indonesia (RASI), mengungkapkan, mamalia yang mati ini merupakan satwa laut endemik khas Teluk Balikpapan.

"Lumba-lumba irawady atau bahasa lokalnya disebut pesut. Jenis mamalia laut endemik di Teluk Balikpapan, bukan endemik Kalimantan," ungkapnya.

Dia menduga, kematian lumba-lumba irawady ini pengaruh dari cemaran minyak yang tumpah di perairan Teluk Balikpapan. Kondisi nyata perairan laut Balikpapan sempat hitam karena adanya campuran zat minyak. Jadi, kata Maulana, bisa disimpulkan kematian pesut ini terkena cemaran minyak di laut.

"Kami menilai, kematian lumba ini sekitar tiga hari. Tubuhnya sudah membengkak," kata pria berkacamata ini. Sampai sekarang pesut atau lumba-lumba irawady ini masuk ketegori mamalia yang dilindungi negara, keberadaannya terancam punah.

(Baca juga: Kecoak Memang Makhluk yang Kuat dan Ajaib, DNA Mereka Membuktikannya)

Berdasarkan data dari RASI tahun 2015, pesut di Teluk Balikpapan hanya tersisa 64 mamalia.

Pada Senin (2/4/2018) sekitar pukul 08.30 Wita, bangkai pesut masih tergeletak di pinggir pantai untuk dilakukan penelitian oleh pihak terkait.

Selain itu, ada pula benda-benda sampah plastik tercecer di pantai ini. Sampah plastik ini hitam karena terkena zat minyak yang tercemar di lautan. Kondisi perairan lautan pun tampak jelas hitam karena cemaran limbah.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pesut Mati Terdampar di Teluk Balikpapan Diduga akibat Tumpahan Minyak".

(Resa Eka Ayu Sartika/Kompas.com)

KOMENTAR