Bahaya Duduk Terlalu Lama: Menjadi Bodoh dan Risiko Alzheimer
2018 / April / 16   14:26

Bahaya Duduk Terlalu Lama: Menjadi Bodoh dan Risiko Alzheimer

Peneliti menemukan fakta bahwa mereka yang menjalani gaya hidup sedentari, mengalami penipisan di wilayah otak yang berkaitan dengan pembentukan memori baru.

Bahaya Duduk Terlalu Lama: Menjadi Bodoh dan Risiko AlzheimerTerlalu lama duduk meningkatkan risiko berbagai penyakit. (Thinkstock)

Hasil penelitian terbaru menyatakan bahwa terlalu lama duduk dalam sehari – baik di depan komputer ataupun menonton televisi – bisa membuat kita bodoh.

Para peneliti menemukan fakta bahwa mereka yang menjalani gaya hidup sedentari, memiliki wilayah otak yang lebih kecil. Bagian tersebut diketahui penting dalam membentuk ingatan.

Studi yang dilakukan para peneliti dari University of California ini menambah daftar bahaya duduk terlalu lama.

Alzheimer

Sebelumnya, bukti menunjukkan bahwa kebiasaan buruk tersebut berisiko menyebabkan penyakit jantung, diabetes, beberapa jenis kanker, dan kematian dini.

Namun, dalam penelitian terbaru yang dilakukan pada 35 partisipan, diketahui bahwa duduk terlalu lama bahkan bisa meningkatkan risiko demensia.

(Baca juga: 5 Penyakit yang Bisa Dideteksi dari Gigi dan Mulut)

Mereka yang menerapkan gaya hidup “pemalas” memiliki gray matter (jaringan penghubung abu-abu) yang lebih sedikit pada lobus temporal medial. Penurunan kualitas di wilayah otak ini dikaitkan sebagai tanda awal penyakit Alzheimer pada orang-orang lanjut usia.

Studi yang dipublikasikan pada jurnal PLOS ONE ini memberikan pertanyaan kepada partisipan berusia 45 hingga 75 tahun mengenai kebiasaan olahraga mereka.

Setiap partisipan lalu melakukan pindai MRI untuk melihat lebih jauh lobus temporal medial – area di otak yang terlibat dalam pembentukan memori baru.

Dipimpin oleh dr. Prabha Siddarth, ahli biostatistik, penelitian ini menemukan fakta bahwa partisipan yang menjalani gaya hidup sedentari, lobus temporal medialnya lebih tipis.

“Penipisan area tersebut berkaitan dengan penurunan kognitif pada orang dewasa dan paruh baya,” katanya.

Penelitian lebih lanjut

Para peneliti memperingatkan, studi ini belum benar-benar membuktikan bahwa terlalu lama duduk menyebabkan penipisan struktur otak.

(Baca juga: Lima Makanan Pencegah Kanker Prostat)

Namun, bagaimanapun juga, kebiasaan terlalu lama duduk ada kaitannya dengan penipisan lobus temporal medial.

“Mengurangi gaya hidup sedentari mungkin menjadi intervensi yang tepat untuk meningkatkan kesehatan otak orang-orang yang berisiko terkena Alzheimer,” tulis peneliti.  

Para ilmuwan saat ini berencana untuk melakukan penelitian lebih lanjut dengan kelompok partisipan yang lebih luas. Mereka mengatakan, ini akan membantu menemukan apakah selain duduk terlalu lama, gender, ras, dan berat badan juga berperan dalam penipisan otak.

(Sumber: Dailymail)

KOMENTAR