11 Hal yang Tidak Boleh Anda Unggah di Media Sosial
2018 / April / 5   13:42

11 Hal yang Tidak Boleh Anda Unggah di Media Sosial

Sangat penting untuk memperhatikan apa yang kita posting dalam media sosial. Kecerobohan kecil pun dapat membahayakan pekerjaan, hubungan, dan identitas kita.

11 Hal yang Tidak Boleh Anda Unggah di Media SosialIlustrasi menggunakan media sosial. (ViewApart)

Media sosial menjadi panggung bagi setiap orang untuk menunjukan eksistensinya. Mulai dari apa yang dimakan, pikirkan, hingga perasaan pribadi, semua bisa kita tampilkan di media sosial.

Walaupun akun media sosial kita adalah milik pribadi, tetapi apa yang kita tampilkan di situ bisa jadi konsumsi publik. Sangat penting untuk memperhatikan apa yang kita posting dalam media sosial. Kecerobohan kecil pun dapat membahayakan pekerjaan, hubungan, dan identitas kita.

Dilansir dalam laman Reader's Diggest, berikut 11 hal yang tak boleh kita posting dalam media sosial.

(Artikel terkait: Jangan Unggah Foto "Boarding Pass" ke Media Sosial)

1. Boarding pass

Memberitahu semua orang tentang rencana perjalanan lewat sosial media mungkin nampak tidak berbahaya. Namun, memposting foto boarding pass di media sosial sebaiknya dihindari.

Menurut Brian Krebs, pendiri laman Krebsosecurity.com - sebuah laman tentang kisah investigasi kejahatan cyber, keamanan komputer dan data pribadi - memposting foto boarding pass dan kartu frequent flyer bisa membuat rekaman data penumpang tersebar. Orang jahat di luar sana bisa meretas dan mengakses data perjalanan, nomor telepon, tanggal lahir, bahkan data paspor.

Berdasarkan nomor di tiket, para penjahat juga dapat mencari tahu kapan kita pergi dan kembali. Mengetahui bahwa tidak ada seorang pun di rumah dapat menarik pencuri untuk membobol rumah.

2. Uang

Memposting foto slip gaji, kartu kredit dan tumpukan uang tunai hanya mendatangkan masalah. Selain menunjukan selera yang buruk, hal itu juga membuat kita sasaran empuk untuk dirampok. Jauhi juga foto atau keterangan yang memberikan informasi keuangan seperti nama bank tempat menabung.

3. Kemenangan tiket lotere

Jika kamu mendapat keberuntungan menang tiket lotere, berusahalah untuk tidak memamerkannya. Memposting tiket lotere yang telah mengantarkan keberuntungan padamu, hanya akan mendatangkan risiko kriminalitas. Para peretas bisa saja mereplikasi barcode pada tiket lotere dan mencurinya.

4. Rahasia kantor

Sebuah hal yang bijaksana untuk merahasiakan detail pekerjaan dari media sosial, terutama ketika menyangkut dokumen rahasia. Memposting tetang keluhan kerja atau foto saat rapat dengan klien, justru menunjukan sisi yang tak cerdas.

5. Akta lahir

Memposting informasi identitas di media sosial sama dengan menghilangkannya—atau memberikannya secara cuma-cuma pada orang jahat. Ini juga berlaku pada postingan tentang foto akta kelahiran. Memiliki bayi yang baru lahir mungkin membuat kalian tak sabar ingin segera mengumumkannya pada semua orang. Namun, ini justru membuat si kecil berisiko terhadap pencurian identitas dan penipuan.

(Artikel terkait: Bagaimana Perbedaan Bahasa Orang Religius dan Nonreligius di Facebook?)

Menurut Identity Theft Resource Center, membiarkan dokumen pemerintah ini jatuh ke tangan orang asing dapat menyebabkan kerusakan permanen. Akte kelahiran dianggap sebagai “dasar dokumen identifikasi” dan dapat memberikan kalian kartu Jaminan Sosial baru, paspor, dan SIM.

6. Pekerjaan yang tidak dilindungi hak cipta

Kalian mungkin bangga dengan hasil karya yang telah kalian buat. Namun, jika karya kalian belum diterbitkan secara resmi, ini bukan ide yang baik untuk mempostingnya di media sosial. Apalagi, jika karya tersebut ingin kalian ikut sertakan pada kompetisi.

7. Foto anak kecil

Memposting foto wajah anak-anak yang tersenyum nampaknya tak akan menimbulkan masalah. Namun, Anda sebaiknya berpikir dua kali sebelum memposting foto anak di bawah umur pada media sosial. Di beberapa negara bahkan diatur secara hukum tentang unggahan foto anak ini.

8. Foto saat mabuk

Sebagai aturan praktis, jangan memposting apa pun secara online yang tidak kalian inginkan untuk dilihat oleh perusahaan tempat kita ingin bekerja.

Laman Inc.com melaporkan bahwa foto saat memegang bir mungkin tidak lagi menjadi masalah besar seperti dulu. Namun, memposting foto berkali-kali yang menunjukan kalian sedang mabuk akan membuat kesan pertama menjadi buruk. Tentu saja hal itu dapat membunuh peluang kalian untuk mendapatkan pekerjaan baru.

Yang pasti, para pemimpin perusahaan biasanya tidak akan mentolerir foto pekerja yang menunjukan penggunaan obat-obatan terlarang dan penghinaan rasial. Bahkan, jika maksutnya adalah candaan, orang lain tetap akan menganggapnya serius.

9. Hal yang berbau politik

Dalam iklim politik yang tak menentu ini, ada lebih banyak postingan yang berbau politik daripada sebelumnya. Turut memposting atau membagikan postingan tersebut justru merugikan. Memang ada undang-undang yang mengatur tentang kebebasan untuk berpendapat. Namun, kita juga harus mengingat ada undang-undang tentang informasi dan transaksi elektronik yang mengatur batasan-batasan kita dalam berpendapat.

(Baca juga: 

10. Pengumuman orang lain

Saat seorang sahabat atau kerabat berbagi kabar bahagianya padamu - misalnya kabar tentang kehamilannya - jangan langsung memposting hal ini di media sosial, meskipun tujuanmu untuk mengucapkan selamat padanya. Tunggu sampai orang-orang yang terlibat benar-benar mengumumkan sendiri kabar tersebut lewat akun sosial media miliknya.

Jika ia tidak pernah memposting kabar tersebut di media sosial, bukan berarti mereka lupa. Mungkin ada alasan pribadi mereka tidak menyebarkannya.

11. Foto orang lain

Memposting foto karya orang lain di media sosial, sama halnya dengan kalian melanggar persyaratan layanan platform media sosial itu dan, yang lebih penting, hukum, jika kita mengklaimnya sebagai karya kita atau tanpa persetujuannya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com. Baca artikel sumber.

(Ariska Puspita Anggraini/Kompas.com)

KOMENTAR