Sinar Matahari Ubah Lembaran Plastik Jadi Anti-Kuman

Sinar Matahari Ubah Lembaran Plastik Jadi Anti-Kuman

Kalangan ilmuwan telah mengembangkan sejenis membran yang menghasilkan hidrogen peroksida yang mampu melawan infeksi dalam jumlah kecil saat terpapar cahaya.

Sinar Matahari Ubah Lembaran Plastik Jadi Anti-KumanIlustrasi. (Thinkstock.com)

Masker dan mantel yang ditenagai oleh sinar matahari suatu hari mungkin dapat melindungi para pekerja kesehatan dari kuman-kuman seperti Ebola, menurut sebuah hasil penelitian baru.

Kalangan ilmuwan telah mengembangkan sejenis membran yang menghasilkan hidrogen peroksida yang mampu melawan infeksi dalam jumlah kecil saat terpapar cahaya. Membran ini kemungkinan juga akan dapat dimanfaatkan dalam kemasan makanan, yang menurut para ilmuwan, dapat membantu menekan penyebaran penyakit yang ditularkan lewat makanan.

Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Science Advances.

Hampir 500 pekerja kesehatan menemui ajalnya selama terjadi wabah Ebola pada tahun 2014 di Afrika Barat. Para penyedia layanan kesehatan di garis depan mengenakan mantel pelindung yang menutupi seluruh tubuhnya saat mereka berhubungan dengan para pasien yang tertular penyakit menular, namun proses saat melepas pakaian pelindung menjadi saat di mana kuman dapat menular apabila permukaan pakaian itu telah terkontaminasi kuman penyakit.

“Apabila masih ada bakteri atau virus yang masih aktif di permukaan, bakteri atau virus itu masih dapat menular dan menyebabkan infeksi,” ujar Gang Sun, seorang peneliti di University of California, Davis.

Sun dan para koleganya mengembangkan sejenis membran yang dapat melapisi bagian luar dari pakaian pelindung. Saat terpapar sinar matahari, molekul-molekul di permukaan membran ini akan bereaksi dengan oksigen di udara dan menghasilkan sejumlah kecil hidrogen peroksida – dalam jumlah yang lebih sedikit ketimbang yang anda digunakan untuk menghilangkan noda pada cucian, namun cukup untuk membasmi kuman, menurut Sun.

“Pendekatan ini termasuk baru,” ujar seorang ilmuwan di bidang pangan di University of Maryland, Rohan Tikekar, yang tidak terlibat dalam penelitian ini. Ia mengatakan ada pihak lain yang telah mengembangkan bahan yang dapat menghasilkan zat kimia yang dapat melawan infeksi, namun sebagian besar hanya bekerja di bahwah sinar ultraviolet berenergi tinggi.

Membran ini juga bekerja dalam keadaan gelap, paling tidak untuk waktu satu atau dua jam, berkat sifat-sifat kimawi yang mengisi ulang kekuatan untuk membasmi kuman.

“Ini adalah peningkatan yang benar-benar signifikan,” imbuh Tikekar.

Selain sebagai pelapis pakaian pelindung untuk para pekerja kesehatan, Sun mengatakan dengan menambahkan lapisan material ini ke kemasan produk-produk segar dapat menekan tingkat kontaminasi dan memperpanjang masa penyimpanan.

Beberapa versi dari materi ini memanfaatkan senyawa alami. Sun mengatakan satu dari langkah-langkah berikutnya adalah untuk membuat membran ini aman untuk dimakan.

Artikel ini telah tayang di Voaindonesia.com. Baca artikel sumber.

(Steve Baragona/www.voaindonesia.com)

KOMENTAR