Rampok Plastik, Saat Turis Asing Diminta Menukarkan Kantung Plastiknya dengan Tote Bag
2018 / Maret / 25   13:30

Rampok Plastik, Saat Turis Asing Diminta Menukarkan Kantung Plastiknya dengan Tote Bag

Untuk mengurangi jumlah sampah plastik di Bali yang semakin meningkat, wisatawan asing diminta untuk menukarkan kantung plastik mereka dengan tote bag

Rampok Plastik, Saat Turis Asing Diminta Menukarkan Kantung Plastiknya dengan Tote BagWisatawan asing diminta untuk menukarkan kantung plastik yang mereka bawa dengan tote bag yang disediakan oleh panitia Rampok Plastik. (Gita Laras Widyaningrum)

Sabtu (24/3/2018), Ruang Tunggu Keberangkatan Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai tampak berbeda dari biasanya.

Tidak hanya dipenuhi oleh turis mancanegara yang berlalu lalang, bandara ini jg diramaikan oleh sekelompok orang yang menukar kantung plastik dengan tote bag.

Aksi ini merupakan bagian dari program Rampok Plastik yang diselenggarakan oleh WWF Indonesia bersama PT Angkasa Pura I (Persero) dalam rangka mendukung Earth Hour 2018. 

Baca juga: Perjuangan Mama Hasria Mengumpulkan Air Bersih

Dari pukul lima hingga enam sore, panitia Rampok Plastik menyetop para wisatawan asing yang membawa kantung plastik. Mereka diminta untuk menukar kantung plastik tersebut dengan sebuah tote bag hitam. Ini dilakukan untuk mengurangi sampah plastik yang tersebar di Bali. 

"Kami ingin menyelamatkan Indonesia, khususnya Bali, dari sampah plastik," ujar Sutan Tantowi Dermawan, Koordinator Earth Hour Bali. 

Indonesia sendiri saat ini merupakan penghasil sampah kedua terbesar setelah Tiongkok. Oleh sebab itu, Sutan menambahkan, kampanye Rampok Plastik ini perlu dilakukan untuk mengedukasi masyarakat.

Bandara I Gusti Ngurah Rai dipilih menjadi lokasi pelaksanaan karena ia adalah salah satu ikon Pulau Bali, dengan jumlah kedatangan turis yang cukup tinggi.

Wisatawan asing membubuhkan ...Wisatawan asing membubuhkan tanda tangan mereka untuk menunjukkan keikutsertaan mereka dalam program ini. (Gita Laras Widyaningrum)

"Bandara I Gusti Ngurah Rai merupakan pusat arus masuk dan keluarnya wisatawan. Kami memberikan tote bag agar mereka tidak membawa dan meninggalkan sampah plastiknya di Bali. Juga jadi terbiasa menggunakan tote bag saat berbelanja sehingga tidak menambah jumlah sampah plastik," papar Sutan.

Ia menambahkan, sempat ada kesulitan melakukan aksi ini karena beberapa turis tidak bisa berbahasa Inggris. Alhasil, maksud dari kegiatan Rampok Plastik pun tidak bisa tersampaikan. 

Meskipun begitu, di sisi lain, banyak turis asing yang senang berpatisipasi dalam kampanye ini. York misalnya, turis asal Swiss ini sangat mengapresiasi kegiatan Rampok Plastik. 

"Ini inisiatif yang sangat baik. Berusaha menyadarkan tentang pentingnya mengurangi penggunaan plastik dan bahaya sampah plastik pada lingkungan. Saya salut, sebab di negara saya pun, aktivitas seperti ini belum sering dilakukan," katanya.

Baca juga: Dukung Earth Hour, Angkasa Pura I 'Padamkan Listrik' 13 Bandara

Setelah menukar kantung plastiknya, para wisatawan asing ini juga diminta untuk menandatangani papan pernyataan sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan tersebut. 

Selain Rompak Plastik, untuk memperingati Earth Hour 2018, WWF Indonesia dan PT Angkasa Pura I (Persero) juga melakukan pemadaman listrik di tiga titik di Bandara I Gusti Ngurah Rai selama satu jam. Mulai dari 20.30 hingga 21.30 WITA. Ini dilakukan untuk mengurangi pemanasan global dan dampak perubahn iknlim melalui penghematan energi. 

(Gita Laras Widyaningrum)

KOMENTAR