Wanita Arizona Mendadak Kuasai Aksen Inggris Saat Terbangun dari Tidur
2018 / Februari / 14   13:00

Wanita Arizona Mendadak Kuasai Aksen Inggris Saat Terbangun dari Tidur

Hanya dengan waktu semalam, Michelle Myers mampu berbicara dalam aksen Inggris, meski Ia tinggal di Amerika Serikat seumur hidupnya.

Wanita Arizona Mendadak Kuasai Aksen Inggris Saat Terbangun dari TidurMichelle Myers mengalami Foreign Accent Syndrome, kelainan yang menyebabkan seseorang mengalami perubahan mendadak dalam gaya berbicara. (YouTube/abc15 Arizona)

Bagi orang biasa, butuh waktu beberapa lama untuk menguasai bahasa dan aksen asing. Sementara bagi seorang wanita asal Arizona, hanya dengan waktu semalam, Ia mampu berbicara dalam aksen Inggris, meski Ia tinggal di Amerika Serikat seumur hidupnya.

Wanita bernama Michelle Myers tersebut mengisahkan, suatu malam pada tahun 2015, ia pergi tidur dalam kondisi sakit kepala parah, dan langsung berbicara dalam aksen Inggris saat terbangun. Aksennya tersebut bertahan selama dua tahun.

“Semua orang hanya melihat dan mendengar Mary Poppins saat mereka mendengar saya berbicara,” kata Myers.

Baca juga: Jedek, Bahasa Baru yang Ditemukan di Malaysia

Sebelumnya, Myers mengatakan bahwa ia pernah terbangun dan kemudian berbicara dengan aksen Irlandia dan Australia, tetapi keduanya hanya bertahan selama seminggu.

Myers didiagnosis dengan Foreign Accent Syndrome (FAS), kelainan yang menyebabkan seseorang mengalami perubahan mendadak dalam gaya berbicara.

Penderitanya dapat mengembangkan suatu kondisi yang menyebabkan mereka tiba-tiba fasih berbahasa asing dan tidak terkendali, bahkan jika mereka tidak pernah mempelajari atau mengunjungi daerah asal bahasa itu sebelumnya.

Seringkali, beberapa jenis aksen berbeda dapat “keluar” di waktu yang berbeda, atau dapat tercampur aduk dalam satu waktu.

Baca juga: Berkat Kecerdasan Buatan, Kalimat Pembuka Buku Paling Misterius di Dunia Terungkap

Individu yang mengidap kondisi ini tidak hanya mengubah aksen dan nada suara mereka, namun juga mengubah penempatan lidah saat berbicara.

FAS merupakan penyakit langka, dengan hanya sekitar 60 kasus yang dilaporkan pada abad terakhir, menurut sebuah penelitian tahun 2011.

Baca juga: Cikal Bakal Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Pemersatu Bangsa

Penyakit ini biasanya muncul sebagai efek samping setelah stroke, migrain parah, atau cedera otak lainnya. Pada tahun 2010, seorang wanita di Virginia dilaporkan berbicara dengan aksen Rusia setelah dia terjatuh dari tangga dan kepalanya terbentur. Dalam kasus lain, seorang wanita dari Ontario, Kanada, mulai berbicara bahasa Inggris Kanada Maritime setelah mengalami stroke.

Satu-satunya pengobatan yang tersedia untuk kondisi ini adalah terapi wicara ekstensif untuk melatih otak berbicara dengan cara tertentu.

(Lutfi Fauziah. Sumber: www.livescience.com)

KOMENTAR