UNICEF: Konflik dan Bencana Sebabkan Kaum Muda Buta Huruf
2018 / Februari / 2   10:01

UNICEF: Konflik dan Bencana Sebabkan Kaum Muda Buta Huruf

Hampir 30% penduduk berusia 15-19 tahun yang tinggal di "negara-negara darurat," mengalami buta huruf. Masalah ini lebih nyata pada remaja perempuan.

UNICEF: Konflik dan Bencana Sebabkan Kaum Muda Buta HurufRelawan Sokola Rimba tengah mengajar para remaja yang kebanyakan buta huruf di sebuah kampung bernama Mumugu Batas Batu, Distrik Sawaerma, Kabupaten Asmat, Papua. Kampung ini dicapai dengan enam jam pengarungan Sungai Pomats ke arah hulu dengan perahu motor dari Agats, ibukota Asmat. Keterpencilan jarak ini yang menyebabkan tidak ada guru yang betah berlama-lama tinggal dan mengajar di sana. (Aulia Erlangga)

Hampir 60 juta kaum muda, yang tinggal di negara-negara yang terimbas konflik atau bencana alam, buta huruf dan lebih banyak investasi dalam pendidikan dibutuhkan guna mengatasi krisis itu, demikian dikatakan Badan PBB untuk Dana Anak-Anak (UNICEF) hari Rabu (31/1).

UNICEF mendapati, hampir 30 persen orang, usia antara 15 dan 19 tahun yang tinggal di "negara-negara darurat," buta huruf. Masalah ini lebih nyata di kalangan anak perempuan dan remaja putri.

Sebanyak 33 Persen remaja putri bahkan tidak menguasai pelajaran dasar, dibandingkan 24 persen anak laki-laki.

(Baca juga: 10 Mitos Seputar Disleksia)

Direktur Eksekutif UNICEF Henrietta Fore mengatakan, statistik tersebut adalah "peringatan nyata akan dampak tragis krisis itu terhadap pendidikan anak-anak, masa depan mereka, dan stabilitas dan pertumbuhan ekonomi dan masyarakat mereka."

Badan advokasi anak itu meminta tambahan dana untuk program pendidikan, terutama selama krisis kemanusiaan. Dikatakan, hanya 3,6 persen dana kemanusiaan dialokasikan bagi pendidikan kaum muda yang tinggal dalam situasi darurat, menjadikannya salah satu sektor kemanusiaan yang paling kurang dana.

UNICEF juga mengusulkan agar pemerintah memberi anak-anak kesempatan belajar dini dan kaum muda yang buta huruf diberi program pendidikan alternatif yang dirancang khusus.

Artikel ini pernah tayang di voaindonesia.com. Baca artikel sumber

(Sumber: voaindonesia.com)

KOMENTAR