Spesies Ikan Berjalan Ungkap Petunjuk Evolusi Vertebrata Darat
2018 / Februari / 12   15:20

Spesies Ikan Berjalan Ungkap Petunjuk Evolusi Vertebrata Darat

Ikan skate kecil (Leucoraja erinacea) memiliki sirkuit saraf yang sama yang dibutuhkan untuk berjalan oleh hewan darat dan manusia.

Spesies Ikan Berjalan Ungkap Petunjuk Evolusi Vertebrata DaratIkan skate kecil (Leucoraja erinacea). (Heekyung Jung dkk. /Cell.com)

Apa persamaan antara tikus dan ikan mirip pari yang dikenal sebagai skate kecil?

Sekilas, Anda mungkin akan berpikir hampir tak ada persamaan yang krusial di antara keduanya. Hewan pertama hidup di darat, berbulu, memiliki telinga lebar dan kumis; sementara yang satunya tinggal di air, bernafas dengan insang, dan memiliki tubuh penuh tulang rawan.

Tapi ternyata keduanya memiliki persamaan yang penting: kemampuan untuk berjalan. Keduanya juga memberikan petunjuk tentang perkembangan evolusi perilaku berjalan pada vertebrata darat.

Studi baru yang dipublikasikan di jurnal Cell, menemukan bahwa ikan skate kecil (Leucoraja erinacea) memiliki sirkuit saraf yang sama yang dibutuhkan untuk berjalan oleh hewan darat dan manusia.

Baca juga: Fosil Berusia 580 Juta Tahun Ungkap Petunjuk Evolusi Cacing

Secara fisik, ikan skate kecil memang mirip pari, tapi mereka lebih dekat kekerabatannya dengan hiu. Tubuhnya seukuran piring makan besar, dan nyaris sama pipihnya, dengan ekor panjang menggeliat.

Tak seperti spesies ikan lainnya yang menggoyang-goyang tulang belakang mereka untuk bergerak maju, ikan skate kecil berenang dengan tulang belakang yang hampir sepenuhnya lurus. Alih-alih menggoyang tulang belakangnya, ikan ini justru bergantung pada otot-otot di kaki mereka untuk bergerak.

Saat menyaksikan perilaku ikan tersebut, Jeremy Dasen, seorang associate professor di New York University tertarik untuk mengetahui lebih lanjut tentang bagian pada sel-sel ikan yang memungkinkan hewan tersebut berjalan.

 Sebelum ini, ilmuwan pernah menguji sirkuit saraf tikus dan menemukan bahwa mematikan gen tertentu akan menyebabkan tikus jatuh lemas atau menjadi lumpuh.

Untuk mempelajari ikan skate kecil, mereka mengekstraksi neuron motorik hewan dan mengurutkan DNA mereka. Secara khusus, mereka mengamati embrio ikan skate karena pada tahap awal inilah ikan skate dan manusia mengembangkan sirkuit saraf.

Baca juga: Alasan Evolusi di Balik Ikan yang Hidup di Darat

Dari pengamatan tersebut terungkap bahwa pada tahap-tahap awal perkembangan ikan skate kecil, mereka bergerak maju dengan memanfaatkan tulang belakang. Namun ketika mereka menetas, posisi tulang belakangnya menetap dan mereka menggunakan sirip mereka untuk bergerak maju.

“Dengan membandingkan tikus dan ikan skate kecil, kita tahu bahwa semua fitur penting untuk berjalan pada tikus juga terdapat pada ikan skate,” ujar Dasen.

Hasil studi menunjukkan bahwa baik ikan skate dan mamalia memiliki “saklar genetik” yang sama. Pada dasarnya, gen yang memberitahu ikan skate untuk menggerakkan sirip kecilnya, adalah gen yang sama yang memberi tahu kita untuk menggerakkan tangan dan kaki.

Temuan tersebut, kata Dasen, membuat para periset percaya bahwa susunan genetik hewan darat berjalan berasal saat ikan masih berada di laut. Ini membantu ilmuwan mengembangkan pemahaman yang lebih lengkap tentang nenek moyang prasejarah kita.

Baca juga:Berkat Fosil Berusia 200 Juta Tahun, Evolusi Kupu-kupu Terungkap

Selain itu, penelitian ini sangat penting karena ikan skate kecil bisa menjadi model yang sangat bagus untuk memahami perkembangan jaringan saraf yang mengendalikan anggota tubuh kita dan juga mengungkapkan informasi lebih lanjut tentang penyakit yang terkait dengannya.

“Memiliki lebih banyak pengetahuan dasar tentang bagaimana sirkuit-sirkuit itu disatukan sangat penting dalam upaya pengobatan penyakit seperti Lou Gehrig atau cedera tulang belakang,” pungkas Dasen.

(Lutfi Fauziah. Sumber: news.nationalgeographic.com, www.smithsonianmag.com)

KOMENTAR