Mengapa Banyak Orang Tak Nyaman Membicarakan Tentang Uang?
2018 / Februari / 1   14:00

Mengapa Banyak Orang Tak Nyaman Membicarakan Tentang Uang?

Berdasarkan data dari sebuah aplikasi, orang-orang merasa lebih nyaman berbicara tentang berat badan dibanding uang. Apa alasannya?

Mengapa Banyak Orang Tak Nyaman Membicarakan Tentang Uang?Pada buku Etiquette In Society, In Bussiness, In Politics, and At Home yang terbit tahun 1922, Emily Post menyarankan orang-orang untuk menjaga privasi kehidupan finansial mereka. (Slphotography/Thinkstock)

Berdasarkan data dari perusahaan aplikasi investasi, Acorns, dua dari tiga orang cenderung lebih senang membicarakan tentang berat badan mereka dibanding uang. Ini berdasarkan survei yang dilakukan pada lebih dari 3000 penduduk Amerika berusia 18-44 tahun.

“Berbicara soal uang dianggap budaya yang memalukan. Semua orang membutuhkannya dan itu sangat mengontrol kehidupan kita. Tidak ada orang yang senang membicarakan uang,” kata Colin Walsh, CEO dan pendiri Varo Money.

Selain berat badan, mereka juga lebih senang membicarakan seks dibanding uang. “Bukan hal besar bagi para perempuan untuk pergi makan malam lalu berbicara tentang perawatan kecantikan atau kehidupan seks mereka. Namun, ketika ditanya tentang uang di rekening, situasinya sunyi,” papar Nicole Lapin, pengarang buku Rich Bitch: A Simple 12-Step Plan for Getting Your Financial Life Together.

Baca juga: Ini Rahasia Menjadi Lebih Kreatif Menurut Sains

Alasan tak suka berbicara tentang uang

Lalu, mengapa sulit bagi seseorang untuk membicarakan kondisi keuangannya?

Cara berpikir yang kuno mungkin bisa disalahkan. Pada buku Etiquette In Society, In Bussiness, In Politics, and At Home yang terbit tahun 1922, Emily Post menyarankan orang-orang untuk menjaga privasi kehidupan finansial mereka. Pelajaran ini pun diterapkan hingga satu abad, meski kondisi sosial, politik, dan iklim financial telah berkembang secara eksponensial.

Psikiater asal Los Angeles, Kirsten Thompson, mengatakan: “Pada budaya kita, uang tidak hanya menjadi kebutuhan utama, tapi juga ukuran kesuksesan. Apa pun yang berkaitan dengan nilai diri kita sebagai manusia, sering kali sulit didiskusikan.”

Dan perempuan lebih sulit menghadapi subyek ini. Berdasarkan Fidelity Investment Money FIT Women Study 2015, 56% perempuan menahan diri untuk berbicara tentang uang karena subyek tersebut sangat personal. Sementara itu, 27% perempuan mengatakan, mereka tumbuh dengan dibiasakan untuk tidak membahas kondisi finansial, dan 10% lainnya karena tidak mengetahui bagaimana cara yang pas untuk membicarakan uang.

Lebih lanjut lagi, studi yang sama menunjukkan bahwa 47% perempuan ragu-ragu untuk membicarakan tentang uang dan investasi dengan perencana keuangan. Dan 50% perempuan yang memiliki investasi tidak pernah berbincang dengan perwakilan mereka.

Baca juga: Robot Erica Didapuk Menjadi Penyiar Berita Televisi

Memiliki manfaat

Meskipun begitu, berbicara tentang uang bisa memberikan beberapa manfaat. “Saya mengalami sindrom tersenyum dan mengangguk. Awalnya, saya takut untuk ikut dalam percakapan tentang uang, namun ketika sudah bergabung, rasanya menyenangkan. Ini seperti berada dalam kondisi ‘kamu beritahu dulu, baru saya ikut mengatakannya’. Saat seseorang membuka diri tentang suatu hal personal, yang lainnya pun merasa harus melakukan yang sama,” papar Lapin.

Brianna McGurran, perancang keuangan dari NerdWallet mengatakan: “Berbicara tentang uang membuka kemungkinan bahwa kita akan menemukan kesamaan dengan orang lain. Mungkin, kita merasa sendiri saat kondisi keuangan memburuk. Namun, mengetahui bahwa teman sekamar kita juga merasakan hal yang sama, itu bisa menghilangkan kesepian.”

(Gita Laras Widyaningrum/Sumber: nypost.com)

KOMENTAR