Kedekatan Anjing dan Manusia Sudah Terjalin Sejak 14 Ribu Tahun yang Lalu
2018 / Februari / 9   15:12

Kedekatan Anjing dan Manusia Sudah Terjalin Sejak 14 Ribu Tahun yang Lalu

Para peneliti yakin, kerangka anjing yang dimakamkan pada 14 ribu tahun lalu, pernah sakit selama beberapa minggu dan dirawat oleh pemiliknya sebelum ia mati.

Kedekatan Anjing dan Manusia Sudah Terjalin Sejak 14 Ribu Tahun yang LaluKerusakan yang terjadi pada gigi anjing menunjukkan bahwa hewan tersebut mengalami distemper selama tiga atau empat bulan. (Putz Martin/Jurgen Vogel/Ralf Schmitz/LandesMuseum Bonn)

Sebuah penelitian terbaru menunjukkan, anjing dan manusia sudah membangun hubungan yang dekat sejak 14 ribu tahun yang lalu.

Para peneliti yakin bahwa kerangka anjing yang dimakamkan pada 14 ribu tahun lalu, pernah sakit selama beberapa minggu dan dirawat oleh pemiliknya sebelum ia mati.

Dr. Janssens menganalisis kerangka anjing yang ditemukan secara kebetulan oleh para pekerja di sebuah makam kuno pada 1914. Diketahui bahwa makam tersebut sudah ada sejak masa Paleolitik dan menjadi yang tertua.

Makam itu juga menunjukkan bukti awal adanya domestikasi anjing.

(Baca juga: Arkeolog Temukan Makam Pendeta Wanita Berusia 4400 Tahun)

Penelitian terbaru dr. Janssens yang dipublikasikan pada Journal of Archaeological Science, menunjukkan bahwa anjing tidak sekadar dipelihara, tapi juga dirawat dengan baik. Ia diberi makan dan rasa aman ketika sakit.

Dr. Janssens yakin, anjing tersebut meninggal setelah mengalami sakit selama 27 atau 28 minggu. Anjing tidak bisa bertahan hidup selama itu tanpa bantuan dari manusia.

 “Tanpa perawatan yang cukup dari manusia, anjing dengan penyakit serius akan mati kurang dari tiga minggu,” paparnya.

Ia mendapatkan konklusi ini dengan mempelajari sisa-sisa dari gigi anjing. Berdasarkan penemuannya, dr. Janssens menyimpulkan bahwa anjing itu mungkin mengalami infeksi serius dari virus morbili – yang juga dikenal dengan canine atau distemper. Ini merupakan penyakit pada hewan yang menyerang saluran pencernaan, pernapasan, dan sistem saraf pusat.

(Baca juga: Beberapa Serangga Memiliki Tradisi Pemakaman Layaknya Manusia)

“Anjing tersebut mungkin mengalami dua atau tiga periode penyakit serius yang berlangsung selama enam minggu,” tulis dr. Janssens pada penelitiannya.

Kerusakan yang terjadi pada gigi anjing menunjukkan bahwa hewan tersebut mengalami distemper selama tiga atau empat bulan. Tanpa perawatan dari pemiliknya, anjing tersebut mungkin mati lebih cepat. Namun, nyatanya, umurnya bisa lebih panjang dua kali lipat.

Dr. Janssens menambahkan, penemuan makam anjing dan manusia yang dikuburkan bersama ini menggambarkan hubungan unik yang penuh kasih sayang antara hewan peliharaan dan pemiliknya.

(Gita Laras Widyaningrum/Sumber: Dailymail)

KOMENTAR