Gunung Agung Kembali Erupsi, Aktivitas di Bali Tetap Normal
2018 / Februari / 13   15:16

Gunung Agung Kembali Erupsi, Aktivitas di Bali Tetap Normal

Walaupun status Gunung Agung sudah diturunkan menjadi siaga, namun sebanyak 15.445 orang penduduk masih mengungsi dan tersebar di 146 titik pengungsian.

Gunung Agung Kembali Erupsi, Aktivitas di Bali Tetap NormalGunung Agung yang berada di Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali, meletus sejak Selasa (21/11/2017) pukul 17.05 WITA. (BNPB)

Gunung Agung kembali mengepulkan asap dan abu setinggi 1.500 meter di atas puncak pascapenurunan status dari awas (level IV) menjadi siaga (level III).

Peristiwa yang membuat Dusun Pandan Sari, Desa Dukuh, Kecamatan Kubu Kabupaten Karangasem mengalami hujan abu tipis ini terjadi pada Selasa (13/2/2018) pukul 11.49 WITA.

Proses erupsi hanya berlangsung selama 140 detik dan tidak terjadi erupsi susulan. Masyarakat pun tetap melakukan aktivitas seperti biasanya. Tidak ada kerusakan yang ditimbulkan ataupun penerbangan yang terganggu.

Baca juga: Benarkah Letusan Gunung Toba Picu Musim Dingin Ekstrem di Afrika?

Pos Pengamatan Gunung Agung PVMBG di Rendang mengabarkan bahwa asap kawah kelabu tertiup ke arah timur dan timur laut. Dengan keadaan ini, status Gunung Agung tetap siaga dan zona berbahaya hanya dalam radius empat kilometer dari puncak kawah.

Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, mengatakan bahwa erupsi ini adalah hal yang wajar karena gunung berapi dengan status siaga dapat terjadi erupsi kapan saja dengan kekuatan yang tidak besar.

Tetap Mengungsi

Walaupun status Gunung Agung sudah diturunkan menjadi siaga, namun sebanyak 15.445 orang penduduk masih mengungsi dan tersebar di 146 titik pengungsian.

Ketinggian asap dan abu ...Ketinggian asap dan abu mencapai 1.500 meter dari puncak gunung. (Sutopo Purwo Nugroho/BNPB)

Menurut Sutopo, ada beberapa alasan mengenai masih banyaknya penduduk yang mengungsi. Akses menuju rumah yang rusak, rumah yang rusak, maupun keterbatasan modal untuk kembali berjuang mencari nafkah pasca erupsi Gunung Agung beberapa waktu lalu.

Selain itu, ketakutan akan kembalinya meletus masih membayangi para pengungsi pasca peristiwa letusan setelah penurunan status, November 2017 lalu.

Sebanyak 33 KK (132 jiwa) warga sekitar Gunung Agung dari Desa Adat Bukit Galah, Dusun Sogra, Desa Sebudi mengungsi di Dusun Tegeh, Desa Amerta Bhuana, Kecamatan Selat masih mengungsi karena jembatan yang menjadi satu-satunya akses menuju desa telah rusak.

Sutopo pun menghimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak perlu khawatir akan terjadinya letusan besar pada Gunung Agung.

Baca juga: Meteorit Langka Ungkap Asal Muasal Air di Bumi

"Gunung selalu memberikan tanda-tanda alam jika akan meletus, yang ditangkap oleh instrumentasi yang ada di sekitar Gunung Agung. PVMBG telah memasang peralatan canggih di Gunung Agung sehingga dapat memberikan peringatan dini kepada masyarakat", jelas Sutopo.

(Sumber: BNPB)

Digital editor National Geographic Indonesia. Penggila fotografi, terutama fotografi hitam-putih. Galeri pribadi: www.bhismaadinaya.com

KOMENTAR