Dua Planet di Trappist-1 Mungkin Bisa Dihuni Manusia
2018 / Februari / 9   12:14

Dua Planet di Trappist-1 Mungkin Bisa Dihuni Manusia

Planet-planet tersebut menghasilkan air, memiliki sumber panas dan suhu permukaan yang tidak membuat kita mendidih atau membeku.

Dua Planet di Trappist-1 Mungkin Bisa Dihuni ManusiaModel sistem planet TRAPPIST-1 ini menampilkan bintang katai ultra dingin yang dikelilingi 7 planet seukuran Bumi. (NASA-JPL/Caltech)

Para ilmuwan menyatakan bahwa dua planet di sistem tata surya yang mirip dengan kita mungkin bisa ditinggali manusia.

Planet-planet tersebut menghasilkan air, memiliki sumber panas dan suhu permukaan yang tidak membuat kita mendidih atau membeku.

Dua planet ini terletak di Trappist-1, sistem tujuh planet yang jaraknya 39 juta cahaya dari Bumi. Trappist-1 ditemukan oleh para astronom setahun yang lalu.

(Baca juga: Mengenal Lebih Jauh 7 Planet di Sistem Trappist-1)

Sebenarnya, sejak NASA mengumumkan penemuan benda langit yang menarik ini, para ilmuwan sudah menduga bahwa beberapa dari tujuh planet tersebut – yang diberi nama sesuai urutan huruf kecil b hingga h – bisa kita huni.

Berdasarkan penelitian yang dipimpin oleh Amy Barr, ahli geofisika di Planetary Science Institute, planet d dan e kemungkinan yang paling bisa ditinggali.

Para ilmuwan mendapat kesimpulan ini setelah memastikan sumber air dan panas ketujuh planet Trappist-1.Juga melakukan pemodelan orbit planet untuk menghitung suhu permukaan.  

“Itu merupakan tujuan utama dari penelitian ini,” kata Barr.

(Baca juga: Setelah Super Blue Blood Moon, Ada Gerhana Bulan Lain Pada 2018)

Tim peneliti mengatakan, planet d memiliki suhu sekitar 15 derajat celcius. Lebih hangat daripada titik leleh es. Sementara planet e memiliki suhu yang lebih dingin. “Suhunya mirip dengan Antartika, namun masih layak huni,” tambahnya.

Meskipun begitu, kita masih belum bisa ke sana. Para ilmuwan mengatakan, Trappist-1 masih terlalu jauh untuk dicapai. Belum ada teknologi manusia saat ini yang bisa mengantarkan kita.

Hasil penelitian ini dipublikasikan pada jurnal Astronomy & Astrophysics.

(Gita Laras Widyaningrum/Sumber: nydailynews.com)

KOMENTAR