Beruang Kutub Terancam Kelaparan
2018 / Februari / 5   14:39

Beruang Kutub Terancam Kelaparan

Menurunnya jumlah es menyulitkan predator Arktika untuk memburu anjing laut yang menjadi makanan mereka. Turunnya berat badan secara drastis tak dapat dihindari

Beruang Kutub Terancam KelaparanBeruang kutub sekarat dengan tubuh tinggal tulang berbalut kulit berbulu putih ini direkam oleh fotografer alam liar Paul Nicklen di Pulau Baffin. Wilayah es yang terus menyempit akibat perubahan iklim menyebabkan beruang kutub semakin sulit mendapatkan makanan. (Paul Nicklen/National Geographic)

Beruang kutub sedang mengalami kelaparan, dan para ilmuwan yakin, menyusutnya jumlah es di Arktika akibat perubahan iklim lah yang menjadi penyebabnya.

Para ilmuwan yang memantau aktivitas hewan di Arktika menemukan fakta bahwa mereka memiliki tuntutan energi lebih besar dari yang diperkirakan sebelumnya. Beruang kutub yang kekurangan makanan, kehilangan 1% massa tubuh mereka setiap hari.

Saat tempat berburu mereka mencair, peluang beruang kutub untuk menangkap anjing laut yang mereka butuhkan untuk bertahan hidup, berkurang.

Menurut data terbaru, es laut Arktika semakin menipis setiap tahunnya. Ada banyak kerugian di area keseluruhan yang tertutup es.

“Kami telah mendokumentasikan penurunan tingkat kelangsungan hidup beruang kutub, kondisi tubuh dan jumlah populasi mereka selama satu dekade terakhir,” kata Anthony Pagano, pemimpin penelitian dan profesor di University of California, Santa Cruz.

“Studi ini mengidentifikasi mekanisme yang mendorong penurunan tersebut dengan melihat kebutuhan energi sebenarnya dari beruang kutub dan seberapa sering mereka mampu menangkap anjing laut,” paparnya.

(Baca juga: Video Memilukan: Beruang Kutub Kelaparan di Daratan Tanpa Es, Bukti Nyata Perubahan Iklim)

Di Laut Beaufort, tempat studi ini dilakukan, monitor berhasil mengidentifikasi 40% penurunan jumlah beruang kutub dari 2001 hingga 2010.

Pagano dan rekannya memantau tingkah laku, kesuksesan perburuan dan tingkat metabolisme beruang kutub saat mereka berburu di musim semi. Para peneliti menggunakan pelacak yang dipasang di tubuh beruang untuk merekam aktivitas mereka. Selanjutnya, para peneliti menganalisis darah dan urine mereka untuk melihat perubahan tingkat metabolisme.  

Hasil dari metabolisme beruang menunjukkan bahwa mereka setidaknya memakan satu anjing laut setiap sepuluh hari untuk memuaskan kebutuhannya. Namun, sayangnya, ada beberapa beruang kutub yang gagal menangkap anjing laut.

Hal ini menyebabkan penurunan berat badan pada empat dari sembilang beruang kutub yang diteliti.

(Baca juga: Akibat Perubahan Iklim, Kini Beruang Jadi Vegetarian)

Meskipun beruang kutub diketahui menjalani gaya hidup “pesta atau kelaparan”, di mana berat badan mereka mengalami fluktuasi secara signifikan, namun seharusnya berat badan mereka mengalami kenaikan pada periode diteliti, bukan turun.

Seiring meningkatnya suhu global dan cairnya es laut, beruang kutub harus menempuh jarak yang lebih jauh untuk menemukan makanan. Artinya, mereka juga harus membakar lebih banyak kalori.

Para ilmuwan memperingatkan, perubahan lingkungan beruang kutub membuat mereka kesulitan memenuhi pemintaan energi tubuh. Ini bisa menyebabkan turunnya populasi mereka. 

(Sumber: The Independent)

KOMENTAR