Wisata ‘Birdwatching’ di Taman Nasional Matalawa Sumba
2018 / Januari / 16   17:26

Wisata ‘Birdwatching’ di Taman Nasional Matalawa Sumba

Membawa teropong dan kamera, para birdwatcher menikmati tarian dan kicauan burung di alam sambil memotret mereka.

Wisata ‘Birdwatching’ di Taman Nasional Matalawa SumbaIlustrasi birdwatching. (Soft Light/Thinkstock)

Beberapa lokasi di Taman Nasional Matalawa memiliki kelimpahan burung yang cukup tinggi direkomendasikan untuk aktivitas birdwatching. Tingkat kelimpahan jenis, endemisitas dan akses yang relatif mudah menjadi beberapa kriteria dalam merekomendasikan lokasi pengamatan.

Beberapa lokasi yang memiliki keunggulan untuk melakukan birdwatching di antaranya adalah site pengamatan Billa, Ubukora, Lokuhuma dan Langgaliru.

Selain warga lokal, wisatawan mancanegara juga mengunjungi Taman Nasional Matalawa untuk birdwatching. Tercatat sekitar 37 orang dari 148 wisatawan  merupakan birdwatcher dari 12 negara yang secara khusus mengunjungi Langgaliru untuk melihat keindahan ragam burung.

(Baca juga: Decak Kagum Pada Tinabo, Surga Kecil di Taka Bonerate)

Membawa teropong dan kamera, para birdwatcher ini menikmati tarian dan kicauan burung di alam dan membidik fotonya sebagai buah tangan yang bisa menjadi media untuk berbagi informasi kepada pecinta burung di belahan dunia lainnya.

Lokasi birdwatching Taman Nasional Matalawa merupakan perpaduan antara kawasan hutan tertutup dan padang savana. Karena perbedaan dua tipe ekosistem tersebut akan memudahkan mengamati burung yang sedang terbang maupun bertengger.

Tercatat perjumpaan 49 jenis burung di lokasi pengamatan Billa dengan metode point count. Tingkat perjumpaan tersebut menunjukkan kelimpahan yang cukup tinggi, walaupun dilakukan tanpa menggunakan metode jalur. Faktor pendukung lainnya adalah akses lokasi yang berada tidak jauh dari ibukota kecamatan. Dua kondisi tersebut menjadi alasan habitat Billa direkomendasikan untuk kegiatan pengamatan.

Sementara untuk lokasi pengamatan Ubukora dengan karateristik tutupan lahan berupa perpaduan antara padang dan hutan merupakan ciri khusus tempat keluarnya kakatua sumba (C. sulphurea citrinocristata). Kakatua sumba biasa teramati keluar dari hutan tertutup melintasi padang pada rentang waktu 05.30-06.30 waktu setempat.

(Baca juga: Lima Hal Ini Perlu Anda Perhatikan Ketika Pergi ke Taman Nasional Komodo)

Dalam kegiatan-kegiatan monitoring yang dilakukan secara rutin, teramati burung paruh bengkok sering melintas dan bermain di tajuk hutan bagian atas yang berada di sekitar padang savana. Burung-burung tersebut yaitu kakatua-kecil jambul jingga (C. sulphurea citrinocristata), julang sumba (R.everetti), perkici pelangi, nuri bayan (E. roratus), nuri pipi merah (G. geoffroyi), betet kepala paruh besar (T. megalorynchos).

Sedangkan lokasi pengamatan Lokuhuma dan Langgaliru dapat dijadikan alternatif lain untuk kegiatan birdwatching jika mempertimbangkan ketersediaan waktu yang sangat singkat dan akses yang lebih mudah bagi para pengamat.

Untuk meningkatkan potensi wisata, Taman Nasional Matalawa sedang dalam proses melakukan beberapa langkah nyata. Salah satunya kegiatan birding dan lomba fotografi burung. 

(Dicukil dari buku 'Burung-burung di Taman Nasional Matalawa')

KOMENTAR