Tur Virtual ke Tempat Kelahiran Bintang di Nebula Orion
2018 / Januari / 12   15:11

Tur Virtual ke Tempat Kelahiran Bintang di Nebula Orion

Dengan menggabungkan gambar tampak dan inframerah, sekelompok ilmuwan membuat tur virtual yang memungkinkan Anda mengarungi nebula di Rasi Orion dalam 3-D.

Tur Virtual ke Tempat Kelahiran Bintang di Nebula OrionKerlip samar berkilauan di tengah Orion bukanlah sekadar sekumpulan bintang biasa, melainkan nebula raksasa berangin kencang yang menjadi tempat kelahiran bintang-bintang. (NASA)

Rasi bintang Orion, atau sang pemburu, merupakan salah satu konstelasi bintang paling terang dan paling dikenal di langit utara. Tetapi kerlip samar berkilauan di tengah Orion bukanlah sekadar sekumpulan bintang biasa, melainkan nebula raksasa berangin kencang yang menjadi tempat kelahiran bintang-bintang. Kini, Anda bisa terbang mengarungi nebula tersebut dalam simulasi 3-D.

Dengan menggabungkan gambar tampak dan inframerah yang diambil oleh teleskop antariksa Hubble dan Spitzer, serta menambahkan sentuhan hiasan artistik, tim yang dipimpin oleh Frank Summers dari Space Telescope Science Institute membuat perjalanan tiga menit mengarungi awan jauh ini. Anda akan dibawa melewati cangkang nebula yang berkilau dan masuk ke wilayah tempat bintang-bintang dilahirkan.

Baca juga: Lihatlah Cahaya Menakjubkan Refleksi Nebula

Terletak sekitar 1.344 tahun cahaya, Nebula Orion dapat terlihat dengan mata telanjang. Meski  begit, tidak setiap hari pemandangan kosmos bisa kita nikmati dalam tiga dimensi seperti ini. Lagipula, gambar yang paling megah dan menggugah dari teleskop terbaik pun hanya berbentuk datar.

Nebula itu mungkin juga merupakan ruma bagi dua planet nakal yang, alih-ailh merngorbit bintang, malah berdansa satu sama lain. Hal tersebut diumumkan oleh para astronom dalam pertemuan American Astronomical Society di Maryland.

Baca juga: Ulang Tahun ke-26 Hubble, Astronom Rilis Foto Spektakuler Gelembung Nebula

Para ilmuwan telah menemukan pasangan aneh saat sedang menyensus objek-objek bermassa rendah di nebula tersebut. Banyak dari objek-objek ini yang diidentifikasi dari uap air yang terkondensasi di atmosfernya yang sejuk, adalah bintang kerdil cokelat. Bintang kerdil cokelat adalah bintang gagal yang tidak pernah mengumpulkan cukup bahan untuk menyalakan fusi nuklir di inti mereka.

Saat tengah mencari bintang kerdil cokelat, tim juga menemukan beberapa benda yang tampaknya lebih mirip planet ketimbang bintang gagal tersebut. Dengan bingung, dua di antaranya tampak mengorbit satu sama lain, seperti yang dilakukkan Pluto dan bulan besarnya, Charon, di tata surya kita. Perbedaan pasangan ini dengan Pluto dan Charon adalah, jika mereka memang benar bintang, tampaknya mereka tak memiliki bintang induk.

Baca juga: Indah dan Misterius, Nebula Planet Menggelitik Rasa Ingin Tahu Ilmuwan

“Kami juga memiliki objek yang sangat aneh ini,” kata Giovanni Strampelli dari Space Telescope Science Institute. “Ini seperti sistem planet tanpa ada bintang yang dekat dengannya.”

Meski ini baru pengamatan awal, jika objek tersebut benar-benar planet, mereka bisa menjadi sistem pertama yang dikonfirmasikan dari jenisnya.

Sayangnya, pasangan yang membingungkan ini tidak bisa dilihat dalam tur virtual 3-D. Meski begitu, masih banyak keajaiban dan keindahan lain yang bisa Anda dapati dalam perjalanan virtual ke nebula yang mempesona ini.

(Nadia Drake/National Geographic. Diterjemahkan oleh Lutfi Fauziah)

KOMENTAR